Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Menarik Wallcreeper, Bisa Tersesat saat Bermigrasi!

6 Fakta Menarik Wallcreeper, Bisa Tersesat saat Bermigrasi!
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Charles J. Sharp)
Intinya Sih
  • Wallcreeper adalah burung penghuni pegunungan tinggi dengan penyebaran luas di Eurasia, antara ketinggian 1.000-3.000 meter.
  • Mereka berspesialisasi memakan serangga dan laba-laba yang berada di permukaan bebatuan, terkadang mengejar mangsa di udara.
  • Wallcreeper adalah burung yang jinak tapi sulit dilihat di habitat pegunungan, melakukan migrasi jarak jauh saat tersesat, dan diklasifikasikan sebagai "Least Concern" oleh IUCN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Wallcreeper merupakan burung yang menghuni palearktik, penyebarannya sangat luas. Mereka berada dalam famili Sittidae dan memiliki nama ilmiah Tichodroma muraria. Panjang tubuhnya hanya kisaran 15,5--17 sentimeter dengan berat sekitar 17--19 gram. Sebagian besar bulunya berwarna biru keabu-abuan, ekornya lebih gelap. Bagian paling mencolok adalah sayap merahnya yang menarik perhatian.

Akan tetapi, sebagian besar waktu itu tersembunyi karena sayapnya dilipat. Walaupun tidak banyak informasi mengenai cara bertahan hidupnya, tapi informasi tentang gaya hidupnya cukup lengkap. Yuk, kenalan dengan mereka lebih jauh melalui fakta berikut ini.

1. Wilayah penyebaran wallcreeper

Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Panki sood)
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Panki sood)

Spesies burung ini merupakan penghuni pegunungan tinggi, biasanya di ketinggian antara 1.000--3.000 meter. Wallcreeper ditemukan di sebagian besar bagian barat Pegunungan Palearktik, karenanya berada di Cantabria, Pyrenees dan Pegunungan Alpen sebagai populasi utama. Mereka juga berada di Pegunungan Carpathian, Balkan, Kaukasus dan Himalaya yang populasinya cukup besar. Salva Fauna menginformasikan bahwa karena itu penyebarannya tersebar di Eurasia.

2. Suka makan serangga

Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Imran Shah)
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Imran Shah)

Sebagai burung yang berspesialisasi memakan serangga, mereka biasanya mencari invertebrata penghuni tanah. Mangsanya berupa serangga dan laba-laba yang berada di permukaan bebatuan. Terkadang, wallcreeper juga mengejar mangsa di udara dengan kecepatan cukup singkat dari tempatnya bertengger. Burung yang mencari makan biasanya melintasi permukaan tebing dengan terbang lalu melakukan lompatan cepat.

3. Mereka sebenarnya sangat pemalu

Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Charles J. Sharp)
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Burung ini sebenarnya cukup jinak, tapi seringkali sulit dilihat di pegunungan habitatnya berada. Terutama bagi para wallcreeper pengembara yang menjelajah, mereka sangat jinak. Walaupun begitu, ketika menyadari sedang diawasi, mereka akan memasuki sarang dan terkadang mengambil jarang memutar saat menuju sarangnya pada musim tersebut.

4. Tapi, sangat teritorial!

Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Kookaburra 81)
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Kookaburra 81)

Berdasarkan informasi dari Animalia, wallcreeper adalah burung yang teritorial. Pasangan tidak ragu untuk mempertahankan wilayah perkembang biakannya selama musim panas. Di musim dingin, mereka hidup menyendiri dan mempertahankan wilayahnya masing-masing.

Wallcreeper bisa melakukan perjalanan beberapa saat dari tempat bertengger ke area mencari makannya. Mereka juga tampaknya cukup setia terhadap wilayah mencari makannya di musim dingin dalam beberapa tahun berturut-turut.

5. Mereka bermigrasi

Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Mildeep)
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Mildeep)

Saat musim dingin, penyebaran wallcrapper jauh lebih luas. Mereka menuju dataran rendah karena kondisi pegunungan cukup buruk dan persediaan makanan berkurang. Beberapa dari mereka perjalanannya tidak menentu dan berakhir tersesat ratusan kilometer dari tempat perkembang biakannya.

Di Prancis, mereka menghabiskan musim dingin di katedral dan jembatan di Brittany dan Normandia. Wallcreeper diketahui menghabiskan musim dingin hingga ke Inggris dan Belanda.

6. Sistem perkawinan wallcrapper

Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Prasan Shrestha)
Wallcreeper (commons.m.wikimedia.org/Prasan Shrestha)

Ketika tiba waktunya untuk kawin, beitna akan membangun sarang berbentuk mangkok yang terbuat dari rerumputan dan lumut. Biasanya ditempatkan di celah bebatuan, lubang atau gua. Betina bisa menghasilkan 4--5 telur yang dieraminya selama 19--20 hari. Pada periode tersebut, jantan rutin memberinya makan sehingga tidak kelaparan.

Anaknya lahir tidak berdaya, buta dan tidak memiliki bulu. Kedua induknya akan memberi mereka makan selama 28--30 hari hingga mereka sudah siap meninggalkan sarang. Walaupun punya banyak telur, tapi tidak semua bertahan hidup. Biasanya setiap pasangan hanya memiliki satu anak per tahunnya.

Wallcreeper ternyata burung penghuni pegunungan tinggi yang sangat jinak. Mereka juga melakukan migrasi yang jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer dari tempat perkembang biakannya jika tersesat. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dan tren populasinya masih stabil. Menurutmu, burung ini mirip spesies apa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More