Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Tidak Boleh Menabur Garam di Stasiun Ruang Angkasa?

Kenapa Tidak Boleh Menabur Garam di Stasiun Ruang Angkasa?
ilustrasi astronaut (unsplash.com/NASA Hubble Space Telescope)
Intinya Sih
  • Astronaut harus mengikuti aturan ketat dalam menyiapkan makanan karena kondisi microgravity membuat benda, termasuk garam, melayang bebas di stasiun ruang angkasa.
  • Butiran garam yang melayang bisa mengganggu sistem ventilasi dan berisiko terhadap kesehatan pernapasan astronaut jika terhirup.
  • Sistem pengendali lingkungan seperti ECLSS sangat sensitif terhadap partikel kecil, sehingga penggunaan garam padat diganti dengan bentuk cair agar tidak mencemari udara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat berada di stasiun ruang angkasa, astronaut tidak bisa meracik makanan sesuka hati. Semua yang dilakukan di sana harus mengikuti aturan yang sangat ketat. Hal ini karena lingkungan di ruang angkasa memiliki kondisi yang berbeda, terutama soal gravitasi dan sirkulasi udara.

Bahkan hal sederhana seperti menabur garam tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, setiap aktivitas di stasiun ruang angkasa harus benar-benar dipikirkan dampaknya. Hal yang dianggap sepele di Bumi, bisa menyebabkan masalah besar di sana. Lalu, apa yang menyebabkan penggunaan garam dilarang keras di stasiun ruang angkasa? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Butiran garam akan melayang karena minim gravitasi

ilustrasi garam
ilustrasi garam (pixabay.com/Bru-nO)

Di ruang angkasa, benda tidak bergerak ke bawah seperti di Bumi karena kondisi gravitasinya sangat berbeda. Semua benda akan melayang atau berada dalam keadaan yang disebut microgravity. Mengutip dari NASA, kondisi ini terjadi karena stasiun ruang angkasa dan semua yang ada di dalamnya sedang berada dalam keadaan jatuh bebas mengelilingi Bumi.

Akibatnya, benda tidak benar-benar jatuh ke bawah, tetapi tampak melayang di dalam ruangan. Hal ini juga berlaku untuk partikel kecil seperti garam yang bisa tersebar ke mana-mana jika dilepaskan. Oleh karena itu, segala bentuk partikel harus sangat dikendalikan agar tidak mengganggu lingkungan di dalam stasiun.

2. Bisa menganggu sistem peralatan dan pernapasan

ilustrasi peralatan stasiun ruang angkasa
ilustrasi peralatan stasiun ruang angkasa (pexels.com/Alan Wang)

Partikel kecil seperti garam bisa menjadi masalah besar di lingkungan stasiun ruang angkasa. Dalam kondisi microgravity, partikel tidak langsung jatuh ke permukaan, tetapi bisa melayang bebas di udara. Hal ini membuat partikel mudah menyebar ke berbagai area di dalam stasiun ruang angkasa.

Menurut penjelasan NASA, partikel di dalam ruang angkasa harus terus dikontrol karena dapat memengaruhi kualitas udara dan sistem di dalam stasiun. Jika masuk ke sistem ventilasi atau filter udara, partikel dapat mengganggu kinerja peralatan. Selain itu, partikel yang terhirup juga bisa berdampak pada kesehatan astronaut, terutama pada sistem pernapasan.

3. Sistem stasiun ruang angkasa sangat sensitif terhadap kontaminasi partikel kecil

ilustrasi stasiun ruang angkasa
ilustrasi stasiun ruang angkasa (pexels.com/Pixabay)

Sistem di stasiun ruang angkasa sangat sensitif terhadap partikel kecil yang melayang di udara. Hal ini karena seluruh lingkungan di dalamnya bersifat tertutup dan harus terus dikontrol. Sebagai contoh, Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) menggunakan sistem bernama Environmental Control and Life Support System (ECLSS) untuk menjaga kualitas udara, air, dan kondisi hidup astronaut.

Sistem ini bekerja dengan menyaring udara secara terus-menerus agar tetap bersih dari partikel dan kontaminan. Jika ada partikel asing seperti debu atau garam, hal tersebut bisa mengganggu sirkulasi udara maupun kinerja peralatan di dalam stasiun. Oleh sebab itu, kebersihan dan kontrol partikel menjadi hal yang sangat penting di lingkungan ruang angkasa.

Meskipun menaburkan garam dilarang, bukan berarti makanan di stasiun ruang angkasa jadi hambar semua. Untuk mengatasinya, garam biasanya digunakan dalam bentuk cair atau sudah dilarutkan dalam makanan. Jadi, kalau kamu punya cita-cita jadi astronaut, jangan lupa aturan garam ini, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Related Articles

See More