4 Fakta Tenggiling Raksasa, Capai Berat 35 Kilogram!

- Tenggiling raksasa merupakan spesies tenggiling terbesar di dunia dengan panjang tubuh rata-rata 152,4 cm dan berat 30—35 kg.
- Tenggiling raksasa adalah hewan pemalu yang hanya aktif di tanah.
- Tenggiling raksasa mengonsumsi semut dan rayap dengan lidah panjang mereka.
Salah satu satwa liar yang punya penampilan paling khas adalah tenggiling atau pangolin. Satwa yang dapat menggendong anak di atas pangkal ekor ini sering kali dibandingkan dengan armadilo karena sama-sama bisa menggulung tubuh. Namun, seperti dilansir National Geographic, tenggiling justru berkerabat lebih dekat dengan beruang, kucing, dan anjing.
Ada 8 spesies tenggiling di seluruh dunia dengan 4 berasal dari Benua Asia dan 4 lainnya berasal dari Benua Afrika. Namun, ada satu spesies yang cukup istimewa karena punya ukuran tubuh paling besar, yaitu tenggiling raksasa alias giant pangolin (Smutsia gigantea). Mau tahu beragam fakta tentang satwa tersebut? Baca artikel ini sampai selesai, ya!
1.Giant pangolin merupakan spesies tenggiling terbesar

Sampai saat ini, ada delapan spesies tenggiling yang diketahui. Di antara kedelapan spesies tersebut, ada satu yang punya keistimewaan tersendiri karena bertubuh paling besar, yaitu tenggiling raksasa. Pertanyaannya, seberapa besar, sih?
Seekor tenggiling punya ukuran tubuh yang cukup beragam. Meski begitu, spesies dengan tubuh terbesar dan terberat adalah tenggiling raksasa. Dilansir University of Michigan, panjang tubuh seekor tenggiling raksasa rata-rata sekitar 152,4 sentimeter dan berat berkisar 30 hingga 35 kilogram.
2.Menghabiskan seluruh waktu mereka di tanah

Tenggiling merupakan hewan yang cukup pemalu sehingga sering berusaha menyembunyikan diri. Beberapa spesies bisa bersembunyi di tanah, batang pohon, atau keduanya. Khusus untuk tenggiling raksasa, spesies yang satu ini hanya beraktivitas di tanah.
Britannica melansir tenggiling jenis ini termasuk hewan terestrial yang menghabiskan seluruh waktunya di darat. Mereka akan menempati liang yang digunakan sebagai tempat tinggal. Liang ini kerap dijumpai di daerah yang lembap dan dekat sumber air di hutan-hutan Afrika barat dan tengah, dilansir National Geographic.
3.Giant pangolin punya lidah panjang untuk berburu semut
Tenggiling merupakan mamalia yang mengonsumsi semut, rayap, kumbang, dan beberapa jenis serangga lain untuk bertahan hidup. Wang dkk., dalam jurnal berjudul "To Save Pangolins: A Nutritional Perspective" yang diterbitkan oleh Animals pada 2022, menyebutkan bahwa jumlah serangga yang dikonsumsi seekor tenggiling dewasa mencapai lebih dari 70 juta ekor per tahun. Sebagaimana yang diketahui, hewan-hewan tersebut kerap membuat sarang di dalam tanah, bangkai pohon, atau celah-celah yang cukup sulit untuk dijangkau. Namun, tentu ini bukan masalah bagi tenggiling karena satwa yang satu ini punya lidah panjang yang cukup canggih untuk mencari mangsa.
University of Michigan melansir tenggiling raksasa memiliki panjang lidah mencapai 70 sentimeter. Lidah tersebut dilapisi oleh air liur lengket yang memudahkan untuk menjebak semut dan rayap. Tenggiling tinggal menggunakan cakar mereka yang panjang untuk membongkar sarang. Lalu, mereka bisa menjulurkan lidah ke dalam dan mangsa bisa tertangkap dengan mudah.
4.Jumlah mereka di alam terus mengalami penurunan

Satwa liar yang tidak menempati puncak rantai makanan tentu menjadi sasaran empuk bagi predator. Uniknya, sampai saat ini, belum ada informasi yang jelas mengenai predator dari tenggiling raksasa. Namun, seperti dilansir University of Michigan, populasi tenggiling raksasa menurun pesat akibat diburu oleh manusia.
National Geographic menyajikan fakta bahwa tenggiling, termasuk tenggiling raksasa, merupakan mamalia nonmanusia yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Itu karena sisik mereka dipercaya dapat menjadi obat China tradisional dan daging mereka untuk bahan baku kuliner di China serta Vietnam. Akibat perburuan yang tidak terkendali tersebut, tenggiling raksasa menyandang status genting (Endangered) dari IUCN Red List.
Tenggiling raksasa merupakan spesies tenggiling terbesar yang berasal dari Afrika. Sayangnya, keberadaan satwa ini sudah semakin terancam akibat perburuan liar dan perdagangan ilegal. Oleh sebab itu, mari, pelajari lebih dalam tentang tenggiling raksasa dan spesies tenggiling lain agar tumbuh kesadaran untuk turut menjaga kelestarian mereka.












![[QUIZ] Dari Jenis Habitat Laut Pilihanmu, Ini Caramu Menghadapi Ketidakpastian](https://image.idntimes.com/post/20250315/pexels-james-lee-932763-2017089-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-f85c77fa314a0d1d7ef06b3c78cff2d0.jpg)






