Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Unik Froghopper, si Pelompat yang Merusak Tanaman

5 Fakta Unik Froghopper, si Pelompat yang Merusak Tanaman
froghopper (commons.wikimedia.org/Entomart)
Intinya Sih
  • Froghopper adalah serangga kecil ahli melompat hingga 70 cm, menggunakan kekuatan besar untuk berpindah tempat dan menghindari predator.
  • Serangga ini menjadi hama bagi petani karena menghisap cairan tanaman serta menyebarkan bakteri Xylella fastidiosa yang memicu penyakit tanaman.
  • Froghopper memiliki ribuan spesies dengan ciri fisik beragam, sudah hidup sejak zaman dinosaurus, dan tersebar luas di berbagai habitat di seluruh dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di semak-semak dan pepohonan lebat hidup satu jenis serangga yang ahli melompat, yaitu froghopper. Ia merupakan serangga kecil sepanjang 1 sentimeter yang berasal dari superfamili Cercopoidea dan punya warna mencolok. Froghopper tidak berbahaya, tapi ia cukup merugikan bagi para petani.

Tak hanya itu, froghopper juga sangat unik karena punya banyak spesies, warnanya beragam, bahkan hewan ini sudah hidup sejak zaman dinosaurus, lho. Mau tahu lebih dalam mengenai kehidupan dan berbagai fakta unik froghopper? Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut, yuk!

1. Froghopper merupakan pelompat andal

froghopper
froghopper (commons.wikimedia.org/Kaldari)

Nama froghopper mejeng di Guinness World Records sebagai serangga dengan lompatan tertinggi, yaitu mencapai 70 sentimeter. Jika diukur, jarak tersebut setara dengan 140 kali panjang tubuhnya. Saat melompat, froghopper juga bisa berakselerasi hingga 4.000 meter per detik dengan tekanan yang mencapai 414 kali lebih besar dari bobot tubuhnya. Manusia sendiri tak akan mampu menahan tekanan sebesar itu. Lebih lanjut, kemampuan melompatnya digunakan froghopper untuk berpindah tempat dan kabur dari predator.

2. Froghopper menjadi musuh para petani

froghopper
froghopper (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Laman Natural History Museum menjelaskan kalau populasi froghopper yang melimpah bisa merusak tanaman. Karena itu, serangga ini menjadi salah satu musuh terbesar bagi para petani. Froghopper bisa menghisap cairan di tanaman yang membuat tanaman mengering dan meregang nyawa. Selain itu, hewan ini juga menyebarkan bakteri Xylella fastidiosa yang bisa menginfeksi serta memicu berbagai penyakit berbahaya pada tanaman. Hama froghopper bisa diatasi dengan pestisida atau menggunakan predator alami seperti lalat predator (Pipunculidae).

3. Tiap genus punya ciri fisik yang berbeda

froghopper
froghopper (commons.wikimedia.org/Pavel Kirillov)

Terdapat ribuan spesies froghopper dengan berbagai ciri khas dan perbedaan masing-masing. Selain spesies, froghopper juga dibagi menjadi beberapa genus. Dilansir Nickybay, ada genus Phymatostetha yang berwarna cokelat dipadukan dengan merah. Ada juga genus Tropidorhinella yang punya tubuh berwarna hitam dengan corak merah. Genus Clastoptera tak kalah unik karena tubuhnya dihiasi tutul berwarna kuning. Genus Machaerota juga mencolok karena memiliki tonjolan menyerupai tanduk di atas tubuhnya.

4. Froghopper sudah hidup sejak periode jura

froghopper
froghopper (commons.wikimedia.org/fir0002)

Artikel di jurnal Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research menjelaskan kalau sudah hidup di muka bumi sejak zaman dinosaurus, tepatnya pada periode jura dan kapur. Kala itu, froghopper dibagi menjadi dua famili, yaitu Procercopidae dan Sinoalidae. Menariknya, terdapat satu genus bernama Qibinus yang memiliki ciri dari kedua famili tersebut sehingga tak bisa diklasifikasikan ke salah satunya. Ada juga genus Cercopion yang diduga merupakan kerabat dekat dari spesies froghopper yang masih hidup di masa modern.

5. Froghopper merupakan serangga kosmopolitan

froghopper
froghopper (commons.wikimedia.org/Didier Descouens)

Laman ScienceDirect menerangkan bahwa froghopper tersebar luas di seluruh dunia. Karena itu, froghopper dikategorikan sebagai spesies kosmopolitan. Habitat serangga ini juga sangat beragam karena mencakup area terbuka, semak-semak, rerumputan, hingga permukiman yang padat penduduk. Hal tersebut membuktikan kalau froghopper sudah beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan manusia. Namun, hewan ini akan sulit ditemukan karena berukuran kecil dan kerap bersembunyi di dedaunan.

Demikian pembahasan terkait lima fakta unik froghopper yang merupakan serangga kecil dengan banyak kemampuan. Semua kemampuan tersebut merupakan adaptasi dan hasil evolusi selama ratusan juta tahun yang membuat froghopper bisa terus bertahan hingga masa modern. Jadi, froghopper ini tak kalah dari serangga lain seperti nyamuk, lalat, belalang, atau capung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Science

See More