Comscore Tracker

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada Semeru

Jika terjadi letusan bisa berlangsung lama

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif. Setiap gunung api memiliki masa erupsi masing-masing dan material yang dikeluatkannya pun berbeda. Salah satunya yang sempat menjadi trending di media sosial bahwa Gunung Semeru mengalami erupsi pada hari Sabtu (4/12/2021).

Melansir Volcano Discovery, gunung stratovolcano tersebut memiliki tipe erupsi atau letusan strombolian. Ya, tipe letusan ini tergolong jenis eksplosif kecil, ledakan umumnya tidak terlalu kuat, dan bersifat terus menerus dalam jangka panjang. Sedangkan material yang dikeluarkan berupa lava cair, abu vulkanik, dan gas.

Ternyata gak hanya Gunung Semeru, sejumlah gunung di Indonesia pun memiliki tipe letusan serupa. Ingin tahu gunung apa saja? Yuk, simak ulasannya!

1. Gunung Ili Lewotolok

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Ili Lewotolok (twitter.com/huk_too)

Gunung Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung ini mengalami erupsi pada 29 November 2020 lalu. Material yang dikeluarkan berupa abu hingga kerikil yang meluas ke bagian barat hingga selatan gunung api tersebut.

Melansir Magma Indonesia, gunung api ini termasuk tipe A, yakni gunung api yang memiliki catatan secarah letusan sejak tahun 1600. Melansir laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG), gunung tersebut kembali erupsi pada tahun 1819, 1849, dan berlanjut hingga tahun 1951.

Aktivitasnya sempat meningkat pada tahun 2012, hingga melontarkan lava pijar, awan panas, abu, dan hembusan gas beracun. Namun, statusnya diturunkan menjadi normal pada Oktober 2013. Kemudian, kembali berstatus waspada pada Oktober 2017 dan mengalam erupsi tahun 2020.

2. Gunung Batutara

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Batutara (instagram.com/volcanoesintheworld)

Masih di NTT, Gunung Batutara yang juga disebut Pulau Komba terletak di Kabupaten Lembata di Laut Flores. Letaknya di tengah laut membuat gunung ini mirip Kilauea di Hawaii ketika menyemburkan lava pijar. Keunikannya tersebut menjadi daya tarik tersediri bagi kamu yang punya minat khusus.

Puncak gunung api ini berada pada ketinggian sekitar 470 mdpl atau 3.750 di atas dasar laut. Udah terbayang seberapa tingginya gunung ini, jika semua bagiannya berada di daratan? Sama seperti gunung laut umumnya di Indonesia, tidak ada penduduk yang bermukim di sini.

Peristiwa letusannya yang tercatat pertama kali pada 6 Oktober 1849. Terjadi gumpalan asap di kawah dan semburan lava pijar. Lava mengisi lembah-lembah sampai ke daerah pantai.

Aktivitas erupsi terbaru, tercatat pada 18-19 Maret 2007. Hembusan asap disertai abu vulkanik mencapai ketinggian 500-2000 m dari puncak. Letusan abu terus berlangsung hingga tahun 2009.

3. Gunung Raung

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Raung (twitter.com/yunaidijoepoet)

Selanjutnya ada Gunung Raung di Jawa Timur yang bertipe strato dengan kaldera. Gunung ini menjadi bagian administrasi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Ketinggiannya mencapai 3.332 mdpl dan menjadi salah satu puncak tertinggi di Jawa Timur.

Letusan pertama kali tercatat pada tahun 1586 dan diketahui adanya korban manusia. Letusan dahsyat diikuti dengan banjir besar dan aliran lahar terjadi tahun 1638. Aktivitas erupsi tebaru pada Februari 2021 lalu, ditandai dengan dentuman dan hujan abu vulkanik.

4. Gunung Slamet

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Slamet (twitter.com/SriMujiAstuti8)

Di Jawa Tengah terdapat Gunung Slamet yang memiliki tipe erupsi strombolian. Gunung ini secara administrasi menjadi bagian dari Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga. Memiliki ketinggian 3.432 mdpl dan bertipe strato.

Peristiwa erupsi pertama kali tercatat pada 11-12 Agustus 1772, berupa abu dan lava. Lama berselang, erupsi kembali terjadi pada Oktober 1825. Letusan Gunung Slamet berlangsung hingga beberapa minggu dan kurang dari satu bulan.

Sampai saat ini, erupsi terakhir terjadi pada September 2014 lalu. Mengakibatkan dentuman dan hujan pasir di wilayah Purwokerto. Gunung ini juga dianggap berpotensi meletus besar, setelah beberapa kali mengalami erupsi kecil.

5. Gunung Anak Krakatau

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Anak Krakatau (instagram.com/krakatau_ca_cal)

Kamu mungkin udah gak asing lagi dengan Gunung Krakatau yang punya sejarah panjang. Erupsi gunung tersebut dapat mengakibatkan gelombang pasang atau tsunami dan melontarkan material vulkanik. Sedangkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tercatat sejak lahirnya pada 11 Juni 1930 hingga 2000.

Erupsi Gunung Anak Krakatau kerap terjadi di danau kawah dan tercatat nyaris setiap tahun. Gunung api aktif ini, melontarkan material pijar dan asap, berlangsung setiap hari sampai saat ini. Intensitas erupsinya cukup tinggi, bertipe strombolian dan kadang diselingi tipe surtseyan.

Baca Juga: Ini 3 Lokasi Pengungsian Warga yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru 

6. Gunung Agung

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Agung (instagram.com/sashajuliard)

Gunung Agung terletak di Kabupaten Karangasem, Pulau Bali. Memiliki ketinggian 3.014 mdpl setelah letusan yang terjadi pada 1963 lalu. Letusan eksplosif kala itu mengakibatkan ribuan orang meninggal.

Sedangkan erupsi pertama kali tercatat tahun 1808 dengan melontarkan abu dan batu apung. Aktivitasnya kembali meningkat pada Agustus 2017 lalu, mengakibatkan perjalanan udara terganggu dan ribuan orang mengungsi. Setelah itu, terjadi penurunan aktivitas sampai Oktober 2017, sebelum kembali meningkat pada November di tahun yang sama.

Erupsi kembali terjadi pada tahun berikutnya dengan lontaran lava pijar hingga sejauh 2 km. Tinggi kolom abu mencapai 2.000 m di atas puncak.

7. Gunung Sinabung

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Sinabung (unsplash.com/yoshginsu)

Di bagian barat Indonesia pun terdapat gunung api dengan tipe erupsi strombolian, yakni Gunung Sinabung. Gunung api ini terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Ketinggiannya mencapai 2.460 mdpl.

Kegiatannya tidak banyak diketahui dan tidak terdapat dalam catatan sejarah serta literatur. Sebelum tahun 1600, aktivitas terakhir berupa muntahan batuan piroklastik serta aliran lahar yang mengalir ke arah selatan. Setelah itu, aktivitasnya tercatat kembali pada tahun 1912 dan 2010. Tahun 2010, terjadi beberapa kali letusan dan berubah dari tipe B menjadi tipe A.

Sejak saat itu, Gunung Sinabung kembali erupsi pada tahun 2013-2014, 2016, 2018, dan tahun-tahun berikutnya sampai 2021. Gunung ini kerap menyemburkan abu vulkanik setinggi ribuan meter, setiap kali erupsi. Selain itu, perlu diwaspadai datangnya lahar panas.

8. Gunung Semeru

8 Gunung Api Tipe Erupsi Strombolian di Indonesia, Ada SemeruGunung Semeru (dok. pribadi/Agus Harianto / AFP via twitter.com/AbdulsatarBoch1)

Gunung Semeru, gunung tertinggi di Jawa Timur yang mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Puncaknya yang dikenal dengan Mahameru memiliki ketinggian 3.676 mdpl. Sedangkan kubah lavanya disebut Jonggring Saloko.

Sejarah letusan gunung tersebut, pertama kali tercatat pada 8 November 1818. Letusan umumnya bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3-4 kali per jam. Kedua tipe letusan ini, masing-masing bersifat menghancurkan dan membentuk kubah serta lidah lava.

Bagaimana, sekarang sudah tahu, kan, gunung di Indonesia yang memiliki tipe erupsi strombolian? Meski tergolong eksplosif kecil, tapi tipe letusan ini bisa berlangsung lama. Bahkan, tidak dapat ditentukan kapan erupsi akan berakhir.

Sejumlah gunung api di Indonesia memiliki tipe erupsi berberbeda pada periode tertentu. Seperti halnya Gunung Semeru yang memiliki tipe erupsi vulaknian dan strimbolian. Sedangkan Gunung Anak Krakatau bisa bertipe erupsi strombolian diselingi surtseyan.

Baca Juga: Kronologi Erupsi Gunung Semeru dari Pos Gunung Sawur

Fatma Roisatin Nadhiroh Photo Verified Writer Fatma Roisatin Nadhiroh

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya