Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan dengan Indra Super yang Tidak Dimiliki Manusia

ilustrasi ular (pexels.com/Jeffry S.S.)
ilustrasi ular (pexels.com/Jeffry S.S.)
Intinya sih...
  • Ular memiliki pit organ untuk mendeteksi panas tubuh mangsa di kegelapan total.
  • Lebah dapat melihat cahaya ultraviolet untuk navigasi dan penanda nektar pada bunga.
  • Lumba-lumba menggunakan ekolokasi untuk membaca lingkungan perairan dan mencari mangsa.
  • Ngengat jantan memiliki indra penciuman ekstrem untuk mendeteksi feromon betina dari jarak beberapa kilometer.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Indra manusia memang cukup lengkap, namun kemampuan sensorik yang dimiliki tidak sebanding dengan sejumlah hewan yang dibekali dengan kepekaan luar biasa. Hewan-hewan yang ada ternyata bisa menangkap sinyal getaran, aroma, hingga gelombang yang sama sekali tidak bisa dirasakan oleh manusia tanpa adanya bantuan teknologi.

Dalam dunia biologi, ternyata kemampuan sensorik ekstrem ini telah berkembang khusus selama ribuan tahun. Berikut ini merupakan beberapa hewan yang dikenal dengan indra super yang tidak dimiliki manusia.

1. Ular

ilustrasi ular (pexels.com/Donald Tong)
ilustrasi ular (pexels.com/Donald Tong)

Ular memiliki organ khusus yang disebut sebagai pit organ, sehingga memungkinkan mereka untuk bisa mendeteksi panas tubuh dari makhluk lain, bahkan di tengah kegelapan total. Organ ini bekerja selayaknya kamera thermal yang dapat menangkap radiasi inframerah dari jarak tertentu.

Sensor panas yang ada membantu ular untuk menentukan lokasi mangsa yang sedang bersembunyi atau terluka dalam kondisi lingkungan yang cukup kompleks. Ternyata mereka bisa menyerang dengan presisi karena informasi suhu yang dapat membentuk gambaran kasar terkait bentuk tubuh mangsanya.

2. Lebah

ilustrasi ratu lebah (unsplash.com/Christoph)
ilustrasi ratu lebah (unsplash.com/Christoph)

Lebah memiliki kemampuan untuk bisa melihat cahaya ultraviolet, yaitu sesuatu yang mustahil dilihat oleh mata manusia tanpa alat bantu. Spektrum ultraviolet ini dapat membantu lebah untuk bisa mengenali pola khusus pada bunga yang berfungsi sebagai penanda nektar.

Penglihatan ultraviolet sangat memungkinkan lebah untuk memahami arah dan intensitas cahaya Matahari secara lebih detail. Kemampuan ini juga berperan penting untuk navigasi pada saat mereka terbang jauh dari sarangnya, sehingga bisa kembali dengan akurat, meski jaraknya berkilo-kilometer.

3. Lumba-lumba

ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Benni Fish)
ilustrasi lumba-lumba (pexels.com/Benni Fish)

Lumba-lumba kerap menggunakan sistem ekolokasi untuk bisa membaca lingkungan sekitar tanpa terus bergantung pada penglihatan. Mereka kerap memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang akan memantul pada saat mengenai objek, lalu pantulan tersebut bisa diterima kembali sebagai informasi yang detail.

Kemampuan lumba-lumba sangat berguna dalam perairan keruh, dimana mata manusia tentu tidak akan berfungsi sama sekali. Dengan ekolokasi yang ada, maka lumba-lumba bisa mencari mangsa menghindari predator hingga bernavigasi seperti radar hidup yang sangat akurat.

4. Ngengat

ilustrasi ngengat (inaturalist.org)
ilustrasi ngengat (inaturalist.org)

Beberapa spesies ngengat, khususnya ngengat jantan ternyata memiliki kepekaan penciuman ekstrem yang dapat mendeteksi adanya feromon betina dari jarak beberapa kilometer. Antena yang mereka miliki telah dilengkapi dengan reseptor kimia yang sangat sensitif, sehingga satu partikel aroma saja bisa terbaca.

Indra penciuman super yang dimiliki ngengat dapat memberikan keunggulan besar dalam proses reproduksi dalam gelap malam dan kondisi udara yang tidak stabil. Ternyata kemampuan tersebut bisa berfungsi dengan baik, sehingga membantu mereka untuk bertemu dengan pasangannya.

Hewan-hewan dengan indra super seolah membuktikan bahwa selalu ada cara untuk bertahan hidup di habitatnya yang ekstrem. Dari pendeteksi panas hingga radar alami, semuanya menunjukkan adaptasi yang mengagumkan untuk bisa bertahan hidup. Dengan mempelajari kemampuan yang ada, maka bisa memahami keragaman mekanisme biologis dari dunia fauna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Hewan dengan Indra Super yang Tidak Dimiliki Manusia

01 Jan 2026, 18:10 WIBScience