Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Safranbolu, Kota Bersejarah yang Masih Kental Nuansa Ottoman

5 Fakta Safranbolu, Kota Bersejarah yang Masih Kental Nuansa Ottoman
Kota Safranbolu, Turki (commons.wikimedia.org/Francesco Bandarin)
Intinya Sih
  • Safranbolu di wilayah Laut Hitam, Turki, dikenal sebagai kota bersejarah bergaya Ottoman yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO karena arsitekturnya tetap terjaga sejak abad ke-17.
  • Rumah tradisional Safranbolu mencerminkan budaya sosial Ottoman dengan desain besar, pembagian ruang gender, serta detail interior kayu dan furnitur multifungsi yang unik.
  • Kota ini terkenal dengan budidaya safron bernilai tinggi dan komitmen kuat menjaga keaslian bangunan bersejarah melalui pengawasan ketat serta dukungan pendidikan restorasi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Safranbolu terletak di wilayah Laut Hitam, Turki, sebagai area pemukiman yang memamerkan arsitektur asli era Ottoman. UNESCO menetapkan kota ini dalam daftar Warisan Dunia karena bentuk bangunannya tetap utuh selama ratusan tahun. Berjalan di antara gang sempitnya membawa pengunjung masuk ke suasana kejayaan jalur perdagangan sutra masa lalu.

Deretan rumah kayu bertingkat menyatu dengan alam perbukitan di sekelilingnya. Kawasan ini dulu menjadi titik singgah penting bagi kafilah dagang yang melintas antarwilayah. Kekayaan budaya terasa sangat kuat pada setiap sudut bangunan tua yang masih kokoh sampai sekarang. Penasaran? Mari telusuri fakta-fakta menarik yang membuat kota ini masih menyimpan kejayaan era Ottoman hingga kini.

1. Evolusi sejarah dari masa Romawi hingga Ottoman

Kota Safranbolu, Turki
Kota Safranbolu, Turki (commons.wikimedia.org/Francesco Bandarin)

Safranbolu menyimpan memori panjang dari berbagai penguasa yang pernah singgah di tanahnya. Dilansir laman Farout Turkey, kota ini berkembang pesat pada abad ke-17 saat menjadi pusat perdagangan utama di jalur sutra. Arus perdagangan tersebut membawa kemakmuran bagi penduduknya yang kemudian membangun rumah-rumah mewah dari batu bata lumpur, kayu, dan plester.

Penduduk kaya di masa lalu biasanya memiliki dua jenis rumah, termasuk rumah khusus untuk beristirahat saat musim dingin. Hingga tahun 1923, mayoritas penduduk kota ini merupakan warga keturunan Yunani sebelum terjadi pertukaran populasi besar-besaran. Peristiwa sejarah tersebut meninggalkan jejak unik pada bangunan kota, salah satunya Gereja St. Stephen yang dialihfungsikan menjadi Masjid Agung.

2. Tata ruang rumah tradisional pencerminan privasi

Kota Safranbolu, Turki
Kota Safranbolu, Turki (commons.wikimedia.org/Welat)

Rumah-rumah bergaya Ottoman di Safranbolu mencerminkan tatanan sosial masyarakat Turki pada abad ke-18 dan ke-19. Masih dari laman Farout Turkey, bangunan ini biasanya terdiri dari dua hingga tiga lantai dengan jumlah kamar mencapai 6 hingga 12 ruangan. Ukuran rumah yang besar dibuat khusus untuk menampung keluarga besar dengan pembagian area yang jelas antara laki-laki dan perempuan.

Setiap rumah memiliki tembok tinggi yang mengelilingi area taman agar perempuan bisa beraktivitas dengan bebas tanpa terlihat oleh orang luar. Interior rumah dilengkapi dengan detail kayu yang rumit, jendela luas, serta furnitur multifungsi seperti sedir atau bangku dinding yang bisa berubah menjadi tempat tidur. Keunikan lainnya adalah keberadaan lemari berputar yang digunakan untuk mengantar makanan antarruangan tanpa perlu terlihat oleh tamu di sisi lain.

3. Karakteristik iklim transisi yang unik

Kota Safranbolu, Turki
Kota Safranbolu, Turki (commons.wikimedia.org/Nevit Dilmen)

Kondisi alam di Safranbolu memiliki keistimewaan tersendiri karena berada di titik temu dua wilayah berbeda. Dilansir laman Republic of Türkiye Ministry of Culture and Tourism, iklim di kota ini merupakan perpaduan antara cuaca Laut Hitam dan Anatolia Tengah. Fenomena ini menciptakan variasi suhu yang sangat terasa bagi siapa pun yang menetap di wilayah tersebut.

Musim panas di Safranbolu cenderung terik, sedangkan musim dingin terasa sangat dingin menusuk tulang. Masa transisi pada musim semi dan musim gugur berlangsung cukup panjang dengan udara yang sejuk dan menyegarkan. Perbedaan cuaca yang ekstrem ini memengaruhi pola hidup masyarakat lokal dalam menjaga kenyamanan di dalam bangunan bersejarah mereka.

4. Budaya bercocok tanam emas merah

Kota Safranbolu, Turki
Kota Safranbolu, Turki (commons.wikimedia.org/Biologg)

Nama Safranbolu berkaitan erat dengan tanaman safron yang menjadi salah satu rempah termahal di dunia. Masyarakat Turki menyebutnya sebagai Safran, meskipun di banyak negara rempah ini lebih populer dengan sebutan Safron. Dilansir laman Euronews, sekitar 30 petani lokal saat ini masih aktif membudidayakan bunga safron yang telah mendapatkan sertifikat perlindungan geografis dari Uni Eropa. Rempah yang dijuluki sebagai "emas merah" ini memiliki manfaat luas mulai dari bumbu masakan, pewarna tekstil, hingga bahan kosmetik.

Wisatawan bisa mengunjungi perkebunan keluarga untuk melihat langsung proses panen bunga berharga ini. Selain safran, wilayah sekitar kota juga memiliki kekayaan alam berupa Ngarai Valla yang merupakan salah satu ngarai terdalam di dunia dengan ketinggian tebing mencapai 1.200 meter. Keberadaan jalur perdagangan sutra di masa lalu juga meninggalkan bangunan Cinci Han yang dulu berfungsi sebagai penginapan pedagang dan kini telah beralih fungsi menjadi hotel.

5. Komitmen pelestarian kawasan warisan dunia

Kota Safranbolu, Turki
Kota Safranbolu, Turki (commons.wikimedia.org/Hamdigumus)

Safranbolu diakui secara internasional sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO tahun 1994 karena pelestarian sejarah perkotaan dan alamnya yang luar biasa. Dilansir laman UNESCO, pengelolaan area bersejarah ini berada di bawah tanggung jawab pemerintah kota dengan pengawasan ketat dari dewan konservasi regional. Setiap upaya pemugaran fisik atau perubahan fungsi bangunan wajib mengantongi izin resmi untuk mempertahankan keaslian desain aslinya.

Pemerintah juga menerapkan zona penyangga guna memperkuat efektivitas perlindungan situs dari ancaman pembangunan modern. Dana untuk perawatan dan perlindungan kawasan ini sebagian besar bersumber dari pendapatan sektor pariwisata yang dikelola secara terpadu. Keberadaan sekolah kejuruan restorasi serta keterlibatan universitas setempat memberikan dukungan teknis yang berkelanjutan agar warisan era Ottoman ini tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Safranbolu jadi salah satu contoh kota yang masih menjaga warisan masa lalunya tanpa harus tertinggal oleh perkembangan zaman. Bangunan-bangunan tuanya tetap berdiri dan memberi gambaran jelas tentang kehidupan di era Ottoman. Berjalan di kota ini terasa seperti menyusuri sejarah yang masih hidup sampai sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More