Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Mitos Seputar Pink Moon 2026, Ada yang Kamu Percaya?

3 Mitos Seputar Pink Moon 2026, Ada yang Kamu Percaya?
ilustrasi pink moon (pexels.com/Ben Mack)
Intinya Sih
  • Fenomena pink moon April 2026 sering disalahartikan berwarna merah muda, padahal namanya berasal dari bunga phlox yang mekar di musim semi, bukan dari warna Bulan itu sendiri.
  • Mitos bahwa pink moon membawa bencana atau energi negatif dibantah oleh NASA; fase purnama hanyalah perubahan posisi Bumi, Bulan, dan Matahari tanpa efek ekstrem bagi alam.
  • Penelitian menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa pink moon memengaruhi emosi atau perilaku manusia secara ekstrem; pengaruhnya lebih pada cahaya terang yang bisa mengganggu tidur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fenomena pink moon yang terjadi di awal April 2026 menarik perhatian banyak orang dan memunculkan berbagai pertanyaan. Tak sedikit yang penasaran dengan arti di balik nama pink moon serta dampaknya bagi Bumi. Mitos soal pertanda tertentu pun kerap muncul dan dikaitkan dengan kemunculan bulan purnama ini. 

Di tengah popularitasnya, beragam anggapan berkembang dan dipercaya secara luas oleh masyarakat. Padahal, fenomena pink moon sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah melalui sains atau astronomi. Lalu, apa saja mitos yang sering dikaitkan dengan pink moon? Yuk, bahas satu persatu!

1. Mitos: pink moon berwarna merah muda di langit

ilustrasi pink moon
ilustrasi pink moon (unsplash.com/Michael Hamments)

Banyak orang mengira pink moon akan terlihat berwarna merah muda di langit malam. Padahal, anggapan ini tidak benar dan termasuk salah satu mitos yang cukup populer. Faktanya, diilansir The Old Farmer’s Almanac, istilah pink moon tidak berasal dari warna Bulan itu sendiri.

Sebaliknya, penamaan tersebut diambil dari bunga musim semi bernama phlox yang berwarna merah muda dan mekar pada waktu yang sama di bulan April. Secara visual, Bulan tetap terlihat putih, kekuningan, atau kadang oranye tergantung kondisi atmosfer. Jadi, pink moon tidak benar-benar berubah warna menjadi merah muda di langit.

2. Mitos: pink moon membawa bencana atau energi negatif

ilustrasi pink moon
ilustrasi pink moon (unsplash.com/Emma)

Sebagian orang percaya bahwa pink moon dapat membawa bencana atau energi negatif bagi Bumi. Padahal, anggapan ini tidak memiliki dasar ilmiah dan termasuk mitos yang berkembang di masyarakat. Mengutip dari NASA, fase Bulan seperti purnama hanya merupakan perubahan tampilan Bulan akibat posisi relatif antara Bumi, Bulan, dan Matahari.

Artinya, tidak ada energi tambahan atau kekuatan khusus yang muncul hanya karena Bulan berada dalam fase tertentu. Fase Bulan juga tidak menyebabkan peristiwa ekstrem seperti gempa atau bencana alam. Dengan demikian, pink moon hanyalah fenomena bulan purnama biasa yang terjadi secara rutin tanpa membawa dampak berbahaya.

3. Mitos: pink moon memengaruhi emosi dan perilaku manusia secara ekstrem

ilustrasi pink moon
ilustrasi pink moon (unsplash.com/Nikola Tomasic)

Karena fenomena pink moon terdengar unik dan menarik, sebagian orang mengaitkannya dengan perubahan emosi dan perilaku manusia. Anggapan ini sudah ada sejak lama dan sering dikaitkan dengan istilah lunar effect. Namun, mengutip dari Healthline, sebagian besar penelitian tidak menemukan hubungan signifikan antara fase Bulan dengan perubahan perilaku atau kondisi mental manusia.

Studi juga menunjukkan tidak ada peningkatan kasus gangguan mental atau kejadian ekstrem saat bulan purnama berlangsung. Meski begitu, cahaya Bulan yang lebih terang memang bisa sedikit memengaruhi kualitas tidur pada sebagian orang. Jadi, perubahan emosi yang dirasakan kemungkinan lebih dipengaruhi faktor lain, bukan karena pink moon.

Pink moon sejatinya hanyalah fenomena bulan purnama yang terjadi dalam siklus alami Bulan tanpa membawa dampak khusus. Berbagai anggapan yang beredar lebih banyak berasal dari mitos yang tidak didukung penjelasan ilmiah. Dari beberapa mitos di atas, apakah ada yang kamu percaya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More