Jalur totalitas akan membentang dari Spanyol—bagian selatan negara tersebut—melintasi Afrika Utara dan masuk ke Timur Tengah. Meskipun Spanyol menawarkan suasana Eropa, banyak pemburu gerhana mengincar destinasi seperti Tunisia dan Mesir karena durasi totalitas yang sangat lama dan peluang langit cerah yang sangat tinggi.
Luxor, khususnya, telah menjadi titik fokus. Dengan situs-situs kuno seperti Kuil Karnak dan Lembah Para Raja di dekatnya, kota ini menawarkan latar belakang yang menakjubkan. Risiko awan lebih rendah daripada risiko badai debu.
Namun, sekali lagi, ada pro dan kontra. Perjalanan ke Afrika Utara atau Timur Tengah mungkin memerlukan perencanaan yang lebih matang, biaya yang lebih tinggi dan perjalanan yang lebih lama.
Antrean panjang untuk mengikuti tur terorganisir ke Luxor membuatnya menjadi sangat mahal, dan saat ini, hampir mustahil. Hambatan lain yakni musim panas ekstrem yang perlu diwaspadai (suhu rata-rata tertinggi di siang hari di sana yang mencapai 41 derajat C) menambah tantangan dalam persiapan.