ilustrasi kukang jawa (unsplash.com/Roi Dimor)
Kita sering mendengar istilah “Siapa cepat, dia dapat” atau ungkapan yang bermakna mereka yang bergerak cepat adalah yang akan berhasil dan menang. Tapi hal tersebut tidak berlaku bagi kukang jawa (Nycticebus javanicus).
Ketika sebagian besar mamalia akan berlari saat melihat ancaman predator, primata malam ini justru melakukan sebaliknya. Ia akan membeku dan diam di tempat. Seolah ia sudah pasrah dan menyerahkan keselamatannya pada takdir.
Namun, strategi tersebut bukanlah strategi pasrah. Dilansir Yayasan IAR Indonesia, kukang tidak dibekali oleh sistem metabolisme dan gerakan yang cepat. Ia tahu bahwa melarikan diri akan sia-sia. Maka dari itu, ia memilih untuk diam, berkamuflase di antara dedaunan yang menyatu dengan rambut tubuhnya. Dengan begitu, ia justru sulit terlihat oleh predator malam yang sangat mengandalkan gerakan mangsanya.
Alam liar mengajarkan kita bahwa bertahan hidup tidak selalu tentang siapa yang paling vokal, kuat, atau agresif. Terkadang, memilih untuk menurunkan ego dan menyerah justru keputusan paling bijaksana untuk memperbaiki situasi.