Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Siklus Hidup Kucing, Mulai Anak Kucing hingga Senior

Siklus Hidup Kucing, Mulai Anak Kucing hingga Senior
ilustrasi kucing (pexels.com/Paweł Jankowski)
Intinya Sih
  • Siklus hidup kucing terbagi empat tahap: anak kucing, remaja, dewasa, dan senior, masing-masing dengan kebutuhan kesehatan serta perilaku yang berbeda.
  • Pada tiap tahap, pemilik perlu memperhatikan pola makan, vaksinasi, olahraga, dan pemeriksaan rutin agar kucing tetap sehat dan terhindar dari penyakit serius.
  • Kucing senior memerlukan perhatian ekstra karena rentan terhadap penurunan massa otot dan penyakit kronis; pemeriksaan ke dokter hewan disarankan minimal setiap enam bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tak seperti kupu-kupu atau katak, siklus hidup kucing tidak mengalami perubahan bentuk tubuh yang signifikan. Namun tetap ada perbedaan, mulai dari kebiasaan hingga perilaku sehari-hari. Perubahan perilaku dan kebiasaan ini perlu diawasi karena bisa jadi ada gangguan kesehatan yang mengancam.

Untuk itu, pemilik kucing harus lebih perhatian agar kucing tetap sehat dan bahagia. Setidaknya ada empat tahap pertumbuhan dalam siklus hidup kucing. Untuk lebih memahami pertumbuhannya, berikut ini siklus hidup kucing mulai dari anak kucing hingga senior.

1. Anak kucing (0-1 tahun)

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Serhat Başkan)

Anak kucing merupakan sebutan untuk kucing baru lahir hingga usia satu tahun. Kebutuhan pertama untuk kucing yang baru lahir adalah pemeriksaan oleh dokter hewan. Tujuannya untuk mengetahui jenis ras dan pemeriksaan sejak dini. Utamanya terkait jenis perawatan kesehatan yang cocok, masalah genetik hingga risiko penyakit yang nantinya mungkin bisa muncul. 

Selain itu, usia ini juga tepat untuk menentukan pola makan yang tepat mulai jumlah makanan hingga frekuensi makan harian. Perkenalan beragam jenis rasa dan tekstur makanan bisa dilakukan secara bertahap. Serta pemberian kebutuhan pendukung seperti vitamin, susu pertumbuhan dan vaksin FCV, FHV-1,FPV, rabies.

Tak hanya masalah kesehatan dan pola makan, tahap ini ideal untuk pengenalan sosial dan pembiasaan perilaku. Mulai dari pembiasaan potong kuku, sikat gigi dan kuku, serta adaptasi kandang dan transportasi ke klinik. Serta pengajaran respon seperti datang atau duduk. Hal yang cukup penting, hindari penggunaan tangan atau kaki saat bermain untuk mencegah perilaku agresif di kemudian hari.

2. Remaja (1-7 tahun)

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/Pixabay)

Melewati usia satu tahun, tahap perkembangan selanjutnya adalah kucing remaja dengan usia 1-7 tahun. Berbeda dengan anak kucing, kucing remaja tidak membutuhkan terlalu banyak kalori. Kucing remaja lebih membutuhkan keseimbangan pola makan dan waktu bermain/olahraga yang cukup. Berdasarkan penelitian yang dikutip AAHA, olahraga 10-15 menit per hari dapat menurunkan berat badan sebanyak 1% dalam 1 bulan tanpa membatasi makanan. 

Keseimbangan pola makan dan waktu olahraga berhubungan dengan penyakit yang diderita kucing di kemudian hari. Pola makan terlalu banyak bisa menyebabkan diabetes hingga penyakit jantung. Untuk itu, lebih baik lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar penyakit bisa dicegah sejak dini. Selain pemeriksaan rutin, kucing remaja juga harus divaksin ulang 12 bulan. 

Tak hanya pola makan dan kebiasaan yang berubah, interaksi kucing remaja juga berbeda. Namun, yang penting diingat adalah jangan menyemprot kucing dengan air atau hukuman fisik lain. Hal ini untuk mencegah kucing bersikap agresif di kemudian hari.

3. Dewasa (8-11 tahun)

Ilustrasi kucing bermain air
Ilustrasi kucing bermain air (pexels.com/Helena Jankovičová Kováčová)

Kucing dewasa adalah kucing yang berusia 8-11 tahun. Saat kucing sudah masuk usia dewasa, jenis perawatan juga berbeda terutama jenis makanan. Kucing dewasa harus diberi makanan dengan kandungan protein lebih tinggi agar tidak kehilangan massa otot. Sebaiknya, makanan yang diberikan pada kucing dewasa mengandung protein minimal 30-45%.

 Selain perubahan makanan, perilaku kucing dewasa juga akan berbeda. Mulai dari nafsu makan yang berkurang, konsumsi air hingga kebiasaan buang air di kotak pasir. Beberapa kucing dewasa menolak buang air di kotak pasir. Jika hal itu terjadi segera cari tahu penyebabnya untuk mendapatkan solusi yang tepat.

4. Senior (Di atas 12 tahun)

ilustrasi kucing
ilustrasi kucing (pexels.com/ArWeltAtty)

Kucing senior yang berusia di atas 12 tahun bisa disamakan dengan manusia yang usianya 60 tahun. Akan banyak perubahan, mulai dari perubahan perilaku seperti kurang aktif bergerak dan lebih banyak bersuara. Perubahan lainya adalah perubahan kebiasaan ini juga bisa diindikasikan adanya gangguan kesehatan.

Gangguan kesehatan yang menghantui kucing senior seperti penurunan massa otot, penyakit ginjal, osteoartritis hingga hipertiroidisme. Untuk itu, untuk kucing senior sangat disarankan untuk ke dokter hewan secara teratur minimal enam bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyakit parah lainnya.

Itu adalah siklus hidup kucing yang wajib dipahami pemilik kucing. Perubahan perilaku menjadi indikator awal pertumbuhan kucing. Jika merasa kesulitan memahami kucing peliharaan, sebaiknya segera ke klinik hewan untuk melakukan konsultasi mulai dari kesehatan hingga perubahan perilaku. 

Referensi

"2021 AAHA/AAFP Feline Life Stage Guidelines". The Standard of Veterinary Excellence. Diakses Juli 2026.

"Health Care Checklists". The Cat Hospital. Diakses Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More