5 Fakta Monyet Moor, Primata Endemik Sulawesi Selatan Terancam Punah

- Monyet moor adalah primata endemik Sulawesi Selatan yang hidup di berbagai habitat, mulai dari hutan lembap hingga dekat pemukiman manusia dengan ciri fisik menyerupai moncong anjing.
- Hewan ini berperilaku sosial dalam kelompok besar 15–40 ekor, memiliki sistem reproduksi teratur, serta komunikasi kompleks untuk koordinasi dan perlindungan dari predator seperti ular.
- Populasi monyet moor terus menurun akibat hilangnya habitat dan konflik dengan manusia, membuatnya masuk daftar terancam punah menurut IUCN dengan sisa populasi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Monyet moor adalah jenis monyet makaka yang endemik di Sulawesi Selatan membentang dari Bontobahari di ujung selatan semenanjung ke utara hingga Cekungan Tempe.
Monyet moor hidup di ketinggian 2.000 m di lereng Gunung Latimojong. Habitat lainnya seperti hutan gugur lembap, hutan daratan rendah lembap, hutan karst, karst menara sebuah puncak batu kapur dengan tinggi 300 m, padang rumput bahkan kedapatan muncul di dekat pemukiman manusia.
Ciri fisik, perilaku unik, kehidupan sosial bahkan status konservasinya bakal dibahas lewat artikel ini. Simak.
1. Ciri fisik monyet moor

Untuk jantan, panjangnya kisaran 69 cm, ekornya 7 cm dan berat 10 kg. Sedangkan betina panjangnya 59 cm, ekor 4cm dan berat 7 kg. Penampilan monyet moor: bulunya coklat gelap hingga hitam dan bercak pantat berwarna abu-abu coklat pucat.
Monyet moor menonjolkan alis, mahkota rambut yang rata dengan bentuk moncong sedikit memanjang sehingga menyerupai moncong anjing. Oleh karena itu, mereka juga kadang disebut kera anjing. Beberapa monyet moor menunjukkan bercak-bercak putih di sekitar mata, kepala dan punggung.
2. Monyet moor si penyuka buah

Monyet moor pada dasarnya adalah pemakan buah khususnya buah ara sebagai menu makanan utama. Buah ara sangat melimpah di Cagar Alam Karaenta. Buah lain kesukaan monyet moor meliputi rao, pangi, bakan dan buah di pohon Binkuru.
Meskipun banyak memakan buah-buahan, faktanya monyet moor ini adalah omnivora yang mengonsumsi serangga, daun dan tumbuh-tumbuhan herba terutama selama musim kemarau ketika ketersediaan buah menurun.
3. Sistem reproduksinya

Betina memiliki siklus reproduksi sekitar 36 hari yang menunjukkan semacam pembengkakan seksual berukuran besar berwarna merah muda muda di perineum yang berlangsung dua belas hari per siklus. Pembengkakan seksual muncul ketika betina berusia 4-6 tahun.
Betina sendiri melahirkan biasanya antara usia 6 dan 7 tahun, kehamilan berdurasi 196 hari dan cenderung melahirkan satu bayi saja. Anak yang sudah besar seperti jantan, akan meninggalkan kelompok tempat kelahirannya. Sementara betina akan tetap berada di kelompok kelahirannya. Monyet moor dapat hidup hingga 28 tahun.
4. Kehidupan sosial monyet moor

Satu kawanan monyet moor terdiri dari banyak jantan dan betina dari 15-40 ekor. Kumpulan betina dalam kawanan ini disebut filopatri betina yang berada di dalam kelompok sepanjang hidupnya.
Sebaliknya para jantan pergi meninggalkan kawanan dan menyebar ke mana-mana sekitar usia 7-9 tahun. Tujuannya sangat baik karena mencegah adanya perkawinan sedarah. Kelompok berisi khusus betina mampu menjaga hubungan agar tetap harmonis sehingga konflik biasanya ringan atau jarang terjadi.
Dalam suatu kawanan monyet moor, jantan memimpin interaksi antar kelompok. Ketika wilayah jelajah masing-masing kelompok saling tumpang tindih, setiap kelompok berkonfrontasi untuk mempertahankan wilayahnya.
Bermain dengan saling menggigit adalah kegiatan sosial kegemaran monyet moor. Mereka lebih suka bermain daripada merawat diri di mana banyak jumlah monyet yang berpatisipasi, lho. Monyet moor tak keberatan melakukan kontak dengan manusia saat berada di sepanjang jalan untuk mencari makanan.
Monyet Moor saling berkomunikasi dengan beragam vokal: gonggongan, geraman, suara lembut dan jeritan. Ini digunakan untuk berbagai konteks: koordinasi kelompok, negosiasi sosial dan respon terhadap gangguan.
Ular adalah predator umum bagi monyet moor. Mereka menggunakan kelebihan komunikasinya untuk memberi sinyal koordinasi kepada sesamanya untuk menarik anggota kelompok agar bersama-sama melawan sang ular.
5. Monyet moor terancam punah

Dilansir neprimateconservancy, penurunan populasi drastis terjadi selama bertahun-tahun. Penyebabnya terdiri dari berbagai ancaman meliputi perluasan pemukiman yang melumat habis habitat hutan mereka.
Lantaran habitat hutan sudah tidak ada, monyet moor memilih tinggal di kawasan pertanian. Sayangnya, monyet sering diracuni dan dijebak saat mengunjungi pertanian. Semua faktor ini membuat populasi monyet moor menyusut. IUCN menyatakan monyet moor sebagai terancam punah.
Monyet moor pertama kali dideskripsikan oleh ilmuwan bernama Heinrich Rudolf Schinz pada 1825. Saat ini sisa populasi monyet moor salah satunya berada di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Apa kamu mau mengunjungi monyet moor di Sulawesi Selatan?




![[QUIZ] Kami Tahu Ras Kucing yang Paling Cocok dengan Sifat Asli Kamu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260709/mikhail-vasilyev-nodtncsldte-unsplash_da55831f-4648-46c2-b830-88871a72c318.jpg)














