Referensi
Almanac. Diakses pada Juli 2026. Why Do Stars Twinkle (and Why Planets Don’t)?
Astronoo.com. Diakses pada Juli 2026. Bright Planets, Twinkling Stars: The Art of Recognizing Them
Earth Sky. Diakses pada Juli 2026. Why Do Stars Twinkle, but Planets Don’t?
Kenapa Bintang Berkedip tetapi Planet Tidak?

- Bintang tampak berkedip karena cahaya mereka melewati atmosfer Bumi yang tidak stabil, menyebabkan pembelokan cahaya berubah-ubah dan menciptakan efek berkelap-kelip di langit malam.
- Planet terlihat lebih stabil karena ukurannya di langit berupa cakram kecil, sehingga pembelokan cahaya dari berbagai bagian saling meniadakan efek kedipan.
- Dari luar atmosfer Bumi, baik bintang maupun planet akan tampak bersinar stabil tanpa kedipan, menjelaskan mengapa teleskop luar angkasa menghasilkan gambar lebih tajam.
Pernahkah kamu memperhatikan langit malam dan melihat bintang yang tampak berkedip-kedip seperti lampu kecil di kejauhan? Sementara, planet seperti Venus atau Jupiter biasanya justru terlihat bersinar dengan cahaya yang lebih tenang dan stabil. Padahal, jika dilihat sekilas, keduanya sama-sama tampak seperti titik cahaya di langit.
Perbedaan ini ternyata bukan karena bintang sengaja berkedip atau planet memiliki cahaya yang lebih stabil. Penyebab utamanya justru berasal dari atmosfer Bumi yang dilalui cahaya sebelum mencapai mata kita. Cara atmosfer memengaruhi cahaya bintang dan planet ternyata berbeda, sehingga menghasilkan penampilan yang berbeda pula di langit malam. Fenomena sederhana ini menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana lingkungan di sekitar Bumi dapat memengaruhi apa yang kita lihat di luar angkasa.
1. Bintang sebenarnya tidak berkedip
Bintang berada sangat jauh dari Bumi, bahkan bintang terdekat sekalipun berjarak triliunan kilometer dari kita. Karena jaraknya yang luar biasa jauh, mata manusia melihat bintang hanya sebagai satu titik cahaya yang sangat kecil. Saat cahaya dari bintang tersebut melakukan perjalanan menuju Bumi, cahaya itu harus melewati lapisan atmosfer yang tidak pernah benar-benar tenang. Atmosfer kita dipenuhi oleh kantong-kantong udara dengan suhu, tekanan, dan kepadatan yang berbeda-beda.
Setiap lapisan udara ini membelokkan cahaya dengan cara yang sedikit berbeda. Karena kondisi atmosfer terus berubah setiap saat, arah pembelokan cahaya juga berubah-ubah dengan cepat. Akibatnya, cahaya bintang tampak sesekali lebih terang, lebih redup, atau bahkan sedikit berubah warna. Fenomena inilah yang membuat bintang terlihat seperti sedang berkedip atau berkelap-kelip di langit malam. Dalam dunia astronomi, efek ini dikenal sebagai atmospheric scintillation.
2. Planet terlihat lebih stabil karena bentuknya berbeda di mata kita
Lantas kenapa planet tidak mengalami hal yang sama? Jawabannya ada pada ukuran tampak planet di langit. Meski terlihat seperti titik kecil, planet sebenarnya tampak sebagai cakram mini, bukan satu titik cahaya tunggal seperti bintang.
Artinya, cahaya dari berbagai bagian permukaan planet memasuki atmosfer melalui jalur yang sedikit berbeda. Sebagian cahaya mungkin dibelokkan ke kiri, sementara bagian lain dibelokkan ke kanan. Karena pembelokan tersebut terjadi secara acak dari banyak bagian sekaligus, efeknya saling meniadakan sehingga cahaya planet terlihat jauh lebih stabil. Itulah sebabnya planet biasanya bersinar dengan cahaya yang tenang dan konstan dibandingkan bintang yang tampak menari-nari di langit.
3. Meski begitu, planet kadang juga bisa tampak berkedip

Jika kamu pernah melihat planet yang terlihat berkelap-kelip, bukan berarti matamu salah melihat. Planet memang masih bisa terlihat sedikit bergetar atau berkilau, terutama ketika posisinya dekat dengan cakrawala. Pada posisi ini, cahaya dari planet harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal sebelum mencapai mata kita. Semakin banyak atmosfer yang dilewati, semakin besar pula gangguan yang dialami cahaya tersebut.
Namun, efeknya biasanya tetap jauh lebih lemah dibandingkan kedipan dramatis yang sering ditunjukkan oleh bintang. Planet terang seperti Venus atau Jupiter sering menjadi contoh yang mudah diamati karena keduanya cenderung bersinar stabil meski sangat terang.
4. Kalau diamati dari luar angkasa, bintang tidak akan berkedip
Hal menarik lainnya adalah fenomena ini sepenuhnya disebabkan oleh atmosfer Bumi, bukan oleh objek langit itu sendiri. Jika seorang astronaut mengamati bintang dari luar atmosfer, misalnya dari teleskop di luar angkasa, maka baik bintang maupun planet akan terlihat bersinar dengan stabil tanpa efek berkedip.
Inilah salah satu alasan mengapa teleskop luar angkasa mampu menghasilkan gambar yang jauh lebih tajam dibandingkan teleskop di permukaan Bumi. Para astronom bahkan mengembangkan teknologi khusus seperti adaptive optics untuk mengurangi gangguan atmosfer saat mengamati alam semesta dari darat.
5. Bayangkan seperti melihat lampu melalui air yang bergerak
Cara paling mudah memahami fenomena ini adalah dengan membayangkan sebuah lampu jalan yang dilihat melalui permukaan air yang bergelombang. Jika lampunya hanya berupa satu titik kecil, bentuknya akan mudah berubah-ubah sehingga terlihat seperti bergerak atau berkedip.
Sebaliknya, jika objeknya lebih besar seperti koin bercahaya, perubahan kecil di satu bagian tidak akan terlalu memengaruhi keseluruhan gambar. Bintang mirip dengan lampu kecil tersebut, sedangkan planet lebih menyerupai koin bercahaya.
Singkatnya, bintang terlihat berkedip karena cahaya mereka datang dari satu titik yang sangat kecil dan mudah dipengaruhi oleh turbulensi atmosfer Bumi. Sementara itu, planet berada jauh lebih dekat sehingga tampak sebagai cakram kecil. Jadi, jika kamu melihat langit malam dan menemukan cahaya yang berkelap-kelip, kemungkinan besar itu adalah bintang. Jika cahayanya terang dan tampak tenang tanpa banyak berkedip, besar kemungkinan kamu sedang melihat sebuah planet.




















