Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hujan Meteor di Langit November 2026, Catat Jadwalnya!

3 min read
4 Hujan Meteor di Langit November 2026, Catat Jadwalnya!
ilustrasi hujan meteor (pexels.com/Georgios Tsatas)
  • Empat hujan meteor akan menghiasi langit November 2026: Taurid Utara, Leonid, Alpha Monocerotid, dan Orionid November, dengan periode aktif serta puncak yang berbeda.
  • Taurid Utara dipuncaki 12 November, Leonid 18 November dengan perkiraan 15 meteor per jam, Alpha Monocerotid 21–22 November, serta Orionid November 28 November.
  • Pengamatan terbaik dilakukan pada jam malam hingga dini hari dari lokasi minim polusi cahaya, langit terbuka, dan cuaca cerah; jumlah meteor terlihat bergantung kondisi pengamatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Salah satu fenomena astronomi yang bisa diamati dengan mata telanjang adalah hujan meteor. Fenomena ini hampir bisa diamati setiap bulan, dengan nama, periode aktif, dan waktu puncak yang berbeda-beda. Pada November 2026, ada beberapa hujan meteor yang masih aktif maupun mencapai puncak aktivitasnya.

Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu dan puing-puing yang ditinggalkan komet atau asteroid, lalu partikel-partikel tersebut terbakar saat memasuki atmosfer. Setiap hujan meteor memiliki periode aktivitas dan intensitas yang berbeda, sehingga jumlah meteor yang terlihat juga tidak selalu sama. Mengutip dari NASA, sebagai contoh, hujan meteor Leonid berlangsung pada 6–30 November 2026 dan diperkirakan mencapai puncak pada malam 16–17 November.

Adapun, berikut jadwal 4 hujan meteor November 2026 yang menarik untuk diamati. Catat waktu puncaknya, yuk!

  1. 1. Hujan meteor Taurid Utara (12 November)

    ilustrasi hujan meteor Taurid Utara
    ilustrasi hujan meteor Taurid Utara (unsplash.com/Flook)

    Hujan meteor Taurid Utara adalah fenomena astronomi yang aktif pada 20 Oktober—10 Desember 2026. Puncaknya diperkirakan berlangsung pada 12 November 2026. Hujan meteor ini berasal dari puing-puing yang ditinggalkan Komet 2P/Encke ketika melintasi ruang angkasa.

    Mengutip dari Royal Observatory Greenwich, Bumi mengalami hujan meteor Taurid Utara ketika melintasi awan puing-puing komet tersebut. Dilansir In-the-Sky, hujan meteor Taurid Utara dapat diamati mulai pukul 18.28—05.00 WIB, dengan waktu terbaik pengamatan sekitar pukul 00.00–01.00 WIB. Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang lebih baik, pilih lokasi yang minim polusi cahaya, pastikan cuaca cerah, dan amati langit dengan mata telanjang.

  2. 2. Hujan meteor Leonid (18 November)

    ilustrasi hujan meteor Leonid
    ilustrasi hujan meteor Leonid (unsplash.com/Han Mo)

    Hujan meteor Leonid merupakan fenomena astronomi tahunan yang aktif pada 6–30 November 2026. Dilansir NASA, hujan meteor ini berasal dari puing-puing Komet 55P/Tempel-Tuttle yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar bak kilatan cahaya api. Puncak aktivitasnya diperkirakan terjadi pada 18 November 2026, dengan intensitas sekitar 15 meteor per jam dalam kondisi ideal.

    Mengutip dari In-the-Sky, hujan meteor Leonid dapat diamati mulai sekitar pukul 00.20—05.00 WIB. Waktu terbaik untuk menyaksikannya diperkirakan menjelang fajar, ketika titik radiannya di rasi Leo berada lebih tinggi di langit. Untuk mendapatkan pengamatan yang optimal, pilih lokasi minim polusi cahaya dan pastikan langit benar-benar gelap.

  3. 3. Hujan meteor Alpha Monocerotid (21-22 November)

    ilustrasi hujan meteor Alpha Monocerotid
    ilustrasi hujan meteor Alpha Monocerotid (unsplash.com/Batu Geser)

    Hujan meteor Alpha Monocerotid adalah hujan meteor minor yang aktif pada 15–25 November 2026. Dilansir In-the-Sky, fenomena ini diperkirakan mencapai puncak pada 21 November 2026. Namun, untuk wilayah Indonesia, puncak aktivitasnya diperkirakan terjadi pada 22 November sekitar pukul 07.00 WIB.

    Kendati demikian, jangan khawatir karena hujan meteor ini dapat diamati sekitar pukul 21.39—05.01 WIB selama periodenya masih berlangsung. Waktu terbaik untuk mengamatinya yaitu sekitar pukul 04.00 WIB, ketika titik radian (kemunculan hujan meteor) di rasi Canis Minor berada pada posisi tertinggi. Pilihlah lokasi yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit terbuka agar meteor minor ini lebih mudah terlihat.

  4. 4. Hujan meteor Orionid November (28 November)

    ilustrasi hujan meteor Orionid November
    ilustrasi hujan meteor Orionid November (pixabay.com/TheOtherKev)

    Hujan meteor Orionid November aktif pada 13 November—6 Desember 2026. Mengutip dari International Meteor Organization (IMO), hujan meteor ini diperkirakan mencapai puncak pada 28 November 2026. Dilansir In-the-Sky, fenomena tersebut dapat diamati mulai pukul 19.34—05.02 WIB.

    Adapun, waktu terbaik untuk mengamatinya diperkirakan sekitar pukul 01.00 WIB, ketika titik kemunculannya di rasi Orion berada pada posisi tertinggi di langit. Saat mencapai puncaknya, hujan meteor ini diperkirakan menghasilkan sekitar tiga meteor per jam dalam kondisi pengamatan ideal. Jumlah meteor yang terlihat secara langsung bisa lebih sedikit, bergantung pada kondisi cuaca, kecerahan langit, dan polusi cahaya.

    Keempat hujan meteor di atas memiliki jadwal puncak dan waktu pengamatan yang berbeda sepanjang November 2026. Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang lebih baik, pilih lokasi yang minim polusi cahaya dan pastikan cuaca cerah. Dari empat meteor tersebut, kamu tertarik mengamati yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More