Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Planet yang Punya Nuansa Langit Merah, Bukan Cuma Mars

3 min read
3 Planet yang Punya Nuansa Langit Merah, Bukan Cuma Mars
ilustrasi lanskap planet Mars. (unsplash.com/Daniele Colucci)
  • Warna langit dipengaruhi kondisi atmosfer; di Bumi, asap kebakaran hutan dapat membuat langit tampak merah atau jingga, terutama saat Matahari terbit dan terbenam.
  • Venus memiliki atmosfer karbon dioksida tebal dan awan asam sulfat yang dalam citra dapat bernuansa kuning, oranye, hingga kemerahan, bergantung pengambilan serta pengolahan gambar.
  • Jupiter menampilkan nuansa merah melalui Great Red Spot dan pita awan, sementara debu atmosfer Mars membuat langit siangnya jingga-kemerahan dan area sekitar Matahari terbenam kebiruan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Langit berwarna merah bukan hanya bisa muncul dalam gambaran planet lain, tetapi juga pernah terlihat di Bumi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghasilkan asap tebal. Partikel asap yang berinteraksi dengan cahaya Matahari dapat membuat langit tampak kemerahan atau jingga, terutama saat Matahari terbit dan terbenam. Fenomena ini menunjukkan bahwa kondisi atmosfer dapat memengaruhi warna langit yang kita lihat.

Di luar Bumi, Mars sudah lama dikenal sebagai planet merah karena permukaannya kaya akan material yang mengandung besi dan mengalami oksidasi. Namun, warna langit di planet lain tidak selalu sama dengan yang terlihat di Bumi, sebab setiap planet memiliki karakteristik atmosfer yang berbeda. Lalu, apakah Mars benar-benar satu-satunya planet yang memiliki nuansa langit merah? Berikut beberapa planet yang bisa jadi tandingan Mars.

  1. 1. Venus

    citra Venus dari wahana antariksa Mariner 10
    citra Venus dari wahana antariksa Mariner 10 (dok. NASA)

    Venus memiliki atmosfer tebal yang membuat penampakannya berbeda dari planet lain. Dilansir NASA, atmosfer Venus sebagian besar terdiri atas karbon dioksida, sedangkan awannya mengandung tetesan asam sulfat. Dalam sejumlah citra, awan Venus dapat terlihat memiliki nuansa kuning, oranye, hingga kemerahan, bergantung pada cara gambar diambil dan diolah.

    Warna-warna tersebut membuat Venus menarik ketika membahas planet dengan nuansa merah atau oranye. Namun, warna awan yang terlihat dari luar angkasa tidak selalu sama dengan warna langit yang akan dilihat seseorang jika berada di permukaan Venus. Hal ini karena atmosfer Venus sangat tebal dan cahaya Matahari yang menembusnya mengalami perubahan sebelum mencapai permukaan.

  2. 2. Jupiter

    ilustrasi Jupiter
    ilustrasi Jupiter (pixabay.com/GustavoAckles)

    Jupiter memiliki atmosfer yang dihiasi pita-pita awan dengan warna beragam, mulai dari putih, krem, oranye, cokelat, hingga kemerahan. Mengutip dari NASA, atmosfer planet terbesar di tata surya ini didominasi hidrogen dan helium, sedangkan awannya mengandung senyawa seperti amonia dan air. Salah satu ciri paling terkenal di Jupiter adalah Great Red Spot, yaitu badai raksasa yang tampak berwarna merah.

    Badai ini telah diamati selama berabad-abad dan ukurannya cukup besar untuk menampung Bumi. NASA menjelaskan, warna awan dan badai Jupiter diduga berkaitan dengan senyawa kimia yang disebut chromophores, meskipun komposisi pastinya belum sepenuhnya diketahui. Jadi, nuansa merah di Jupiter terlihat pada fitur atmosfer seperti Great Red Spot, bukan berarti seluruh langit planet ini berwarna merah.

  3. 2. Mars

    ilustrasi Mars
    ilustrasi Mars (pixabay.com/BrunoAlbino)

    Mars dikenal sebagai planet merah karena permukaannya mengandung oksida besi, senyawa yang juga membuat karat berwarna kemerahan. Namun, bukan hanya permukaannya yang memiliki nuansa merah, langit Mars pada siang hari juga dapat terlihat jingga hingga kemerahan. Dilansir NASA, warna ini dipengaruhi oleh debu halus yang melayang di atmosfer Mars.

    Partikel debu tersebut menyebarkan cahaya Matahari dengan cara berbeda dibandingkan partikel di atmosfer Bumi, sehingga langit Mars tampak berbeda dari langit biru yang biasa kita lihat. Menariknya, ketika Matahari terbenam, langit di sekitar Matahari justru dapat terlihat kebiruan karena debu Mars lebih efektif meneruskan cahaya biru ke arah pengamat. Jadi, meskipun Mars dijuluki planet merah, warna langitnya tidak selalu merah karena dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan posisi Matahari.

    Nuansa langit merah di planet-planet tersebut bukan berarti seluruh langitnya berwarna merah pekat. Warna yang terlihat justru bisa berupa perpaduan kuning, oranye, hingga kemerahan, bergantung pada karakteristik atmosfer, partikel debu, dan awan di setiap planet. Menurutmu, jika bisa melihat langsung langit Venus, Jupiter, dan Mars, planet mana yang paling ingin kamu kunjungi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More