Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta tentang Hutan Kalimantan, Paru-Paru Dunia yang Kian Terancam
Hutan Kalimantan (unsplash.com/Barkah Wibowo)
  • Hutan Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati tinggi, mencakup ribuan spesies tumbuhan, primata, burung, reptil, amfibi, serta satwa endemik seperti orangutan Kalimantan.

  • Populasi orangutan Kalimantan turun lebih dari 50 persen dalam 60 tahun, seiring habitatnya menyusut sedikitnya 55 persen dalam 20 tahun akibat hilangnya hutan.

  • Penebangan, perkebunan sawit, dan pembukaan lahan mengubah tutupan hutan; pengeringan gambut meningkatkan risiko kebakaran, asap besar, serta emisi gas rumah kaca.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hutan Kalimantan merupakan bagian dari hutan hujan tropis di Pulau Borneo yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Kawasan ini mencakup hutan dataran rendah hingga rawa gambut yang menjadi habitat bagi beragam tumbuhan dan satwa. WWF menyebut Borneo sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia, dengan ribuan spesies tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya.

Di balik kekayaan tersebut, hutan Kalimantan juga menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, penebangan, perkebunan, dan kebakaran. Citra satelit NASA menunjukkan sebagian kawasan hutan telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit dan jaringan jalan. Kondisi ini memperlihatkan perubahan besar yang terjadi pada ekosistem hutan Kalimantan.

1. Menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan hewan

Orangutan (pexels.com/Cecilia Pérez Lobo)

Borneo merupakan salah satu kawasan dengan kekayaan hayati yang tinggi di dunia. WWF mencatat terdapat lebih dari 15.000 spesies tumbuhan yang telah diketahui di Borneo dan Sumatra, sementara lebih dari 400 spesies tumbuhan dan hewan telah diidentifikasi sejak 1995. Sebagian di antaranya merupakan spesies yang sebelumnya belum dikenal oleh ilmu pengetahuan.

Kawasan Heart of Borneo juga menunjukkan tingginya keragaman tersebut. Menurut laporan WWF, wilayah ini menjadi habitat bagi 10 spesies primata, lebih dari 350 spesies burung, 150 spesies reptil dan amfibi, serta sekitar 10.000 spesies tumbuhan. Keberadaan berbagai spesies tersebut menjadikan hutan Borneo sebagai salah satu kawasan penting bagi keanekaragaman hayati.

2. Orangutan Kalimantan bergantung pada hutan

Orangutan (unsplash.com/Simone Millward)

Hutan Kalimantan merupakan habitat bagi orangutan Kalimantan atau Pongo pygmaeus. WWF mencatat populasi orangutan Kalimantan telah menurun lebih dari 50 persen dalam 60 tahun terakhir, sementara habitatnya berkurang setidaknya 55 persen dalam 20 tahun terakhir. Spesies ini kini berstatus kritis dan menghadapi tekanan dari hilangnya habitat.

Hilangnya hutan juga memengaruhi fungsi ekologis orangutan. Satwa ini berperan dalam penyebaran biji karena memakan buah dari berbagai tumbuhan, sehingga membantu proses regenerasi hutan. WWF mencatat lebih dari 500 spesies tumbuhan telah ditemukan dalam makanan orangutan Kalimantan.

3. Rawa gambut menyimpan lapisan organik yang tebal

Truk tambang (unsplash.com/Dominik Vanyi)

Sebagian hutan dataran rendah di Borneo tumbuh di atas lahan gambut. NASA menjelaskan bahwa lapisan gambut di bawah hutan rawa dataran rendah Borneo dapat mencapai ketebalan hingga 20 meter. Gambut terbentuk dari bahan organik yang tidak sepenuhnya terurai ketika kondisi tanah selalu tergenang air.

Kondisi tersebut membuat gambut memiliki karakter berbeda ketika dikeringkan. Saat tetap basah, bahan organik di dalamnya sulit terbakar, tetapi ketika mengering, gambut menjadi mudah terbakar dan menghasilkan asap dalam jumlah besar ketika terbakar. Kebakaran pada lahan gambut juga dapat berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, terutama ketika terjadi kekeringan yang berkaitan dengan fenomena El Niño.

4. Perubahan hutan dapat terlihat dari luar angkasa

Perkebunan kelapa sawit (pexels.com/Pok Rie)

Perubahan tutupan hutan Kalimantan telah dipantau menggunakan citra satelit. NASA menunjukkan bahwa citra Landsat dapat memperlihatkan perbedaan antara hutan yang masih utuh, kawasan yang telah dibuka, perkebunan kelapa sawit, dan jaringan jalan. Pengamatan dari luar angkasa memungkinkan perubahan bentang alam tersebut terlihat dalam cakupan wilayah yang luas.

Perubahan tutupan hutan juga dapat memengaruhi kondisi tanah. Ketika pepohonan ditebang, tanah menjadi lebih terbuka terhadap sinar matahari sehingga lebih mudah mengering pada musim kemarau. Ketika hujan monsun datang, sedimen dari tanah yang terbuka dapat terbawa menuju sungai dan akhirnya mencapai laut.

5. Perkebunan dan penebangan menjadi tekanan bagi hutan

Perkebunan kelapa sawit (unsplash.com/James Lo)

Pembukaan hutan di Kalimantan berkaitan dengan aktivitas penebangan dan pertanian. NASA mencatat bahwa sebagian kawasan hutan Kalimantan secara bertahap dibuka dan digantikan oleh perkebunan kelapa sawit, sementara aktivitas penebangan juga bergerak ke wilayah yang lebih jauh dari pesisir dan lebih tinggi di lereng pegunungan. Perubahan tersebut telah menghasilkan bentang alam yang berbeda dari kondisi hutan sebelumnya.

Tekanan terhadap hutan juga berdampak pada satwa yang bergantung pada habitat tersebut. WWF mencatat bahwa perluasan perkebunan kelapa sawit dapat mendorong deforestasi dan fragmentasi habitat, sementara penebangan, pertambangan, serta perubahan hutan menjadi lahan pertanian turut mengancam keanekaragaman hayati. Kondisi orangutan Kalimantan menjadi salah satu gambaran mengenai bagaimana berkurangnya habitat dapat memengaruhi satwa yang bergantung pada hutan.

Hutan Kalimantan menyimpan kekayaan hayati berupa ribuan spesies tumbuhan dan berbagai satwa yang bergantung pada ekosistemnya. Di sisi lain, kawasan ini menghadapi tekanan akibat penebangan, pembukaan lahan, perkebunan, serta kebakaran gambut. Lima fakta tersebut menunjukkan bahwa hutan Kalimantan merupakan ekosistem kompleks yang berkaitan erat dengan keanekaragaman hayati, tanah, air, dan iklim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article