Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Selain Buah, Ini 6 Makanan Orangutan di Alam Liar

Selain Buah, Ini 6 Makanan Orangutan di Alam Liar
Potret orangutan sedang makan daun muda (pexels.com/kevin yung)
  • Sekitar 60% menu harian orangutan berupa buah tropis, tetapi mereka beradaptasi saat paceklik dengan memanfaatkan beragam sumber makanan alternatif di hutan.
  • Selain buah, orangutan memakan kambium, daun muda, bunga, madu, serangga, tanah kaya lempung, serta liana untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan membantu pencernaan.
  • Studi menunjukkan daun menyumbang hampir 48,61% makanan orangutan di Gunung Leuser, sementara liana Bowringia callicarpa menjadi pangan darurat penting bagi orangutan Kalimantan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau mendengar kata orangutan, yang terbayang pasti sosok kera besar berambut kemerahan yang tengah asyik menyantap buah-buahan. Persepsi itu tidak sepenuhnya keliru, karena memang 60% menu harian mereka didominasi oleh berbagai jenis buah tropis. Tapi, bagaimana jadinya ketika musim paceklik tiba dan pohon-pohon enggan berbuah? Di sanalah kecerdasan dan kemampuan adaptasi mereka benar-benar diuji.

Sebagai makhluk omnivora yang cerdas, orangutan tidak pernah bergantung pada satu jenis makanan saja. Mereka adalah ahli strategi kuliner hutan yang punya segudang menu alternatif agar tetap bisa bertahan hidup. Lantas, apa saja makanan orangutan di alam liar selain buah? Berikut daftarnya!

  1. 1. Kulit pohon (bark) dan kambium

    Potret orangutan di batang pohon
    Potret orangutan di batang pohon (pexels.com/Noel Snpr)

    Saat ketersediaan buah favorit seperti ara atau durian hutan berkurang, orangutan akan beralih mengonsumsi kulit batang pohon. Mereka menggunakan gigi serta rahang kuatnya untuk mengelupas kulit pohon, kemudian menggerogoti lapisan dalam (kambium) yang mengandung banyak nutrisi serta serat. Di Kalimantan, pohon dengan tekstur kulit lunak kerap menjadi sasaran empuk para primata cerdas ini.

  2. 2. Daun muda dan pucuk

    Ilustrasi orangutan makan pucuk daun
    Ilustrasi orangutan makan pucuk daun (pexels.com/Klub Boks)

    Berdasarkan penelitian di Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera, daun-daunan menyumbang hampir 48,61% dari total keseluruhan makanan orangutan, bahkan melebihi porsi buah. Mereka sangat selektif, hanya memilih daun yang masih muda dan empuk, kebanyakan dengan cara mematahkan ranting kecil lalu melucuti daun-daun tersebut dengan bibir lenturnya. Menariknya, serat yang melimpah pada daun membuat proses pencernaan berlangsung lebih lama, sehingga orangutan perlu waktu ekstra untuk memprosesnya.

  3. 3. Bunga dan madu

    Potret kuntum bunga dari famili Myrtaceae
    Potret kuntum bunga dari famili Myrtaceae (commons.wikimedia.org/Mauroguanandi)

    Selain buah, orangutan juga menyukai bunga-bunga yang kaya nektar, terutama dari pohon-pohon tinggi di kanopi hutan. Mereka dengan cekatan memanjat sampai ke ujung cabang demi menikmati kelopak bunga yang manis. Namun, yang paling istimewa dari menu ini adalah madu liar. Orangutan menggunakan tongkat atau ranting kecil sebagai alat bantu mengambil madu, menunjukkan kecerdasan tingkat tinggi. Proses mendapatkannya pun butuh keberanian, sebab sengatan lebah merupakan risiko yang harus ditanggung orangutan.

  4. 4. Serangga

    Potret rayap
    Potret rayap (pixabay.com/RoyBuri)

    Meski lebih dikenal sebagai pemakan buah, orangutan adalah omnivora yang tak segan menambah asupan protein dari hewan-hewan kecil. Mereka sering ditemukan sedang asyik mengais sarang rayap di pohon atau membongkar batang kayu lapuk demi mencari semut dan ulat. Kebiasaan ini membantu mereka memenuhi kebutuhan nutrisi, apalagi ketika sumber buah sedang terbatas.

  5. 5. Tanah (geophagy)

    Potret tanah di hutan
    Potret tanah di hutan (magnific.com/magnific)

    Fenomena unik yang sering dijumpai di alam liar adalah kebiasaan orangutan memakan tanah (geophagy). Tanah yang mereka konsumsi, khususnya tanah yang kaya mineral lempung, dapat menjadi sumber sejumlah unsur mineral sekaligus membantu menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi saluran pencernaan. Penelitian terhadap orangutan Kalimantan menemukan orangutan cenderung memilih tanah dengan kandungan fraksi lempung yang lebih besar serta kadar aluminium, besi, dan kalium yang lebih tinggi dibandingkan tanah di sekitarnya.

  6. 6. Tumbuhan merambat (liana)

    Potret tumbuhan liana di hutan
    Potret tumbuhan liana di hutan (commons.wikimedia.org/L. Shyamal)

    Ketika hampir semua pohon buah berhenti berproduksi, keajaiban datang dari tumbuhan merambat atau liana. Studi selama 18 tahun di Stasiun Penelitian Tuanan mengungkap bahwa liana jenis Bowringia callicarpa menjadi penyelamat utama populasi orangutan Kalimantan. Tumbuhan ini melimpah sepanjang tahun, sehingga saat buah-buahan langka, daun bersama pucuknya jadi makanan pengganti yang krusial. Walaupun kandungan protein dan energinya tinggi, komposisi zat gizinya tidak seimbang (rasio energi-nonprotein terhadap protein terlalu rendah), makanya cuma cocok dikonsumsi sebagai makanan darurat, bukan menu utama.

    Dari kulit pohon hingga tumbuhan merambat, setiap makanan menunjukkan kemampuan adaptasi orangutan di alam liar. Karena itu, menjaga hutan selalu lestari berarti memastikan sumber makanan dan masa depan orangutan tetap terjamin.

    Referensi:

    Widayati, K. A., & Rianti, P. (2023). Activity budget and diet in sumatran orangutan (Pongo abelii) at Soraya Research Station, Aceh. HAYATI Journal of Biosciences, 30(4), 653-661.

    Akhtariana, R. Aktivitas Makan dan Preferensi Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson, 1827) di Resort Bukit Lawang, Taman Nasional Gunung Leuser.

    Harrison, M. E., & Marshall, A. J. (2011). Strategies for the use of fallback foods in apes. International journal of primatology, 32(3), 531-565.

    Mahaney, W. C., Hancock, R. G., Aufreiter, S., Milner, M. W., & Voros, J. (2016). Bornean orangutan geophagy: analysis of ingested and control soils. Environmental geochemistry and health, 38(1), 51-64.

    Aguado, W. D., Zulfa, A., Bransford, T. D., Makur, K. P., van Noordwijk, M. A., Utami Atmoko, S. S., & Vogel, E. R. (2025). Nutritional importance of a liana species for a population of Bornean orangutans. American Journal of Biological Anthropology, 186(4), e70042.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More