Apa yang Terjadi jika Sungai Colorado di Amerika Serikat Mengering?

- Jutaan orang akan kekurangan sumber air bersih, terutama di wilayah barat daya Amerika.
- Banyak spesies tumbuhan dan hewan akan punah akibat keringnya Sungai Colorado.
- Keringnya Sungai Colorado akan mengganggu jaringan listrik di wilayah barat AS.
Bermula dari lelehan salju di pegunungan berbatu yang tinggi, Sungai Colorado mengalir ke selatan melewati wilayah barat Amerika Serikat yang gersang. Anak-anak sungainya meluas untuk menyediakan sumber air yang sangat dibutuhkan bagi Wyoming, Colorado, Utah, Nevada, New Mexico, Arizona, dan California Selatan, sebelum akhirnya bermuara ke Laut Cortez di barat laut Meksiko. Dengan panjang 2.334 km, "Nil Amerika" ini adalah sungai terpanjang keenam di Amerika Serikat. Adapun, daerah aliran sungainya mencakup 8 persen dari wilayah negara tersebut.
Salah urus, penggunaan berlebihan, dan kekeringan parah yang disebabkan oleh krisis iklim global telah mengurangi luas Sungai Colorado, lho. Bahkan hampir setiap tahunnya, sungai ini tidak lagi mencapai laut. Sungai Colorado yang dulunya tak terhingga kini terdaftar sebagai sungai paling terancam di Amerika.
Nah, setiap tetes airnya digunakan rata-rata 17 kali setahun. Menjadikan Sungai Colorado salah satu jalur air yang paling dieksploitasi di dunia. Seperti yang ditulis oleh Southern Nevada Water Authority pada tahun 2012: "Sungai Colorado termasuk di antara sungai-sungai yang paling terkontrol, kontroversial, dan banyak diperkarakan di dunia." Dengan begitu banyak nyawa yang bergantung pada airnya, apa yang akan terjadi jika Sungai Colorado mengering, ya?
1. Jutaan orang akan kekurangan sumber air bersih

Jika kamu belum tahu, hidup di gurun barat daya Amerika itu bukanlah perkara mudah, lho. Namun, manusia sudah hidup di tempat tersebut selama 9.000 tahun, seperti yang dijelaskan Britannica. Dimulai ketika suku Cochise menetap di wilayah Arizona dan New Mexico saat ini.
Para pemukim Eropa kemudian datang—terutama kaum Mormon, petani, dan pencari emas—yang akhirnya menyebabkan kolonisasi di wilayah barat daya. Nah, semua ini juga tidak mungkin terjadi tanpa adanya Sungai Colorado dan banyak anak sungainya. Kenapa begitu? Yap, karena manusia membutuhkan sumber air yang konstan untuk bertahan hidup.
Pada 1922, warga dari tujuh negara bagian yang paling bergantung pada Sungai Colorado, yaitu Colorado, Wyoming, Utah, Nevada, New Mexico, Arizona, dan California, bertemu untuk membahas pembagian pasokan air dari Sungai Colorado. Perjanjian ini, yang dikenal sebagai Pakta Sungai Colorado, menentukan persentase air sungai yang menjadi hak setiap negara bagian—dan kemudian sebagian wilayah barat laut Meksiko. Pada akhirnya, California menerima persentase terbesar dari hasil tahunan sungai tersebut, dengan sisa airnya dibagi di antara enam negara bagian lainnya dan Meksiko.
Namun, tentu saja, jika sungai mengering, semua alokasi air ini akan terbatas. Pada tahun 2023, U.S. Bureau of Reclamation telah mengurangi penggunaan air di tengah menipisnya pasokan air Sungai Colorado. Nah, karena kondisi kekeringan yang masih kritis, U.S. Bureau of Reclamation merilis draf baru pada Januari 2026 untuk mengelola sungai setelah tahun 2026, yang mencakup pengurangan air secara drastis hingga 4 juta acre-feet per tahun. Hal ini tentu menjadi masalah, karena Sungai Colorado menyediakan sumber air minum untuk beberapa kota besar, seperti Los Angeles, Phoenix, Las Vegas, Salt Lake City, San Diego, dan Denver. Secara keseluruhan, sekitar 40 juta orang akan kekurangan air.
2. Banyak spesies tumbuhan dan hewan akan punah

Ratusan spesies tumbuhan dan hewan juga bergantung pada Sungai Colorado, banyak di antaranya tidak ditemukan di tempat lain di Bumi. Dikutip U.S. Geological Survey, lebih dari 400 spesies burung sering mengunjungi sungai dan anak sungainya, termasuk burung Ridgway's rail dan burung penangkap lalat willow barat daya (southwestern willow flycatcher), yang keduanya sedang menghadapi kepunahan. Habitat lahan basah dan tepi Sungai Colorado memiliki oasis di gurun sekitarnya dan berfungsi sebagai tempat peristirahatan penting bagi spesies yang bermigrasi. Jika Sungai Colorado mengering, hal ini punya dampak buruk pada burung-burung yang sudah terancam punah.
Sungai Colorado juga merupakan tempat tinggal bagi 30 spesies ikan air tawar endemik. Ikan-ikan ini beradaptasi dengan air sungai yang hangat dan berlumpur. Penambahan sekitar 100 bendungan ke sistem sungai secara signifikan mengubah lingkungan perairan, mendinginkan airnya, mengganggu aliran alaminya, dan menurunkan kandungan lumpurnya. Akibatnya, banyak dari ikan-ikan ini, seperti ikan razorback sucker, humpback chub, dan desert pupfish, terancam punah. Jika Sungai Colorado mengering, ikan-ikan asli sungai ini pasti akan benar-benar punah.
Katak macan tutul relik (relict leopard frog), kura-kura gurun, dan pohon kapas, hanyalah beberapa spesies lain yang juga sekarat jika Sungai Colorado mengering. Kerusakannya punya dampak yang luas, bahkan berkontribusi pada penurunan berkelanjutan vaquita—yang dianggap sebagai hewan terlangka di dunia. Vaquita merupakan spesies gondal langka yang kelangsungan hidupnya bergantung pada masuknya air tawar dari delta Sungai Colorado.
3. Keringnya Sungai Colorado akan mengganggu jaringan listrik di wilayah barat AS

Selain memasok air, Sungai Colorado menghasilkan lebih dari 4.200 megawatt tenaga listrik tenaga air ke jaringan listrik wilayah barat daya melalui dua bendungan terbesar di Amerika berdasarkan volumenya: Bendungan Glen Canyon dan Bendungan Hoover. Terletak di atas dua waduk besar, yaitu Danau Powell dan Danau Mead, bendungan-bendungan ini menghasilkan energi dengan terlebih dahulu menampung sejumlah besar air, kemudian membiarkannya mengalir lewat saluran masuk di dalam struktur. Air ini kemudian memutar serangkaian turbin yang terhubung ke generator dan menghasilkan listrik yang menyuplai daya ke rumah penduduk sekitar 4 juta orang.
Danau Powell dan Danau Mead adalah waduk terbesar di Amerika Serikat. Namun, pada tahun 2025, studi dari peneliti Arizona State University (ASU), termasuk menggunakan data satelit, menunjukkan adanya penurunan drastis permukaan air di Danau Mead dan Danau Powell. Keduanya sudah sangat dekat dengan titik di bawah tingkat penampungan air minimum, yaitu titik minimum di mana air dapat melewati bendungan, memutar turbin, dan menghasilkan listrik tenaga air. Jika Sungai Colorado, yang menjaga waduk tetap penuh dan bendungan tetap beroperasi, berhenti mengalir, kedua bendungan tersebut akan berhenti menyumbangkan listrik tenaga air ke jaringan listrik Amerika.
Jaringan listrik Amerika Serikat sendiri adalah jaringan yang rumit dan bergantung pada berbagai sumber energi untuk bisa berfungsi. Meskipun wilayah Barat mungkin tidak akan langsung kehilangan listrik jika terjadi gangguan, tapi kehilangan 4.200 megawatt listrik tenaga air dari sistem ini tentu akan menciptakan masalah baru. Hal ini juga meningkatkan ketergantungan jaringan pada pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Nah, nantinya akan menghasilkan emisi karbon yang lebih merusak dan semakin memperburuk krisis iklim. Tak hanya itu, tagihan listrik bisa membengkak.
4. Banyak orang yang akan kehilangan pekerjaannya di Sungai Colorado

Seolah-olah menyediakan air dan tenaga hidroelektrik saja belum cukup, sejumlah besar orang juga bergantung pada Sungai Colorado untuk pekerjaan, nih. Menurut laporan tahun 2015 yang diterbitkan oleh Arizona State University, sungai tersebut mendukung 16 juta pekerjaan di negara bagian California, Arizona, Nevada, Wyoming, Utah, New Mexico, dan Colorado. Hal ini secara keseluruhan menghasilkan sekitar 1,4 triliun dolar AS atau setara dengan Rp23,6 kuadriliun bagi perekonomian Amerika setiap tahunnya, lho.
Pekerjaan ini meliputi sektor pertanian dan pemandu arung jeram. Tak hanya itu, banyak pekerjaan lain yang juga akan terkena dampak negatif jika Sungai Colorado mengering. Seperti yang dicatat dalam studi tersebut, pekerjaan di bidang real estate, teknologi, keuangan, perawatan kesehatan, layanan sosial, dan ritel akan paling menderita. Misalnya, nih, industri semikonduktor Arizona yang bernilai miliaran dolar dan menyediakan puluhan ribu pekerjaan di Phoenix, akan hilang tanpa adanya sungai yang memasok volume air untuk mendinginkan peralatan manufaktur chip dan membersihkan ribuan silicon wafer. Nah, hal itu sudah terjadi.
5. Sungai Colorado yang mengering akan memengaruhi sektor pertanian

Ketika para pionir pertama kali menetap di wilayah barat daya Amerika, pertanian mengalami kenaikan. Sebab, sinar matahari muncul sepanjang tahun di gurun. Jadi menanam berbagai tanaman, termasuk gandum, kapas, dan jeruk, relatif mudah, selama nutrisi tanah dan air tercukupi. Di seluruh wilayah barat daya, para pemukim menggali kanal irigasi dan menciptakan sistem pertanian yang sekarang menambah hasil perekonomian Amerika lebih dari 60 miliar dolar AS atau setara dengan Rp1 kuadriliun setiap tahunnya, menurut jurnal yang diterbitkan oleh Global Studies and School of Freshwater Sciences, University of Wisconsin (2020).
Namun ada masalah besar. Menanam tanaman non-pribumi di gurun barat daya yang panas dan kering membutuhkan banyak air. Seperti yang dikutip Environmental and Energy Study Institute (EESI), pada 2025, 52 persen pasokan air Sungai Colorado digunakan untuk mengairi lebih dari 5 juta hektar lahan pertanian, yang sebagian besar terletak di gurun. Dari jumlah tersebut, sekitar 62 persennya terdiri dari alfalfa dan tanaman lain yang digunakan untuk menghasilkan pakan ternak bagi industri daging sapi dan susu, yang dikirim ke seluruh dunia.
Selain itu, lebih dari 90 persen sayuran musim dingin Amerika Serikat, seperti brokoli, wortel, bayam, selada, dan kale—berasal dari Lembah Imperial dan Coachella di California serta Yuma, Arizona, yang semuanya dialiri oleh Sungai Colorado. Jika sungai tersebut benar-benar kering, wilayah ini akan kehilangan akses ke lebih dari 3,5 juta acre-feet air setiap tahunnya, sehingga pertanian akan terganggu.
6. Pariwisata di Sungai Colorado tak lagi diminati

Jika dilihat dari sudut pandang yang seringkali hanya bersifat utilitarian—terutama sebagai sumber air, listrik, makanan, dan lapangan kerja yang diandalkan—ada beberapa hal yang ditawarkan Sungai Colorado, seperti keindahan alamnya yang luar biasa dan pariwisata yang ditawarkannya. Namun, fungsi-fungsi yang tampaknya sepele ini jauh lebih penting ketimbang yang disadari banyak orang.
Empat kawasan pariwisata nasional terdapat di dalam sistem Sungai Colorado: Flaming Gorge di Utah dan Wyoming, Curecanti di Colorado, Glen Canyon di Utah dan Arizona, serta Danau Mead di Arizona dan Nevada. Nah, dari keempatnya, Kawasan Rekreasi Nasional Danau Mead menjdi yang terbesar, dengan luas 1,5 juta hektar. Danau Mead juga merupakan kawasan pertama yang ditetapkan secara federal. Aktivitas berbasis air seperti berperahu, berenang, arung jeram, memancing, kayak, hingga piknik di tepi sungai, mendaki, dan berkemah sangat diminati di keempat tempat pariwisata tersebut.
Jadi, pariwisata di Sungai Colorado menjadi penggerak ekonomi utama. Seperti yang diumumkan Kantor Pariwisata Colorado (CTO), sebuah divisi dari Kantor Pengembangan Ekonomi dan Perdagangan Internasional Colorado (OEDIT), pariwisata di Sungai Colorado menyumbang 28,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp481 triliun bagi perekonomian pada tahun 2024. Selain itu, sekitar 188.210 lapangan pekerjaan, mulai dari staf ritel, pemandu sungai hingga penjaga taman, bergantung pada pariwisata Sungai Colorado untuk bertahan hidup.
7. Habitat tepi Sungai Colorado yang kaya keanekaragaman hayatinya akan lenyap

Dengan adanya kanopi hijau yang rimbun dan naungan yang lebat, ekosistem hutan tepi Sungai Colorado menyediakan oasis bagi satwa liar endemik dan burung migran. Meskipun hanya mencakup kurang dari 2 persen lahan di Amerika Barat, area ini berperan sebagai penghubung penting antara perairan dan daratan, menyimpan air, menghilangkan racun, dan meningkatkan kualitas tanah. Namun, seiring berkurangnya aliran Sungai Colorado, habitat unik ini pun ikut berkurang.
Kekeringan dan penggunaan berlebihan air Sungai Colorado ternyata berdampak buruk pada pohon-pohon besar di tepi Sungai Colorado, seperti pohon kapas, pohon sycamore, dan pohon willow yang berjajar di tepi sungai dan anak sungainya. Pohon-pohon ini bergantung pada sumber air tanah yang konstan untuk tumbuh subur di lingkungan gurun. Di samping itu, pohon kapas juga membutuhkan banjir besar untuk berkecambah. Namun, kedua pohon ini sudah langka sejak sungai dibendung.
Nah, ketika pohon-pohon besar mati, tepi sungai kehilangan naungan, stabilitas, dan nutrisi penting. Tepi sungai menjadi panas dan kering. Juga, mengubah flora dan fauna ekosistem serta menurunkan kualitas habitat. Hal itu pun sudah terjadi.
Jika Sungai Colorado mengering, ekosistem yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayatinya ini dan banyak spesies yang bergantung padanya, akan lenyap sepenuhnya. Nah, untuk melihat sekilas masa depan, kamu bisa melihat Delta Sungai Colorado yang kini telah mengering. Dulunya merupakan tepi sungai yang subur yang meliputi sekitar 1,9 juta hektar lahan. Namun, sebagian besar habitat lahan basahnya sudah layu tanpa air sungai, hanya menyisakan tanah berdebu dan spesies invasif.
8. Grand Canyon akan kehilangan daya tariknya

Grand Canyon di Arizona adalah salah satu dari tujuh keajaiban alam dunia. Ternyata, Sungai Colorado adalah sumber kehidupannya. Faktanya, sungai ini membentuk ngarai tersebut lewat jutaan tahun erosi dan masih mengalir di dalamnya sepanjang 445 kilometer.
Sungai Colorado merupakan bagian penting dari Taman Nasional Grand Canyon. Sungai ini berkontribusi pada pemandangan Grand Canyon yang menakjubkan, baik di atas maupun di bawah dinding ngarai. Menciptakan kolam-kolam untuk memancing ikan trout, menghasilkan jeram-jeram bergejolak yang digemari oleh para penggemar arung jeram, berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi tumbuhan dan satwa liar endemik, dan menawarkan tempat bersantai yang menyegarkan bagi para pendaki dan pejalan kaki yang menjelajahi jurang alam yang luar biasa ini.
Terletak di antara dua penghalang buatan manusia—Bendungan Glen Canyon di atas dan Bendungan Hoover di bawah—sungai di ngarai ini bergantung pada pelepasan air hulu yang terkontrol. Namun, jika Sungai Colorado berhenti mengalir, bahkan untuk sementara, Grand Canyon akan kehilangan daya tariknya. Hal yang sama berlaku untuk 10 taman nasional populer lainnya yang dilalui sungai dan anak sungainya, termasuk Taman Nasional Arches, Canyonlands, dan Zion di Utah, serta Taman Nasional Rocky Mountain di Colorado, tempat hulu Sungai Colorado bermula, sebagaimana yang dijelaskan National Park Service.
9. Situs-situs yang sakral bagi masyarakat adat akan hilang

Bagi sebagian warga Amerika, Sungai Colorado punya makna yang jauh melampaui manfaatnya. Banyak komunitas adat, seperti Cocopah, Navajo, dan Hualapai, Sungai Colorado dan tempat-tempat yang dicakupnya, seperti Grand Canyon, dianggap sebagai tempat yang suci.
"Dalam sistem kepercayaan suku, sungai (Sungai Colorado) adalah pemberi kehidupan bagi masyarakat kami," kata Loretta Jackson-Kelly, anggota suku Hualapai, kepada The National News.
"Sebagai suatu bangsa, kami memercayai hal ini lewat kisah leluhur kami sendiri bahwa kami memiliki tulang punggung. Ya, tulang belakang kami, yang memungkinkan kami untuk hidup. Kami merasakan hal yang sama tentang sungai itu sendiri, bahwa itu adalah entitas yang hidup." Jadi membiarkan Sungai Colorado mengering berarti memadamkan kekuatan hidup.
Di Meksiko utara, suku Cucapá sudah menghadapi kekeringan parah. Kekeringan dan eksploitasi sungai telah mengubah tanah leluhur mereka, mengingat Delta Sungai Colorado yang dulunya hijau subur, kini telah menjadi hamparan tanah yang gersang. Juga dikenal sebagai Orang-Orang Sungai, anggota suku Cucapá bergantung pada perairan delta untuk menangkap ikan, mencari obat-obatan, bahan bangunan, dan spiritualitas.
Pada tahun 2019, hanya tersisa kurang dari 400 anggota suku di Meksiko. Menurunnya anggota suku ini disebabkan oleh hilangnya Delta Sungai Colorado.
"Banyak anggota suku yang meninggalkan komunitas karena tidak ada sungai, tidak ada ikan, dan tidak ada kehidupan di sini," kata anggota suku bernama Antonia González kepada The Guardian.
"Hal ini merenggut bahasa, budaya, dan identitas kami." Secara keseluruhan, 30 suku berbeda menyebut Delta Sungai Colorado sebagai rumah mereka.
10. Banyak kebutuhan yang akan mengalami kenaikan harga

Sebagian besar pasokan air Sungai Colorado digunakan untuk irigasi lahan pertanian yang ditanami sayuran hijau musim dingin, pakan ternak, kacang-kacangan, dan sayuran lainnya yang hidup di wilayah barat daya Amerika. Kehilangan sebagian besar tanaman utama ini kemungkinan akan menyebabkan kenaikan harga pangan dan produk lain. Nah, karena pasokan pakan ternak akan berkurang, harga daging sapi dan produk susu, harganya akan mengalami lonjakan. Tanaman tahunan seperti brokoli, selada, dan tomat juga akan ditanam lebih sedikit, yang berarti harganya akan lebih mahal.
Adapun, air dan listrik harus diimpor dari tempat lain, seperti pabrik desalinasi yang mahal di pesisir, tagihan air dan utilitas juga akan mengalami kenaikan bagi masyarakat yang tinggal di Cekungan Sungai Colorado, yang dapat membuat banyak daerah menjadi tidak terjangkau bagi sebagian besar orang. Memang, kenaikan tagihan utilitas sudah menjadi kenyataan yang mengancam di negara bagian, tempat dimana U.S. Bureau of Reclamation telah memberlakukan pengurangan penggunaan air, seperti Arizona.
Jangkauan Sungai Colorado lebih luas dari yang mungkin kamu sadari. Jadi, jika sungai itu mengering, banyak orang akan merasakan dampaknya, terutama dari segi ekonomi.
"Kita mengonsumsi air sungai dalam bentuk keju, daging sapi, dan sayuran, produk-produk yang dibuat dengan air dari Sungai Colorado dan kemudian dikirim ke seluruh dunia," tulis penulis dan penjelajah Jonathan Waterman di National Geographic.
"Kita memakainya sebagai kapas dan rami serta menggunakannya untuk mengatur suhu udara, sekaligus menciptakan energi dengannya, menanam kebun dengannya, dan meminumnya di kota-kota yang jauh dari tepiannya."
11. Keringnya Sungai Colorado berdampak pada kesehatan masyarakat

Setelah satu abad digunakan untuk pertanian intensif, Sungai Colorado pun jadi sangat tercemar. Menurut laporan tahun 2016 yang diterbitkan oleh Surface Water Ambient Monitoring Program, nitrat pupuk dari limpasan pertanian, pestisida, selenium, serta logam seperti timbal dan arsenik, masuk ke sistem sungai. Lebih buruk lagi, sedimen beracun ini tidak hilang begitu saja ketika air mengering. Zat-zat kimia ini terbawa ke udara dan menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Warga California yang tinggal di dekat Danau Salton—sebuah danau raksasa di sistem Sungai Colorado yang telah berubah dari resor mewah menjadi lahan tandus, tercemar dan tercium bau busuk karena salinitas tinggi. Seperti yang dicatat dalam artikel tahun 2019 yang diterbitkan di Science of the Total Environment, mengungkapkan bahwa partikel berbahaya yang terakumulasi di dasar danau yang mengering akan menguap ke udara saat angin kencang. Terutama sering terjadi selama musim hujan monsun musim panas di barat daya, dan menyebarkan debu beracun ke udara. Jadi, jika tak sengaja menghirup partikel-partikel ini, bisa menyebabkan asma parah, masalah jantung dan paru-paru, serta alergi.
Saat Danau Salton menguap, semakin banyak debu yang dilepaskan ke udara. Hal ini pun semakin buruk. Menurut laporan tahun 2014 yang diterbitkan oleh Pacific Institute, sebanyak 100 ton debu beracun dilepaskan per harinya seiring dengan terus mengeringnya danau tersebut. Jika seluruh sistem Sungai Colorado mengalami hal serupa, bahaya kesehatan yang sama kemungkinan akan dialami, terutama di komunitas sekitar dua waduk terbesarnya, Danau Powell dan Danau Mead.
12. Jika Sungai Colorado mengering, banyak masyarakat yang akan pindah

Bagaimanapun juga, hidup di Amerika Serikat bagian barat daya akan jauh kurang nyaman tanpa adanya Sungai Colorado. Segala kemewahan yang membutuhkan banyak air seperti rerumputan, lapangan golf, kolam renang, dan taman tropis akan hilang. Tagihan air dan listrik kemungkinan akan jauh lebih tinggi—dan itu pun jika kedua komoditas tersebut masih tersedia. Di tengah kenaikan suhu, pendingin ruangan menjadi lebih penting sekaligus kurang terjangkau bagi penduduk gurun. Lebih buruk lagi, jutaan pekerjaan akan hilang, dan harga properti akan anjlok.
Akibatnya, banyak orang yang akan meninggalkan barat daya untuk mencari kualitas hidup yang lebih baik. Sayangnya, ini bukanlah masalah yang baru. Di seluruh dunia, banyak orang yang pindah karena kekeringan. Mereka memulai hidup baru di tempat lain. Bahkan, menurut sebuah studi tahun 2022 yang diterbitkan di International Migration Review, tren ini diperkirakan akan meningkat hingga 200 persen dalam beberapa tahun mendatang seiring memburuknya krisis iklim.
13. Keringnya Sungai Colorado akan menjadi berita buruk bagi dunia

Kekeringan yang terjadi pada Sungai Colorado menunjukkan masalah yang jauh lebih besar, yakni krisis iklim global yang semakin lepas kendali. Peningkatan suhu akibat aktivitas manusia dan perubahan pola cuaca yang dihasilkannya, menentukan seberapa banyak air yang tersedia dan di mana. Jadi ketika beberapa daerah mengalami banjir dahsyat, ada daerah lain, seperti Amerika Serikat bagian barat, yang justru mengalami kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan yang meluas.
Hilangnya sumber air bersih secara besar-besaran, seperti Sungai Colorado dan anak sungainya akan mengakibatkan dampak yang parah, merusak, dan kemungkinan tidak bisa dipulihkan. Apalagi semakin parahnya pemanasan dan perubahan iklim. Namun, tanpa intervensi dan upaya konservasi, kekeringan parah ini akan semakin nyata.
Disebut sebagai urat nadi wilayah barat daya Amerika Serikat, Sungai Colorado menopang kehidupan di gurun yang kering bagi manusia, satwa liar, dan tumbuhan. Sungai yang perkasa ini juga membelah beberapa pemandangan paling menakjubkan di wilayah barat—seperti Canyonlands di Utah dan Grand Canyon di Arizona. Air Sungai Colorado juga membentuk monumen-monumen yang mengesankan ini selama masa hidupnya yang mencapai 6 juta tahun. Namun, keajaiban itu mungkin akan segera berakhir jika Sungai Colorado mengering, dan menciptakan krisis baru seperti yang sudah kita bahas.


















