Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Kura-kura Bisa Merasakan Sentuhan atau Sakit Pada Tempurungnya?

ilustrasi kura-kura (pexels.com/JACQUES BARBARY)
ilustrasi kura-kura (pexels.com/JACQUES BARBARY)
Intinya sih...
  • Tempurung kura-kura adalah hasil modifikasi tulang belakang dan rusuk yang dipenuhi jaringan saraf.
  • Cangkang kura-kura mengandung tulang, pembuluh darah, dan saraf sehingga mereka bisa merasakan tekanan, sentuhan, hingga getaran.
  • Tempurung kura-kura tidak dapat dilepas secara keseluruhan karena merupakan bagian integral dari tubuhnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sering kali kita menganggap tempurung kura-kura adalah perisai mati yang kaku, seperti benda mati yang hanya menutupi tubuhnya. Faktanya, tempurung yang keras itu memiliki struktur yang masif dan bagian hidup dari anatomi kura-kura. Bisa dibilang tempurung kura-kura adalah hasil modifikasi tulang belakang dan rusuk yang dipenuhi jaringan saraf.

Pertanyaanya, apakah kura-kura merasakan sentuhan atau gatal pada bagian tempurung? Nah, adanya artikel ini untuk menjawab rasa penasaran akan pertanyaan tersebut. Berikut penjelasannya!

Struktur tempurung kura-kura

ilustrasi kura-kura cherry head (commons.wikimedia/Mike Brady)
ilustrasi kura-kura cherry head (commons.wikimedia/Mike Brady)

Kura-kura identik dengan tempurungnya yang keras dan bercorak. Tempurungnya adalah bagian dari tubuh mereka yang tersusun dari tulang belakang dan rusuk yang menyatu. Cangkang kura-kura terdiri dari dua bagian, yaitu karapas dan plastron.

Bagian karapas dan plastron dihubungan pada kedua sisi tubuh kura-kura oleh struktur tulang yang dikenal sebagai bridges. Setiap bagiannya tersusun dari dua lapis. Lapisan luar berupa sisik-sisik keras atau keratin dengan pola tumpang tindih layaknya genting, sementara bagian dalam seperti lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung.

Tempurung kura-kura tersusun dari 50 tulang yang melibatkan tulang rusuk, tulang bahu, dan tulang belakang yang saling menyatu dan membentuk tempurung eksternal yang keras. Tempurung yang keras ini juga berfungsi untuk menutupi kekurangan kura-kura terkait lambatnya ia berjalan akibat kakinya yang pendek.

Uniknya, kura-kura sanggup memperbaiki tulang beserta lapisan tempurung mereka yang rusak. Caranya, lapisan kulit yang baru akan tumbuh di bawah tulang yang mati untuk mengganti jaringan yang lama yang sudah rusak. Diperkirakan, kura-kura membutuhkan waktu satu hingga dua tahun untuk memulihkan tempurungnya yang rusak.

Apakah kura-kura merasakan sentuhan pada tempurungnya?

ilustrasi kura-kura Indian star (commons.wikimedia/Dhruvaraj)
ilustrasi kura-kura Indian star (commons.wikimedia/Dhruvaraj)

Cangkang kura-kura bukan hanya penghalang keras dan pelindung. Cangkang tersebut merupakan bagian hidup dari tubuh mereka, yang mengandung tulang, pembuluh darah, dan saraf.

Dilansir Turtles and Your, cangkang kura-kura kaya akan ujung saraf, yang memungkinkan mereka untuk merasakan tekanan, sentuhan, hingga getaran. Pada bagian tulangnya, cangkangnya menyatu dengan tulang rusuk dan tulang belakang, menjadikannya bagian integral dari sistem kerangka mereka.

Kura-kura tidak merasakan sentuhan dengan cara yang sama seperti manusia. Tetapi, Kura-kura mampu mendeteksi perubahan di lingkungan mereka, misalnya predator yang menyentuh cangkang mereka atau benda asing yang mengenainya.

Apakah kura-kura bisa hidup tanpa tempurung?

Kura-kura
Kura-kura (unsplash.com/Anthony)

Tempurung adalah bagian integral dari tubuhnya. Oleh karena itu tempurung kura-kura tidak dapat dilepas secara keseluruhan. Hanya lapisan keratin atau bagian luar yang bisa berganti secara alami seiring pertumbuhan, namun struktur tulangnya tetap menyatu dengan tulang rusuk dan tulang belakang.

Sejatinya, lapisan keratin tempurung bisa terlepas secara bertahap saat kura-kura tumbuh, pelepasan ini tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali karena terjadi secara alami. Kemudian digantikan oleh lapisan baru melalui regenerasi.

Sebaliknya, rusaknya tempurung yang terjadi tidak secara alami akan menimbulkan rasa sakit pada tempurung kura-kura. Diketahui, rasa sakitnya seperti patah tulang pada manusia, karena tempurung ini memang tersusun dari gabungan tulang. Idealnya, kura-kura memang tidak dapat hidup begitu saja tanpa tempurung. Kemungkinan kura-kura akan mati jika tempurungnya lepas.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kura-kura mampu merasakan sentuhan atau sensasi sakit jika tempurungnya disentuh atau terkena benda asing. Hal ini disebabkan tempurungnya terdapat saraf, pembuluh darah, dan tulang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Berkik-gunung Erasia, Burung Aneh yang Suka Menggali Tanah

07 Feb 2026, 19:04 WIBScience