ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Francesco Ungaro)
Tidak semua perilaku menggesekkan tubuh ke karang berkaitan dengan penyakit atau iritasi. Pada beberapa spesies, tindakan tersebut dapat muncul sebagai bagian dari perilaku alami yang berkaitan dengan aktivitas harian atau interaksi dengan lingkungannya. Frekuensinya biasanya jauh lebih rendah dibandingkan flashing yang disebabkan oleh gangguan kesehatan.
Pada periode tertentu, perubahan hormon juga dapat memengaruhi perilaku ikan sehingga mereka menjadi lebih aktif menyentuh substrat atau permukaan keras. Beberapa spesies bahkan menggunakan gesekan tubuh sebagai bagian dari perilaku reproduksi dan komunikasi. Meski demikian, kasus seperti ini relatif jarang dibandingkan penyebab lain seperti parasit atau iritasi lingkungan. Karena itu, pengamatan terhadap frekuensi dan pola perilaku tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Perilaku ikan yang tampak sengaja menabrakkan tubuh ke karang ternyata bukan tindakan tanpa alasan. Dalam banyak kasus, hal tersebut merupakan respons biologis terhadap parasit, iritasi, penumpukan lendir, atau keberadaan benda asing pada permukaan tubuh. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa bahkan hewan yang hidup di bawah air pun memiliki cara tersendiri untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap optimal.
Referensi:
"Fish Flashing Against Decorations: Why Fish Rub Against Rocks, Wood, and Substrate." Steenfott Aquatics. Diakses pada Juni 2026
"Is it normal for fish to rub against rocks?" Fish Kepeer. Diakses pada Juni 2026
"Study finds fish rubbing up against their predators — sharks." U Miami. Diakses pada Juni 2026