Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Tahapan Siklus Hidup Belalang, Tanpa Melalui Fase Kepompong

3 Tahapan Siklus Hidup Belalang, Tanpa Melalui Fase Kepompong
Belalang (pexels.com/Anthony Beck)
Intinya Sih
  • Belalang adalah serangga herbivora dari ordo Orthoptera yang mengalami metamorfosis tidak sempurna tanpa fase kepompong, hidup di padang rumput dan ladang dengan makanan utama berupa dedaunan serta batang muda.
  • Siklus hidup belalang dimulai dari telur yang diletakkan betina di tanah, melewati masa dormansi hingga menetas menjadi nimfa tanpa melalui tahap pupa.
  • Nimfa tumbuh melalui beberapa kali pergantian kulit sebelum menjadi belalang dewasa dengan sayap dan organ reproduksi sempurna, lalu hidup sekitar 2,5 hingga 5 bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Belalang adalah serangga herbivora yang termasuk dalam ordo Orthoptera. Mereka dikenal dengan kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga mudah ditemukan di mana saja, terutama padang rumput dan ladang. Berbagai jenis tanaman, termasuk dedaunan, rumput, bunga, dan batang muda, menjadi makanan kesukaannya.

Belalang mengalami metamorfosis tidak sempurna, di mana mereka tidak memiliki tahap pupa seperti kupu-kupu atau kumbang. Tanpa perlu bersembunyi dari dunia luar sebagai pupa, makhluk kecil ini langsung berjuang bertahan hidup sejak menetas. Yuk, simak tiga tahap siklus hidup belalang di bawah ini!

1. Telur

Belalang
Belalang (pexels.com/Michael Herren)

Siklus hidup belalang di mulai dari proses perkawinan antara belalang betina dan jantan. Umumnya proses ini terjadi saat musim gugur, di mana jantan akan naik ke punggung betina dan menyatukan ujung perutnya. Kemudian betina anak mendorong perutnya untuk meletakkannya ke tanah.

Satu belalang betina bisa menetaskan hingga sekitar 300 butir telur, tergantung spesiesnya. Telur-telur tersebut berbentuk menyerupai butiran beras dan terlindungi serta terhubung satu sama lain oleh zat lengket yang dikeluarkan betina selama bertelur. Kelembapan dan suhu tanah sangat penting dalam perkembangan telur belakang.

Setelah diletakkan, telur-telur ini tidak akan langsung menetas. Mereka akan melewati masa inkubasi atau dormansi (diapause), yaitu fase istirahat sementara hingga lingkungan mendukung untuk melanjutkan pertumbuhan. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 10 hingga 65 hari.

2. Nimfa

Belalang
Belalang (pexels.com/Jimmy Chan)

Belalang tidak melewati tahap pupa sehingga setelah menetas akan langsung menjadi nimfa. Tahap nimfa berlangsung antara 24 dan 95 hari dengan rata-rata sekitar 36 hari. Nimfa belalang sering disebut mirip jangkrik karena mereka tidak memiliki sayap dan tidak dapat terbang sampai dewasa.

Selain itu, organ reproduksi nimfa juga belum berkembang sempurna. Nantinya, nimfa akan mengalami serangkaian pergantian kulit dengan melepaskan eksoskeleton mereka saat tumbuh. Setiap tahap antara pergantian kulit disebut instar dan biasanya belalang melewati 5 hingga 6 instar.

3. Belalang dewasa

Belalang
Belalang (pexels.com/Ceylon Frames)

Setelah pergantian kulit terakhir, nimfa belalang akan muncul sebagai belalang dewasa. Di mana organ reproduksi dan sayap mereka sudah berkembang sempurna. Namun, belalang betina membutuhkan lebih banyak pergantian kulit untuk mencapai ukuran yang lebih besar dibanding jantan.

Hal ini dikarenakan belalang jantan harus tumbuh lebih besar agar tubuhnya dapat mendukung reproduksi. Belalang dewasa yang baru lahir akan menghabiskan waktu hingga beberapa jam untuk menunggu eksoskeleton mengeras dan sayapnya berkembang sempurna. Setelah meninggalkan sarang, belalang dewasa bisa hidup selama sekitar 2,5 hingga 5 bulan.

Itu dia siklus hidup yang dilewati belalang hingga mencapai tahap dewasa. Meskipun beberapa spesies belalang dianggap sebagai hama dalam pertanian, tapi banyak spesies lainnya yang punya peran penting dalam ekosistem yang sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More