Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ada Ikan yang Sengaja Menabrakkan Tubuh ke Karang?

Kenapa Ada Ikan yang Sengaja Menabrakkan Tubuh ke Karang?
ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Leonardo Lamas)
Intinya Sih
  • Ikan sering menggesekkan tubuh ke karang sebagai respons alami terhadap parasit, iritasi kulit, atau gangguan fisik yang menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman.
  • Kualitas air yang buruk dan penumpukan zat beracun dapat memicu stres pada kulit ikan, membuatnya bereaksi dengan menggosok tubuh untuk meredakan iritasi.
  • Gesekan ke permukaan keras juga membantu ikan menyingkirkan lendir berlebih, partikel asing, serta menjaga kebersihan dan keseimbangan lapisan pelindung tubuhnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat menyelam di laut atau mengamati akuarium, terkadang ikan terlihat tiba-tiba menggesekkan tubuhnya ke batu, pasir, atau karang. Gerakan itu bahkan bisa tampak seperti ikan sengaja menabrakkan dirinya ke permukaan keras. Sekilas perilaku tersebut terlihat aneh dan tidak masuk akal karena berisiko melukai tubuhnya sendiri.

Padahal, perilaku ini merupakan respons biologis yang cukup umum pada banyak spesies ikan. Tubuh ikan memiliki sistem pertahanan yang berbeda dari mamalia sehingga cara mereka mengatasi gangguan fisik juga tidak sama. Lalu, apa sebenarnya yang membuat ikan sengaja menabrakkan tubuh ke karang? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Parasit memicu rasa gatal pada kulit ikan

ilustrasi ikan di terumbu karang
ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Leonardo Lamas)

Parasit mikroskopis seperti protozoa, cacing pipih, atau kutu ikan sering menempel pada permukaan tubuh ikan. Organisme tersebut memakan lendir pelindung, sel kulit, bahkan darah inangnya sehingga menimbulkan iritasi pada jaringan luar tubuh. Akibatnya, reseptor sensorik di kulit menerima rangsangan yang membuat ikan merasa tidak nyaman dan terus-menerus terganggu.

Karena tidak memiliki tangan atau anggota tubuh untuk menggaruk, ikan memanfaatkan karang sebagai alat bantu alami. Gesekan pada permukaan kasar dapat membantu melepaskan sebagian parasit yang menempel di kulit atau sisik. Dalam dunia akuakultur, perilaku ini dikenal sebagai flashing dan sering menjadi salah satu indikator awal adanya infeksi parasit. Semakin sering ikan melakukannya, semakin besar kemungkinan terdapat gangguan pada permukaan tubuhnya.

2. Zat beracun di air dapat mengiritasi jaringan tubuh

ilustrasi ikan di terumbu karang
ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Leonardo Lamas)

Kulit dan insang ikan merupakan organ yang terus bersentuhan langsung dengan air. Ketika kadar amonia, nitrit, atau senyawa berbahaya lainnya meningkat, sel-sel pada permukaan tubuh dapat mengalami stres dan kerusakan ringan. Kondisi tersebut memicu sensasi iritasi yang mendorong ikan untuk bereaksi.

Salah satu respons yang sering muncul adalah menggesekkan tubuh ke batu atau karang. Perilaku ini bukan karena ikan mengetahui sumber masalahnya, melainkan refleks alami untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan pada kulit. Pada lingkungan dengan kualitas air buruk, beberapa ikan bahkan dapat menunjukkan flashing secara bersamaan. Karena itu, perilaku ini sering digunakan sebagai petunjuk awal bahwa kondisi habitat sedang tidak ideal.

3. Lapisan lendir berlebih perlu disingkirkan

ilustrasi ikan di terumbu karang
ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Tom Fisk)

Hampir seluruh tubuh ikan dilapisi lendir tipis yang berfungsi sebagai pelindung pertama terhadap bakteri, jamur, dan parasit. Lapisan ini juga membantu mengurangi gesekan saat ikan berenang di dalam air. Namun ketika ikan mengalami stres atau gangguan lingkungan, produksi lendir bisa meningkat melebihi kondisi normal.

Penumpukan lendir yang terlalu tebal dapat mengubah sensitivitas permukaan kulit dan membuat ikan merasa tidak nyaman. Dengan menggesekkan tubuh ke karang, sebagian lendir yang berlebih dapat terlepas dari permukaan tubuh. Proses ini membantu menjaga keseimbangan lapisan pelindung agar tetap efektif tanpa menjadi terlalu tebal. Pada beberapa kasus, lendir yang terkelupas juga ikut membawa partikel atau mikroorganisme yang menempel di kulit.

4. Benda asing dapat tersangkut di sela sisik

ilustrasi ikan di terumbu karang
ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Francesco Ungaro)

Lingkungan perairan dipenuhi berbagai partikel kecil seperti pasir, serpihan cangkang, lumpur, hingga sisa organisme laut. Saat berenang, sebagian partikel tersebut dapat menempel pada lendir atau terselip di antara sisik ikan. Walaupun ukurannya kecil, keberadaan benda asing ini tetap dapat mengganggu permukaan tubuh yang sangat sensitif.

Untuk mengatasinya, ikan sering memanfaatkan objek keras di sekitarnya sebagai alat pembersih. Gesekan dengan karang membantu melepaskan partikel yang menempel tanpa memerlukan bantuan organisme lain. Secara biologis, perilaku ini dapat dianggap sebagai bentuk perawatan tubuh sederhana yang dilakukan sendiri oleh ikan. Cara tersebut jauh lebih efisien dibandingkan membiarkan benda asing terus menempel dalam waktu lama.

5. Beberapa spesies melakukannya sebagai perilaku alami

ilustrasi ikan di terumbu karang
ilustrasi ikan di terumbu karang (pexels.com/Francesco Ungaro)

Tidak semua perilaku menggesekkan tubuh ke karang berkaitan dengan penyakit atau iritasi. Pada beberapa spesies, tindakan tersebut dapat muncul sebagai bagian dari perilaku alami yang berkaitan dengan aktivitas harian atau interaksi dengan lingkungannya. Frekuensinya biasanya jauh lebih rendah dibandingkan flashing yang disebabkan oleh gangguan kesehatan.

Pada periode tertentu, perubahan hormon juga dapat memengaruhi perilaku ikan sehingga mereka menjadi lebih aktif menyentuh substrat atau permukaan keras. Beberapa spesies bahkan menggunakan gesekan tubuh sebagai bagian dari perilaku reproduksi dan komunikasi. Meski demikian, kasus seperti ini relatif jarang dibandingkan penyebab lain seperti parasit atau iritasi lingkungan. Karena itu, pengamatan terhadap frekuensi dan pola perilaku tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Perilaku ikan yang tampak sengaja menabrakkan tubuh ke karang ternyata bukan tindakan tanpa alasan. Dalam banyak kasus, hal tersebut merupakan respons biologis terhadap parasit, iritasi, penumpukan lendir, atau keberadaan benda asing pada permukaan tubuh. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa bahkan hewan yang hidup di bawah air pun memiliki cara tersendiri untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap optimal.

Referensi:

"Fish Flashing Against Decorations: Why Fish Rub Against Rocks, Wood, and Substrate." Steenfott Aquatics. Diakses pada Juni 2026

"Is it normal for fish to rub against rocks?" Fish Kepeer. Diakses pada Juni 2026

"Study finds fish rubbing up against their predators — sharks." U Miami. Diakses pada Juni 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More