Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Bulan Kadang Terlihat Sangat Besar di Dekat Horizon?
ilustrasi bulan (unsplash.com/Ganapathy Kumar)
  • Fenomena Moon Illusion membuat bulan tampak lebih besar di dekat horizon, padahal ukuran sebenarnya tidak berubah dan efek atmosfer tidak cukup memperbesar secara signifikan.
  • Otak manusia menilai ukuran bulan berdasarkan objek pembanding di sekitar horizon seperti pohon atau gedung, sehingga persepsi jarak membuat bulan terlihat lebih besar.
  • Ilusi ini telah diteliti sejak zaman Yunani kuno dan terbukti berasal dari cara otak memproses perspektif visual, bukan karena perubahan fisik pada bulan itu sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat bulan yang baru terbit di ufuk timur atau akan tenggelam di barat tampak jauh lebih besar dari biasanya? Ukurannya bahkan bisa terlihat begitu raksasa hingga membuat banyak orang mengira bulan sedang berada lebih dekat ke Bumi atau sedang terjadi fenomena langit yang langka.

Padahal, kenyataannya ukuran bulan hampir tidak berubah sama sekali. Fenomena ini dikenal sebagai Moon Illusion atau ilusi bulan, yaitu trik persepsi yang terjadi di dalam otak manusia. Di sini, kita akan membahas lebih dalam kenapa bulan bisa tampak lebih besar saaat berada di dekat horizon.

1. Bulan sebenarnya tidak menjadi lebih besar

Meskipun terlihat sangat besar ketika berada dekat horizon, diameter tampak bulan sebenarnya hampir sama baik saat berada rendah di langit maupun ketika sudah tinggi di atas kepala. Banyak orang mengira atmosfer Bumi bertindak seperti kaca pembesar yang membuat bulan terlihat lebih besar. Namun, anggapan ini tidak benar. Atmosfer memang dapat sedikit membiaskan cahaya bulan sehingga bentuknya terkadang tampak agak lonjong saat dekat horizon, tetapi efek tersebut tidak cukup untuk memperbesar ukurannya secara signifikan. Dengan kata lain, perubahan ukuran yang kita lihat bukan berasal dari bulan, melainkan dari cara otak kita memproses informasi visual.

2. Otak menggunakan lingkungan sebagai pembanding

Salah satu penjelasan utama dari ilusi bulan adalah karena otak manusia selalu menggunakan objek di sekitarnya untuk menilai ukuran dan jarak suatu benda. Saat bulan berada dekat horizon, kita melihatnya berdampingan dengan pohon, gedung, gunung, rumah, atau bukit di kejauhan. Kehadiran objek-objek tersebut membuat langit dekat horizon terasa lebih jauh dan memiliki kedalaman.

Karena otak menganggap bulan berada pada jarak yang lebih jauh, otak secara tidak sadar juga "memperbesar" ukuran bulan agar sesuai dengan persepsi jarak tersebut. Akibatnya, bulan terlihat jauh lebih besar dibandingkan ukuran sebenarnya.

Sebaliknya, ketika bulan berada tinggi di langit malam, hampir tidak ada objek pembanding di sekitarnya. Langit di atas kepala terlihat kosong sehingga otak tidak memiliki banyak petunjuk visual untuk memperkirakan jarak maupun ukuran bulan. Inilah sebabnya bulan tampak lebih kecil ketika berada tepat di atas kita.

3. Mirip dengan ilusi optik yang sering kita temui

ilustrasi bulan (pexels.com/Rino Adamo)

Fenomena ini memiliki kemiripan dengan berbagai ilusi optik lainnya yang membuat benda tampak lebih besar atau lebih kecil tergantung pada lingkungan sekitarnya. Salah satu contohnya adalah ketika dua benda memiliki ukuran yang sama, tetapi benda yang terlihat lebih jauh justru tampak lebih besar karena adanya petunjuk perspektif pada gambar atau pemandangan. Pada kasus bulan, horizon berperan sebagai petunjuk perspektif yang sangat kuat sehingga otak menafsirkan ukuran bulan secara berbeda dibandingkan ketika bulan berada tinggi di langit.

4. Para ilmuwan sudah mempelajarinya selama berabad-abad

Ilusi bulan sebenarnya bukan fenomena baru. Para ilmuwan dan astronom telah mempelajarinya selama ratusan tahun, bahkan sejak zaman Yunani kuno.

Meskipun sebagian besar peneliti sepakat bahwa fenomena ini berkaitan dengan cara otak memproses ukuran dan jarak, mekanisme pastinya masih menjadi bahan diskusi hingga sekarang. Ada teori yang menekankan peran perspektif, ada pula yang mengaitkannya dengan cara manusia memandang langit sebagai kubah raksasa yang melengkung di atas kepala. Apa pun penjelasannya, hampir semua penelitian menunjukkan bahwa penyebabnya berasal dari persepsi visual manusia, bukan perubahan ukuran bulan yang sesungguhnya.

5. Cara mudah membuktikannya sendiri

Jika ingin membuktikan bahwa bulan sebenarnya tidak berubah ukuran, cobalah melakukan eksperimen sederhana. Saat bulan terlihat sangat besar di dekat horizon, rentangkan tangan dan tutupi bulan menggunakan ujung ibu jari. Beberapa jam kemudian, ketika bulan sudah berada lebih tinggi di langit, lakukan hal yang sama.

Kamu akan menemukan bahwa ukuran bulan yang tertutup oleh ibu jari hampir sama persis. Perbedaannya hanya terdapat pada bagaimana otak menafsirkan pemandangan di sekitarnya.

Jadi, mengapa bulan kadang terlihat sangat besar di dekat horizon? Jawabannya bukan karena bulan mendekati Bumi atau karena atmosfer memperbesarnya, melainkan karena otak manusia tertipu oleh konteks visual di sekitarnya. Fenomena Moon Illusion menjadi pengingat bahwa apa yang kita lihat tidak selalu mencerminkan kenyataan secara akurat. Bulan di langit sebenarnya tetap sama ukurannya. Yang berubah hanyalah cara kita memandangnya.

Referensi 

Livescience. Diakses pada Juli 2026. Why Does The Moon Look Larger When It's On The Horizon? 
NASA. Diakses pada Juli 2026. The Moon Illusion: Why Does the Moon Look So Big Sometimes?
Vox. Diakses pada Juli 2026. The Moon Illusion: Why The Moon Looks So Weirdly Huge Right Near The Horizon

Curated For You

Editorial Team

Related Article