Hiu mako sirip pendek, spesies hiu tercepat di dunia, berenang di lepas pantai Cabo San Lucas, Meksiko. (commons.wikimedia.org/Fábio Olmos)
Lantas, kenapa hiu gak memiliki tulang keras? Apa yang membuat hiu memutuskan untuk memakai tulang rawan saja? Ternyata, punya tulang rawan bikin hiu lebih leluasa di dalam air.
Tulang rawan jauh lebih ringan dan lentur dibandingkan tulang keras. Tingkat kepadatannya juga setengah dari tulang keras. FYI, hiu gak punya gelembung renang yang umum dimiliki ikan supaya gak tenggelam. Lalu, apa yang membuat hiu tetap bisa mengapung tanpa gelembung renang? Tulang rawan.
Kepadatan rendah dari kerangka tulang rawan membantu hiu tetap mengapung atau mengambang di air. Kalau hiu bertulang keras dan gak bergelembung renang, umat manusia mungkin gak akan pernah mengenal yang namanya ikan hiu. Selain kerangka tulang rawan, hiu juga dibekali hati berukuran besar penuh minyak dengan kepadatan rendah yang makin membantunya mengapung.
Di air, kerangka tulang rawan gak cuma bantu hiu mengapung, tapi juga membuatnya berenang dengan cepat dan lincah. Tuntutan untuk bisa berenang cepat gak cuma perihal makan saja, tapi juga berkaitan dengan nyawa. Hiu berukuran besar seperti hiu martil dan hiu putih besar sekalipun harus berlari dari predator seperti paus pembunuh dan paus sperma. Beberapa jenis hiu juga bersifat kanibalistik, sehingga hiu yang masih muda harus lari dari hiu satu spesiesnya yang lebih tua dan besar.
Dikarenakan tulang rawan lebih ringan, hiu gak perlu ngotot untuk bisa berenang. Ini sangat penting karena beberapa jenis hiu bisa tenggelam kalau berhenti berenang. Kalau kerangkanya lebih berat, hiu harus kerja ekstra dan habiskan lebih banyak energi hanya untuk bisa bernapas.