Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kamu Lebih Sering Digigit Nyamuk? Ini Jawaban Ilmiahnya
ilustrasi nyamuk (commons.wikimedia.org/James Gathany)
  • Ilmuwan menemukan bahwa nyamuk lebih tertarik pada manusia berdasarkan kombinasi sinyal seperti bau tubuh, panas, dan karbon dioksida yang dihembuskan saat bernapas.
  • Penelitian membantah mitos soal golongan darah; faktor utama daya tarik nyamuk justru berasal dari senyawa bau tubuh, terutama 1-octen-3-ol yang tinggi pada ibu hamil trimester kedua.
  • Mengonsumsi bir terbukti meningkatkan ketertarikan nyamuk karena memengaruhi suhu tubuh, kadar CO₂, dan aroma kulit, sehingga seseorang lebih mudah menjadi target gigitan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa nyamuk selalu menggigit, sementara orang-orang di sekitarmu seolah diabaikan? Para ilmuwan kini mulai mengungkap campuran senyawa kimia kompleks yang membuat sebagian orang lebih menarik bagi nyamuk penghisap darah pembawa penyakit ini.

Fenomena ini sebenarnya bukan sekadar mitos—nyamuk memang lebih tertarik kepada sebagian orang dibandingkan yang lain. Namun, bukan berarti seseorang selalu menjadi magnet nyamuk setiap saat.

Sinyal yang ditangkap nyamuk

Berbagai sinyal yang ditangkap indra nyamuk dapat membuat mereka memilih satu orang dibandingkan yang lain. Sinyal utama berasal dari bau tubuh, panas tubuh, dan karbon dioksida (CO₂) yang kita hembuskan saat bernapas.

Hanya nyamuk betina yang menggigit manusia. Mereka memiliki reseptor yang sangat sensitif untuk mendeteksi sinyal-sinyal tersebut, lalu memilih target yang dianggap paling menarik.

Saat masih berada puluhan meter dari manusia, nyamuk terlebih dahulu mendeteksi CO₂. Ketika jaraknya semakin dekat, sekitar 10 meter, mereka mulai mengenali aroma tubuh manusia yang berpadu dengan karbon dioksida, sehingga daya tarik seseorang menjadi semakin kuat.

Ketika nyamuk berada sangat dekat, suhu tubuh dan kelembapan kulit turut membuat sebagian orang menjadi target yang lebih menggoda.

Tidak berhubungan dengan golongan darah

ilustrasi nyamuk (commons.wikimedia.org/Aqil F)

Beberapa anggapan populer mengenai nyamuk ternyata tidak didukung bukti ilmiah. Anggapan bahwa nyamuk lebih menyukai golongan darah tertentu tidak memiliki dasar ilmiah.

Peneliti juga menegaskan bahwa ketertarikan nyamuk tidak berkaitan dengan warna kulit, warna mata, maupun warna rambut. Sebaliknya, bau tubuh memegang peranan yang sangat penting.

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh manusia dapat melepaskan antara 300 hingga 1.000 senyawa berbau, tetapi para ilmuwan baru mulai memahami senyawa mana yang paling menarik bagi nyamuk.

Dalam penelitian terbaru, tim peneliti melepaskan nyamuk Aedes aegypti—spesies yang dikenal sebagai penyebar demam kuning dan demam berdarah dengue (DBD)—ke arah 42 perempuan di laboratorium untuk melihat siapa yang paling sering dipilih sebagai target gigitan.

Perempuan hamil dan minum bir

Para perempuan yang paling sering digigit—termasuk ibu hamil pada trimester kedua—ternyata menghasilkan kadar tinggi dari suatu senyawa yang berasal dari pemecahan sebum, yaitu minyak alami pada kulit.

Yang mengejutkan, bahkan peningkatan kecil pada senyawa tersebut, yang disebut 1-octen-3-ol atau alkohol jamur (mushroom alcohol), sudah cukup untuk membuat seseorang menjadi lebih menarik bagi nyamuk.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi bir dapat meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk. Hal ini diduga karena bir dapat meningkatkan suhu tubuh, memperbanyak karbon dioksida yang diembuskan!dan mengubah aroma kulit.

Dalam sebuah penelitian, sejumlah relawan meminum bir lalu beberapa hari kemudian hanya meminum air putih. Para peneliti kemudian mengamati kelompok mana yang lebih disukai nyamuk.

Hasilnya, nyamuk Anopheles, yang dapat menularkan malaria, lebih tertarik pada aroma tubuh para relawan setelah mereka mengonsumsi bir.

Sementara itu, dalam penelitian yang dilakukan di Belanda pada 2023, 465 relawan diminta memasukkan lengan mereka ke dalam kandang berisi nyamuk Anopheles betina.

Relawan yang mengonsumsi bir dalam 24 jam terakhir terbukti 1,35 kali lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan mereka yang tidak meminumnya.

Mengungkap alasan mengapa nyamuk lebih menyukai orang tertentu kini menjadi semakin penting, terutama karena perubahan iklim memperluas wilayah penyebaran nyamuk. Sebagai contoh, nyamuk harimau (tiger mosquito), yang dapat menularkan virus chikungunya, kini mulai menyebar ke berbagai wilayah baru.

Editorial Team

Related Article