Selain menyimpan air, pohon juga memiliki cadangan energi berupa gula dan pati yang tersimpan di batang, akar, maupun jaringan lainnya. Ketika fotosintesis melambat akibat stomata tertutup, pohon akan menggunakan cadangan energi tersebut untuk mempertahankan fungsi-fungsi penting agar tetap hidup.
Cadangan makanan ini juga berperan besar saat musim hujan kembali datang. Energi yang tersimpan digunakan untuk memperbaiki jaringan yang rusak, membentuk daun baru, serta mengaktifkan kembali proses pertumbuhan. Itulah sebabnya beberapa pohon tampak tetap hidup setelah kemarau panjang, tetapi membutuhkan waktu cukup lama hingga benar-benar pulih.
Kemampuan pohon bertahan saat kemarau panjang menunjukkan betapa luar biasanya cara alam beradaptasi. Dengan menghemat air, memanfaatkan akar, dan menggunakan cadangan energi, pohon mampu bertahan hingga hujan kembali turun.
Referensi
Liang, X., & Ye, Q. (2024). Integrating dehydration tolerance and avoidance in drought adaptation. Journal of Plant Ecology, 17(6).
Nashville Tree Conservation Corps. Diakses pada Juli 2026. Trees and Drought: How Do Trees Weather Long Periods of Dry Heat?
Science News. Diakses pada Juli 2026. Trees ‘Remember’ Times of Water Abundance and Scarcity
Science News. Diakses pada Juli 2026. Ultrasound Reveals Trees’ Drought-Survival Secret
Woodland Investment Management. Diakses pada Juli 2026. Surviving Drought