Sayangnya, kucing yang memasuki usia dewasa lebih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, dengan memahami kapan kucing dianggap senior dan tanda-tanda penuaan, adalah bagian dari memelihara kesehatan kucing sejak dini. Dengan ini, kamu sebagai pemilik kucing sudah mempersiapkan apa saja yang sekiranya dilakukan jika kucing menginjak dewasa. Berikut adalah penjelasan lengkapnya!
Kapan Kucing Masuk Kategori Senior? Ini Usia dan Cirinya

- Kucing dikategorikan senior saat berusia di atas 10 tahun, meski beberapa dokter hewan mulai memperlakukannya sebagai senior sejak usia 7 tahun untuk pemeriksaan kesehatan lebih rutin.
- Tanda penuaan kucing meliputi penurunan aktivitas, perubahan penglihatan, masalah gigi, bulu kusam, nafsu makan menurun, serta perubahan perilaku dan kebiasaan buang air.
- Perawatan kucing senior mencakup pemberian makanan khusus, pemeriksaan dokter setiap enam bulan, pemantauan perubahan fisik atau perilaku, serta perhatian ekstra terhadap kenyamanan dan kebersihan.
Kucing tidak mengatakan bahwa dirinya tua, tapi tubuhnya perlahan berbicara melalui cara tidur yang lebih lama, kerontokan bulu di mana-mana, dan nafsu makan yang tidak selahap dulu. Suara 'kresek' makanan yang dibuka kini tak lagi membuat kucing bergegas menghampiri dengan tatapan berbinar, sebaliknya, sepasang manik matanya justru berkedip lambat. Tidak, ini bukanlah karena makanannya yang tampak membosankan atau tidak menarik lagi. Tetapi, perilaku sederhana ini adalah bagian dari proses penuaan.
1. Kapan seekor kucing bisa dikatakan senior?

Kucing (pexels.com/Mehmet) Melansir PetMD, rata-rata umur kucing yakni 13-17 tahun, namun beberapa ada yang hidup hingga 20 tahun atau lebih. Menurut Asosiasi Praktisi Kucing Amerika (AAFP), kucing dianggap senior ketika usianya melebihi 10 tahun. Namun, banyak dokter hewan mungkin mulai memperlakukan kucing sebagai kucing senior pada usia 7 tahun, yang berarti pemeriksaan kesehatan meningkat dari setiap tahun menjadi setiap enam bulan.
Berikut adalah tahapan utama kehidupan kucing umumnya dikategorikan sebagai berikut:
- Anak kucing: Hingga usia 1 tahun
- Remaja: Uisa 1 hingga 6 tahun
- Dewasa: 7 hingga 10 tahun
- Berusia di atas 10 tahun
2. Tanda-tanda penuaan pada kucing

Kucing (pexels.com/Zeki) Kucing senior dapat menunjukkan tanda-tanda penuaan dengan berbagai cara. Namun, beberapa tanda ini dapat tumpang tindih dengan proses penyakit, artinya penting untuk mendiskusikan perubahan fisik dan perilaku kucing kamu dengan dokter hewan. Berikut adalah tanda-tandanya:
- Tingkat aktivitas
Seiring bertambahnya usia kucing, tubuhnya pun lebih banyak membutuhkan istirahat. Meskipun mereka mungkin menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur siang, penuaan normal bukan berarti lesu, penurunan aktivitas yang tiba-tiba atau drastis, kaku, atau berkurangnya kemampuan melompat. Tanda-tanda ini menunjukkan sudah saatnya kucing kesayanganmu diperiksa.
- Penglihatan
Seiring bertambahnya usia, serat-serat di lensa mata mengental, sehingga kamu mungkin melihat sedikit kekeruhan atau kabut biru keabu-abuan di mata kucing. Perubahan normal yang berkaitan dengan usia ini disebut sklerosis lentikular, berbeda dengan katarak pada kucing yang menghambat penglihatan dan memerlukan penanganan. Tanda-tanda penglihatan terganggu biasanya kucing lebih sering menabrak benda, tampak bingung, atau menunjukkan perilaku hati-hati.
- Kesehatan mulut
Masalah gigi, seperti penumpukan karang dan penyakit gusi merupakan masalah umum ketika kucing usianya bertambah. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan sebagai konsekuensi tak terhindarkan dari penuaan. Perawatan gigi rutin sepanjang hidup kucing, termasuk pembersihan gigi profesional, dapat membantu mencegah atau mengurangi perubahan mulut yang terkait dengan penuaan dan mendukung umur panjang.
- Bulu yang berantakan
Seiring bertambahnya usia kucing, perawatan diri bisa menjadi lebih sulit karena kucing tidak lagi begitu fleksibel. Bulu yang kusut dan kusam dapat mengindikasikan bahwa kucing kesulitan merawat diri. Kamu dapat membantunya dengan menyikat bulunya menggunakan sikat berbulu lembut setidanya sekali seminggu.
- Penurunan nafsu makan
Penurunan nafsu makan adalah hal yang normal terjadi pada kucing yang lebih tua. Penglihatan dan indra penciuman kucing yang lebih tua akan mulai menurun. Untuk memastikan kucing mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan, sangat penting untuk memberi mereka makanan khusus untuk kucing yang lebih tua. Demi merangsang nafsu makan kucing, kamu dapat mencoba menghangatkan makanan. Namun, jika nafsu makan menurun drastis, kamu harus segera membawanya ke dokter agar kucing tidak mengalami kekurangan nutrisi.
- Masalah buang air
Seiring bertambahnya usia kucing, mereka mungkin mengalami inkontinensia. Hal ini dapat mengakibatkan kucing tidak dapat mencapai kotak pasir tepat waktu ketika mereka perlu buang air kecil. Sebaiknya sediakan beberapa kotak pasir tambahan dan letakkan di berbagai tempat di rumah.
- Perubahan suasana hati
Perubahan tidak hanya tampak secara fisik, yang mana pemilik juga mungkin akan melihat perubahan perilakunya. Seiring bertambahnya usia, kucing yang sangat ramah mungkin menjadi sedikit lebih pendiam, dan kucing yang pemalu mungkin menjadi lebih penyayang. Penting untuk memperhatikan tanda-tanda yang ditunjukkan kucing yang menunjukkan bahwa suasana hatinya mungkin berubah. Hal-hal seperti mengibaskan ekor atau geraman rendah dapat mengindikasikan bahwa kucing mungkin tidak ingin dipeluk atau tidak nyaman jika kamu mengelusnya.
- Lebih banyak bersuara
Seiring bertambahnya usia kucing, pemilik mungkin akan menyadari bahwa mereka menjadi lebih banyak bersuara. Indra kucing akan mulai tumpul seiring bertambahnya usia, menyebabkan mereka tidak dapat melihat, mendengar, atau mencium dengan baik. Penurunan indra ini bisa menjadi alasan kucing lebih sering bersuara, karena kucing mungkin memanggil untuk mengetahui di mana mereka berada.
3. Perawatan kucing senior

Kucing gigit leher (pexels.com/Pet Foto) Perawatan antara kucing senior dan anak-anak sangatlah berbeda. Di mana menjaga kesehatan kucing seniro membutuhkan pemeriksaan rutin dengan dokter hewan karena kucing senior lebih rentan terhadap masalah kesehatan. Berikut adalah tips merawat kucing senior:
- Pemenuhan kebutuhan nutrisi
Kucing senior biasanya membutuhkan sedikit perhatian ekstra. Terkadang mereka lupa makan dan minum, atau bahkan kesulitan mencari mangkuk mereka. Jadi, pastikan kucing peliharaan yang sudah tua memiliki akses mudah ke makanan dan minumannya setiap hari.
Kucing senior harus diberi makanan khusus senior untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sebagian besar dokter hewan akan merekomendasikan peralihan ke makanan senior sekitar usia 7 tahun.
Kucing juga menyukai tempat yang hangat, dan kucing senior khususnya akan mencari tempat yang hangat. Pertimbangkan untuk membelikan kucing tempat tidur kucing yang terasa hangat. Selain itu, kucing senior mungkin akan mendapat manfaat dari perawatan ekstra dengan menyikat bulunya setiap minggu.
- Lakukan kunjungan rutin ke dokter hewan
Pemeriksaan fisik lengkap direkomendasikan setiap enam bulan untuk semua kucing yang usianya di atas 7 tahun. Jika pemilik merasa terlalu sering, maka pertimbangkan bahwa kunjungan dokter hewan dua kali setahun setara dengan manusia yang mengunjungi dokter setiap tiga hingga empat tahun sekali. Hal ini karena kucing pandai menyembunyikan penyakitnya, pemeriksaan dan pengujian kesehatan adalah landasan untuk menjaga kesehatan kucing senior.
Pemeriksaan tekanan darah rutin biasanya disarankan untuk semua kucing yang usianya lebih dari 10 tahun dan pada kucing dengan penyakit yang umumnya berhubungan dengan hipertensi (tekanan darah tinggi) seperti penyakit ginjal, diabetes, dan hipertiroidisme.
- Amati perubahan fisik atau perilaku kucing
Perubahan fisik atau perilaku apa pun pada kucing dapat menandakan adanya masalah kesehatan. Penting untuk memperhatikan setiap perubahan dan menghubungi dokter hewan untuk mendapatkan panduan.
4. Masalah kesehatan yang berisiko menyerang kucing senior

Kucing (unsplash.com/Zenan) Kucing senior biasanya lebih rentan terhadap masalah kesehatan, hal ini masih berkaitan dengan perubahan fisik dan perilaku kucing senior yang mengalami penurunan nafsu makan. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan umum yang dialami kucing senior meliputi:
- Penyakit gigi
Penyakit gigi menyerang lebih dari 80% kucing berusia di atas 5 tahun. Menyikat gigi setiap hari di rumah dengan sikat gigi kecil dan pasta enzimatik untuk kucing akan mencegah penumpukan plak pada gigi kucing. Pembersihan gigi tahunan juga membantu menjaga kesehatan gigi kucing kesayangan kamu.
- Osteoartritis
Artritis pada kucing adalah penyakit sendi degeneratif yang menyerang lebih dari 90% kucing berusia 10 tahun ke atas.
- Penyakit ginjal
Penyakit ginjal pada kucing ditemukan pada lebih dari 20% dari semua kucing. Gejala penyakit ginjal pada kucing bisa sangat ringan, seperti peningkatan minum atau gumpalan urine yang lebih besar di kotak pasir kucing, kehilangan nafsu makan, atau sedikit penurunan berat badan.
- Penyakit radang usus
Muntah, diare, dan penurunan berat badan adalah gejala paling umum dari IBD pada kucing. Ini adalah masalah yang sangat umum pada kucing paruh baya dan senior.
- Diabetes
Ini adalah penyakit umum pada kucing yang lebih tua terutama yang kelebihan berat badan. Pengelolaan berat badan penting untuk mencegah diabetes.
Sebagai penutup, kucing dikatakan masuk kategori senior jika usianya sudah lebih dari 10 tahun. Namun, beberapa dokter hewan akan memperlakukan kucing yang usianya 7 tahun ke atas seperti kucing senior. Beberapa tanda kucing sudah mengalami fase penuaan adalah adanya kerontokan bulu, masalah buang air kecil, penurunan nafsu makan, dan adanya masalah gigi.




![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)

















