Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketika Air Jadi Langka, 6 Hewan Ini Punya Cara Unik Bertahan Hidup

Ketika Air Jadi Langka, 6 Hewan Ini Punya Cara Unik Bertahan Hidup
burung unta (pexels.com/Frans van Heerden)

Air adalah sumber kehidupan bagi hampir semua makhluk hidup. Namun, di lingkungan yang kering seperti gurun atau daerah yang mengalami kekeringan panjang, air menjadi barang langka. Bagaimana hewan-hewan bisa bertahan dalam kondisi ekstrem ini?

Ternyata, beberapa hewan memiliki adaptasi unik untuk mengatasi kekurangan air. Ada yang bisa menyimpan air dalam tubuhnya, ada pula yang mendapatkan cairan dari makanan yang mereka konsumsi. Yuk, simak bagaimana enam hewan ini tetap bertahan hidup meski air sulit ditemukan!

1. Unta bertahan tanpa air dengan trik fisiologisnya

unta (pexels.com/Darya Grey_Owl)
unta (pexels.com/Darya Grey_Owl)

Banyak yang mengira punuk unta menyimpan air, padahal isinya lemak. Ketika makanan dan air langka, tubuhnya mengubah lemak ini menjadi energi, menghasilkan sedikit air sebagai produk sampingan. Mekanisme ini membantu unta tetap bugar meski diterpa panasnya gurun.

Selain itu, unta memiliki kemampuan luar biasa dalam mempertahankan kadar air. Mereka jarang berkeringat, bahkan dalam suhu ekstrem, dan urinenya begitu pekat sehingga meminimalkan kehilangan cairan. Lebih hebatnya lagi, unta mampu meneguk puluhan liter air dalam sekali minum dan langsung menyimpannya dalam aliran darah—bukan di punuknya!

2. Katak gurun 'mengunci' air dalam tubuhnya

ilustrasi katak gurun (commons.wikimedia.org/John Hill)
ilustrasi katak gurun (commons.wikimedia.org/John Hill)

Katak gurun mengandalkan strategi unik untuk bertahan tanpa air. Saat musim kemarau tiba, mereka menggali tanah dan membalut tubuhnya dengan lapisan kulit mati yang membentuk kepompong. Lapisan ini menjaga kelembapan tubuh, memungkinkan mereka menyimpan air selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Beberapa spesies, seperti katak penyimpan air (Cyclorana platycephala), memiliki cadangan cairan dalam kandung kemih yang bisa digunakan saat dibutuhkan. Ketika hujan akhirnya turun, mereka segera keluar dari persembunyian dan menyerap air dengan cepat. Hidup di gurun memang penuh tantangan, tetapi katak ini sudah menemukan cara jitu untuk mengatasinya.

3. Kangguru mengatur cairan tubuh dengan cerdik

kangguru (pexels.com/Sergey Guk)
kangguru (pexels.com/Sergey Guk)

Kangguru memiliki cara tersendiri agar tidak kehabisan air di tengah teriknya gurun Australia. Mereka lebih aktif mencari makan saat malam atau dini hari, ketika udara lebih sejuk dan kelembapan lebih tinggi. Daun serta rerumputan yang mereka konsumsi juga mengandung cukup air, sehingga mereka jarang perlu minum langsung.

Selain itu, tubuh mereka dirancang untuk mempertahankan cairan sebaik mungkin. Ginjalnya menghasilkan urine yang pekat, sementara kotorannya berbentuk sangat kering. Jika suhu meningkat, mereka menjilat lengan dan membiarkan air liur menguap, menciptakan efek pendinginan tanpa harus berkeringat.

4. Burung unta bertahan dengan diet

burung unta (pexels.com/Frans van Heerden)
burung unta (pexels.com/Frans van Heerden)

Burung unta adalah ahli bertahan hidup di daerah kering tanpa perlu sering minum. Mereka mendapatkan sebagian besar cairan dari makanan seperti daun, bunga, dan biji-bijian yang kaya air. Dalam kondisi ekstrem, mereka bahkan bisa mengonsumsi serangga atau hewan kecil untuk menambah asupan cairan.

Selain pola makan yang cerdas, tubuh burung unta juga dirancang untuk meminimalkan kehilangan air. Ginjalnya mampu menghasilkan urine yang pekat, sementara limbah diekskresikan dalam bentuk pasta untuk menghemat cairan. Sebagai tambahan, mereka memiliki cara unik dalam mengatur suhu tubuh—mengembangkan bulu saat panas dan merapatkannya ketika dingin.

5. Tikus kangguru bertahan hidup tanpa setetes air

tikus kangguru (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)
tikus kangguru (commons.wikimedia.org/U.S. Fish and Wildlife Service Headquarters)

Tikus kangguru menggunakan mekanisme ekstrem untuk bertahan hidup di gurun tanpa pernah minum. Mereka mengandalkan biji-bijian sebagai sumber utama cairan, karena setiap biji mengandung sedikit air. Lebih dari itu, metabolisme mereka mampu mengubah lemak menjadi air, memastikan tubuh tetap terhidrasi.

Selain pola makan yang efisien, mereka juga sangat ahli dalam mempertahankan cairan tubuh. Ginjalnya bekerja dengan optimal, menghasilkan urine yang hampir padat guna mencegah kehilangan air. Ditambah lagi, mereka bernapas dengan teknik khusus yang menangkap kelembapan dari udara, menjaga tubuh mereka tetap terhidrasi meski lingkungan sangat kering.

6. Kumbang gurun menyedot air dari udara

ilustrasi kumbang gurun (commons.wikimedia.org/Schnobby)
ilustrasi kumbang gurun (commons.wikimedia.org/Schnobby)

Di tengah panasnya gurun, kumbang Namib memiliki cara luar biasa untuk mendapatkan air. Saat pagi tiba, mereka berdiri di atas pasir dengan kepala menunduk dan tubuh miring ke arah angin. Kabut yang terbawa angin pun menempel di punggungnya, lalu mengalir ke mulut layaknya tetesan embun.

Tak hanya posturnya yang unik, struktur tubuh mereka juga dirancang untuk mengumpulkan air. Sayapnya memiliki tekstur khusus yang dapat menangkap uap air dari udara. Berkat mekanisme ini, kumbang Namib mampu bertahan hidup di habitat yang hampir tidak memiliki sumber air.

Hewan-hewan ini menunjukkan bahwa alam punya cara luar biasa dalam menghadapi tantangan. Dari unta yang menyimpan air dalam tubuhnya hingga kumbang yang ‘memanen’ embun, setiap spesies punya strategi unik untuk bertahan di lingkungan ekstrem. Kira-kira, adaptasi mana yang paling menarik menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Hewan dengan Kemampuan Mengganti Kulit atau Cangkang Secara Alami

03 Apr 2026, 20:05 WIBScience