Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Komdigi Dorong Anak Muda Melahirkan Satelit Karya Anak Bangsa
Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Jakarta, pada Rabu (08/07/2026) (IDN Times/Misrohatun)
  • Komdigi mengajak generasi muda berperan aktif dalam pengembangan satelit nasional sebagai langkah menuju kedaulatan digital dan kemandirian teknologi antariksa Indonesia.
  • Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia menegaskan pentingnya kemampuan bangsa dalam mengelola infrastruktur satelit sendiri, melanjutkan semangat peluncuran Palapa A1 lima dekade lalu.
  • Kementerian Komdigi memperkuat ekosistem satelit melalui kolaborasi lintas sektor, regulasi pendukung, serta apresiasi terhadap talenta muda yang berinovasi di bidang teknologi antariksa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Momentum peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia menjadi titik awal memperkuat ekosistem industri satelit dalam negeri, tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga perancang, pembangun dan pemilik teknologi antariksa.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto mengajak generasi muda Indonesia menjadi penggerak lahirnya satelit karya anak bangsa sebagai fondasi kedaulatan digital nasional.

“Kepada seluruh generasi muda Indonesia, jangan biarkan kata satelit terasa jauh dari jangkauan kalian. Pelajarilah teknologi antariksa, dalami regulasi dan kebijakan luar angkasa dan yang terpenting, percayalah bahwa generasi kalian bisa membawa Indonesia ke era ketika kita tidak hanya menjadi pengguna satelit, tetapi juga perancang, pembangun, dan pemilik satelit itu sendiri,” jelasnya dalam Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Jakarta, pada Rabu (08/07/2026).

Indonesia pernah mencatatkan sejarah

Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia bertema ‘Kedaulatan Digital dari Ruang Angkasa’ menjadi pengingat bahwa kedaulatan bangsa pada era digital juga ditentukan oleh kemampuan mengelola dan mengembangkan infrastruktur satelit secara mandiri.

Tepat 50 tahun lalu, Indonesia mencatat sejarah melalui peluncuran Satelit Palapa A1. Keberanian para pendahulu membangun sistem komunikasi berbasis satelit menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit komunikasi domestik sendiri.

“Semangat itulah yang harus kita lanjutkan untuk menjawab tantangan masa depan," ujar Wayan.

Peran Komdigi

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Wayan Toni Supriyanto (IDN Times/Misrohatun)

Komdigi terus menjalankan perannya sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam pembangunan ekosistem satelit nasional.

Peran tersebut diwujudkan melalui pengelolaan spektrum frekuensi radio secara optimal, koordinasi slot orbit satelit Indonesia di forum internasional, penyusunan regulasi yang memberikan kepastian bagi industri, serta penciptaan iklim investasi yang mendorong tumbuhnya industri satelit nasional.

“Kami memahami bahwa konektivitas satelit bukan semata urusan teknis, melainkan kedaulatan. Siapa yang menguasai infrastruktur satelitnya sendiri, dialah yang menguasai masa depan ketahanan informasi dan komunikasi bangsanya,” Wayan mengatakan.

Indonesia tidak kekurangan talenta

Kementerian Komdigi terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, lembaga riset dan komunitas inovasi guna memperkuat rantai ekosistem satelit nasional, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi, manufaktur komponen, hingga penyusunan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri.

Dirjen Wayan memberikan apresiasi kepada para pemenang Indonesia Aerospace Hackathon 2026 yang dinilainya menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang mampu menghadirkan solusi inovatif di bidang teknologi antariksa.

“Kalian adalah bukti bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak kesempatan, ruang yang cukup, dan kepercayaan bahwa anak-anak muda Indonesia mampu membangun satelitnya sendiri," tuturnya.

Dalam rangkaian peringatan tersebut juga dilakukan peluncuran Prangko PRISMA Edisi 50 Tahun Satelit Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah satelit nasional.

Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Kementerian Komdigi optimis semangat yang melahirkan Satelit Palapa A1 lima dekade lalu akan terus hidup dan menjadi fondasi bagi terwujudnya kedaulatan digital Indonesia dari ruang angkasa menuju Indonesia Emas 2045.

Curated For You

Editorial Team

Related Article