Comscore Tracker

Mengenal Gas Rumah Kaca, Zat yang Membuat Bumi Makin Panas

Keluar rumah dikit, sambat panas seharian :')

Kerasa gak, sih, kalau akhir-akhir ini bumi makin puanase puol? Keluar rumah sebentar saja, harus buru-buru balik dan menghadap pendingin ruangan saking panasnya. Belum lagi sinar matahari yang terasa menyengat di kulit.

Ini kenapa, ya? Ternyata, salah satu alasannya adalah pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca. Apa itu?

Mengenal efek rumah kaca

Sinar matahari membuat bumi layak huni. Begitu terpancar ke arah bumi, 30 persen energi matahari yang mencapai dunia dipantulkan kembali ke luar angkasa. Sementara, sekitar 70 persen melewati atmosfer hingga ke permukaan bumi, lalu diserap oleh daratan, lautan, dan atmosfer. Kemudian, memanaskan planet ini. 

Panas tersebut kemudian diradiasikan kembali dalam bentuk sinar inframerah yang gak terlihat. Sebagian cahaya inframerah ini berlanjut ke luar angkasa, tapi sebagian besar, nyaris 90 persen, terserap oleh gas atmosfer. Gas inilah yang dinamakan gas rumah kaca dan prosesnya disebut sebagai efek rumah kaca

Dalam jumlah wajar, terperangkapnya panas dalam gas rumah kaca membuat suhu permukaan rata-rata bumi mencapai 33 derajat Celsius. Jika bukan karena efek gas rumah kaca, suhu rata-rata bumi akan menjadi -18 derajat Celsius alias kelewat dingin untuk ditinggali setiap hari.

Apa itu gas rumah kaca?

Mengenal Gas Rumah Kaca, Zat yang Membuat Bumi Makin Panasilustrasi asap industri sebagai salah satu bentuk gas rumah kaca (pexels.com/Marek Piwnicki)

Lalu, apa saja gas rumah kaca? Ini adalah gas-gas yang menyebabkan perubahan suhu bumi, meliputi karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dinitrogen oksida (N2O), yang secara alami terdapat di atmosfer. 

Selain itu, aktivitas manusia juga menimbulkan gas rumah kaca lainnya yang disebut gas  berfluorinasi. Di antaranya, ada hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), sulfur heksafluorida (SF6), dan nitrogen trifluorida (NF3). Kebanyakan gas ini diproduksi oleh limbah industri. 

  • Karbon dioksida menyumbang 76 persen emisi global. Zat ini dapat bertahan cukup lama di atmosfer. Setelah dilepaskan, 40 persen bisa jadi masih tersisa walau telah 100 tahun. Atau, bisa 20 persen tersisa setelah 1.000 tahun dan 10 persen selama 10.000 tahun kemudian
  • Metana menyumbang 16 persen emisi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Meski bertahan di atmosfer lebih sebentar (sekitar 10 tahun alias satu dekade), Environmental Protection Agency Amerika menyebutkan, zat ini 25 kali lebih berdampak pada pemanasan global daripada co2 selama 100 tahun
  • Nitrous oksida hanya ada sekitar enam persen dari keseluruhan emisi karbon global. Namun, gas ini memiliki GWP 300 kali lipat dari karbon dioksida dalam waktu 100 tahun. Parahnya, bisa tetap berada di atmosfer lebih dari satu abad
  • Gas berfluorinasi dipancarkan dari aktivitas manusia dan hanya berperan dua persen. Namun, GWP dari gas-gas ini bisa mencapai ribuan hingga puluhan ribu serta bertahan sangat lama.

Baca Juga: 6 Fakta Warna Putih Paling Terang, Kurangi Global Warming?

Dari mana gas rumah kaca berasal?

Mengenal Gas Rumah Kaca, Zat yang Membuat Bumi Makin Panasilustrasi macet (pexels.com/Mikechie Esparagoza)

Sebagian besar jumlah emisi gas rumah kaca dihasilkan oleh aktivitas manusia. Termasuk kegiatan sehari-hari, produksi pabrik, dan penggunaan bahan bakar secara besar-besaran.

Ukuran populasi, aktivitas ekonomi, gaya hidup, pengelolaan lahan, dan banyak hal lainnya, pun turut menyumbang produksi gas rumah kaca. Lebih detailnya dalam uraian berikut:

  1. Produksi listrik dan panas. Keduanya berasal dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam yang menyumbang seperempat dari keseluruhan emisi karbon akibat aktivitas manusia 
  2. Pertanian dan alih guna lahan. Seperempat emisi gas rumah kaca disebabkan oleh alih guna lahan seperti deforestasi. Hal ini terjadi, karena kita kehilangan pohon yang dapat menyerap karbon dioksida dan pengalihan tanah sebagai pengikat karbon
    Industri. Seperlima emisi karbon diakibatkan oleh industri, lho! Termasuk produksi bahan mentah, seperti semen dan baja, serta pemrosesan makanan maupun konstruksi
  3. Transportasi. Pembakaran bahan bakar berbasis minyak bumi menyumbang 14 persen emisi gas rumah kaca global
  4. Bangunan di dunia. Sekitar 6,4 persen emisi gas rumah kaca global, disebabkan oleh bangunan yang  beroperasi di seluruh dunia. Penyebabnya termasuk penggunaan gas alam dan minyak untuk memasak serta limbah dan kebocoran refrigeran pada mesin pendingin.

Belum selesai di sana, sisanya disebabkan oleh kegiatan lain yang berkaitan dengan pembakaran bahan bakar fosil. Termasuk ekstraksi, pemurnian, pemrosesan, serta pengangkutan minyak, gas, dan batu bara. Bahkan mungkin penggunaan kendaraan listrik yang energinya didapat dari pembakaran hasil bumi.

Bagaimana gas rumah kaca memengaruhi suhu bumi?

Mengenal Gas Rumah Kaca, Zat yang Membuat Bumi Makin PanasIlustrasi krisis iklim (Pexels/Markus Spiske)

Sejatinya, gas rumah kaca memiliki sifat kimia yang berbeda. Sebagian gas pun dikeluarkan dari atmosfer dengan cara berbeda dari waktu ke waktu.

Karbon dioksida, misalnya, diserap oleh penyerap karbon seperti tanaman, tanah, dan laut. Adapun gas fluorinated atau sintetis, hanya bisa dihancurkan oleh sinar matahari saat mencapai ketinggian atmosfer tertentu.

Lantas, bagaimana gas rumah kaca berubah menjadi hal negatif padahal sebelumnya berfungsi mengatur suhu bumi? Dilansir NRDC, tingkat pengaruh satu gas rumah kaca terhadap pemanasan global bergantung pada tiga faktor utama, yakni:

  • seberapa banyak kandungan gas di atmosfer;
  • seberapa lama masa gas bertahan di atmosfer; dan
  • seberapa efektif gas menjebak panas.

Konsentrasi kandungan gas di atmosfer diukur dengan satuan bagian per juta (ppm), bagian per miliar (ppb), atau bagian per triliun (ppt). Misalnya, dalam satu ppm karbon dioksida artinya ada satu molekul gas tersebut di setiap satu juta molekul udara.

Seberapa efektif gas menjebak panas disebut sebagai potensi pemanasan global atau GWP. Pengukuran dilakukan dengan mengetahui energi total penyerapan gas selama periode waktu tertentu (biasanya 100 tahun) terhadap emisi 1 ton karbon dioksida. 

Emisi gas rumah kaca dari tahun ke tahun

Mengenal Gas Rumah Kaca, Zat yang Membuat Bumi Makin Panasilustrasi penyebab pemanasan global (unsplash.com/Kouji Tsuru)

Sejak Revolusi Industri dan munculnya mesin uap bertenaga batu bara, aktivitas manusia telah meningkatkan volume gas rumah kaca secara signifikan. Kandungan gas yang dibuang ke udara ini disebut sebagai emisi, melansir KBBI

Antara tahun 1750 hingga 2011, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer meningkat sebesar 40 persen, metana sebesar 150 persen, dan dinitrogen oksida sebesar 20 persen. Pada akhir 1920-an, gas berfluorinasi buatan seperti klorofluorokarbon, atau CFC pun dikategorikan sebagai gas rumah kaca yang emisinya menimbulkan pemanasan bumi.

Parahnya, peningkatan angka emisi gas tersebut paling banyak terjadi hanya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir saja. Meski bisa naik turun, pada 2017, emisi karbon cenderung meningkat 1,5 persen. Ini pun kembali meningkat pada 2018 sebesar 2,7 persen, melansir The Intergovernmental Panel on Climate Change

Penekanan jumlah gas rumah kaca terus diupayakan berbagai kalangan. Nah, kamu pun bisa ambil bagian. Contoh kecilnya dengan mulai mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan limbah harian, serta mulai menggunakan pendingin ruangan ramah lingkungan.

Baca Juga: 5 Dampak Pemanasan Global, Manusia pun Merasakan Efeknya

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya