Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Ikan Sapu-sapu Bisa Bertahan Hidup di Berbagai Habitat?

Mengapa Ikan Sapu-sapu Bisa Bertahan Hidup di Berbagai Habitat?
ikan sapu-sapu (unsplash.com/Stötzer Balázs)
Intinya Sih
  • Ikan sapu-sapu menjadi spesies invasif di Indonesia karena kulit kerasnya melindungi dari predator dan memungkinkan hidup di berbagai habitat ekstrem.
  • Bentuk tubuh, mulut penyedot, serta kemampuan kamuflase membuat ikan sapu-sapu mudah beradaptasi dan bertahan di lingkungan berbeda.
  • Populasi ikan sapu-sapu meningkat pesat karena minim predator alami, jarang dikonsumsi manusia, serta sering dilepasliarkan dari perdagangan ikan hias.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ikan sapu-sapu sudah menjelma menjadi spesies invasif di perairan Indonesia. Kehadirannya membawa petaka, entah itu bagi keseimbangan ekosistem, populasi satwa lokal, bahkan bagi kehidupan manusia. Selain itu, ikan berbadan keras tersebut juga bisa bertahan hidup di berbagai habitat, lho.

Ia bisa hidup di danau, sungai, rawa, kolam, waduk, bahkan selokan yang kotor dan tercemar. Lantas, bagaimana ia bisa hidup di semua tempat tersebut? Tak hanya itu, apakah ikan sapu-sapu memiliki adaptasi khusus untuk bertahan hidup? Yuk, simak pembahasan berikut dan temukan jawabannya.

1. Ikan sapu-sapu punya kulit keras

ikan sapu-sapu
ikan sapu-sapu (unsplash.com/Peter Burdon)

Laman Chewy menjelaskan kalau ikan sapu-sapu punya kulit kuat layaknya armor atau perisai. Hal tersebut membuatnya sulit dibunuh, dimakan, atau dihancurkan. Karena itu, predator enggan memakan ikan sapu-sapu. Alhasil, ikan ini bisa hidup dengan tenang, tak terancam oleh kehadiran predator, dan akhirnya penyebarannya meluas ke berbagai tipe habitat. Selain untuk melindungi diri dari predator, kulit kerasnya juga membuat ikan ini tetap aman dari benturan, tusukan, atau gesekan benda tajam di berbagai tipe habitat.

2. Ikan sapu-sapu punya kemampuan adaptasi luar biasa

ikan sapu-sapu
ikan sapu-sapu (unsplash.com/Daniel Lloyd Blunk-Fernández)

Bentuk tubuh aneh yang dimiliki ikan sapu-sapu merupakan bentuk adaptasi agar ia bisa bertahan hidup di berbagai habitat. Dilansir Steenfott Aquatics, salah satu adaptasi tersebut adalah bentuk mulunya. Mulut ikan ini berada di bawah kepala dan berbentuk seperti penyedot. Bentuk tersebut membuat ikan ini bisa menelan banyak makanan tanpa harus bersusah payah.

Mulutnya juga membuat ikan ini bisa menempel di permukaan datar sehingga ia tetap aman dari berbagai ancaman. Tubuhnya juga aerodinamis yang memberikan keuntungan ketika berenang dan bermanuver di air. Ikan ini juga memiliki warna dan corak tubuh yang beragam. Nah, dua hal tersebut merupakan adaptasinya agar bisa berkamuflase.

3. Ikan sapu-sapu tak punya banyak predator

ikan sapu-sapu
ikan sapu-sapu (unsplash.com/Eric R.)

Dilansir A-Z Animals, predator ikan sapu-sapu di habitat alamninya adalah kaiman, berang-berang raksasa, ikan lele, ikan siklid berukuran besar, burung kuntul, dan burung raja udang. Sayangnya, beberapa hewan tersebut tidak bisa ditemukan di wilayah lain seperti Asia dan Afrika. Hal tersebut membuat populasi ikan sapu-sapu di luar wilayah penyebaran alaminya (Amerika Selatan) semakin memludak. Lonjakan populasi tersebut secara langsung membuat ikan sapu-sapu bisa menyebar dan bereproduksi dengan lebih mudah.

4. Ikan sapu-sapu bukan bahan pangan utama

ikan sapu-sapu
ikan sapu-sapu (unsplash.com/Vaibhav Pixels)

Secara teori, ikan sapu-sapu tetap bisa dimakan, sama seperti ikan lain. Bahkan, ikan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan menjadi bahan pangan di wilayah penyebaran alaminya. Namun, di luar wilayah penyebaran alaminya seperti Indonesia ikan ini tak memiliki nilai jual sebagai ikan konsumsi. Karena jarang dimakan dan ditangkap, ikan ini bisa menyebar serta hidup di berbagai habitat dengan mudah.

Artikel di jurnal Al-Alzhar Indonesia juga menjelaskan kalau ikan sapu-sapu mengandung 10 jenis logam, yaitu arsen, kadmium, kobalt, kromium, besi, logam mangan, merkuri, perak, logam timbal dan sengan. Semua logam tersebut merupaan zat yang berbahaya bagi manusia dan bisa menyebabkan keracunan. Karenanya, memakan ikan sapu-sapu sangat tidak disarankan.

5. Ikan sapu-sapu sering diperjualbelikan

ikan sapu-sapu
ikan sapu-sapu (unsplash.com/Vaibhav Pixels)

Ikan sapu-sapu merupakan ikan hias yang cukup populer dan kerap dipelihara. Namun, hal tersebut membuat penyebarannya jadi makin luas. Dilansir The Straits Times, ada banyak pemelihara yang sengaja melepasliarkan ikan sapu-sapunya ke alam liar saat mereka sudah tak sanggup memeliharanya. Tentunya, hal tersebut meningkatkan kesempatan bagi ikan sapu-sapu untuk beradaptasi dan hidup di berbagai tempat. Saat ini, semua orang juga bisa memelihara ikan sapu-sapu. Pasalnya, harga ikan tersebut terbilang murah, bahkan hanya Rp10 ribuan.

Kemampuan bertahan hidup ikan sapu-sapu tak hanya dipengaruhi oleh ikan itu sendiri. Di banyak kesempatan, justru manusia menjadi pihak yang secara tak langsung menyebarkan ikan tersebut ke berbagai tempat. Untuk mencegah hal tersebut berbagai upaya harus dilakukan, seperti membatasi penjualan ikan sapu-sapu hingga menangkap ikan sapu-sapu yang hidup di sungai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More