Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Kali Kucing Makan dalam Sehari? Ini Idealnya

Berapa Kali Kucing Makan dalam Sehari? Ini Idealnya
ilustrasi kucing makan (pixabay.com/Servetphotograph)
Intinya Sih
  • Kucing dewasa idealnya makan dua kali sehari dengan jadwal konsisten agar metabolisme stabil, sementara anak kucing butuh porsi kecil tapi lebih sering hingga empat kali sehari.

  • Frekuensi makan disesuaikan usia umumnya kitten 3–4 kali per hari, remaja 2–3 kali, dan kucing dewasa dua kali atau free feeding untuk dry food serta dua kali atau lebih untuk wet food.

  • Tanda kelebihan makan meliputi berat badan naik dan malas bergerak, sedangkan kekurangan makan terlihat dari tubuh kurus, bulu kusam, dan energi menurun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu merasa kucing kesayanganmu terus-menerus mengeong minta makan seolah perutnya tidak pernah kenyang? Sebagai pemilik, kita sering kali bingung menentukan apakah porsi yang diberikan sudah pas atau justru berlebihan. Padahal, memberikan makanan pada waktu yang tepat adalah kunci utama agar anabul tetap sehat dan terhindar dari obesitas.

Lantas, sebenarnya berapa kali kucing makan dalam sehari yang dianggap ideal untuk menjaga metabolisme tubuh anabul? Faktanya, jadwal pemberian makan ini sangat bergantung pada tahapan usia, mulai dari anak kucing yang sedang tumbuh hingga kucing senior yang butuh perhatian khusus. Agar tidak salah langkah dalam merawat si anabul, simak panduan lengkapnya di sini.

Table of Content

1. Berapa kali kucing makan dalam sehari?

1. Berapa kali kucing makan dalam sehari?

Frekuensi makan kucing sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing. Namun, dalam kondisi ideal, kucing sebaiknya makan minimal dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Untuk kucing dewasa, makanan basah segar dianjurkan diberikan setidaknya dua kali sehari agar tetap higienis dan nutrisinya terjaga. Sementara itu, makanan kering bisa diberikan minimal satu kali sehari atau disesuaikan dengan pola makan yang sudah diatur. Terpenting, jadwalnya konsisten supaya pencernaan dan metabolisme kucing tetap stabil.

Berbeda dengan kucing dewasa, anak kucing memiliki ukuran lambung yang lebih kecil sehingga perlu makan dalam porsi lebih sedikit, tetapi sering. Biasanya, kitten perlu diberi makan hingga empat kali sehari dan makanannya perlu dicek serta diganti secara rutin agar tetap segar.

2. Jadwal makan kucing berdasarkan usia

 Jadwal makan kucing berdasarkan usia
ilustrasi kucing makan (pexels.com/David Yu)

Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan optimal, jadwal makan kucing sebaiknya disesuaikan dengan tahap usianya. Berikut panduan umumnya berdasarkan rentang usia dan jenis makanan:

  • Usia 4—12 minggu: Bagi menjadi 3—4 kali makan per hari
  • Usia 12—24 minggu (3—5,5 bulan): 2—3 kali sehari untuk dry food dan 3 kali atau lebih untuk wet food
  • Usia 24—36 minggu (5,5—8 bulan): 2—3 kali sehari atau boleh disediakan sepanjang hari untuk dry food serta 3 kali atau lebih untuk wet food
  • Usia 36—52 minggu (8 bulan—1 tahun): 2 kali sehari atau free feeding untuk dry food dan 3 kali atau lebih untuk wet food
  • Usia 52 minggu ke atas (dewasa): 2 kali sehari atau free feeding untuk dry food, serta 2 kali atau lebih untuk wet food.

Seiring bertambahnya usia, frekuensi makan bisa dikurangi karena pertumbuhan mulai stabil dan metabolisme lebih teratur. Meski begitu, setiap kucing bisa memiliki kebutuhan berbeda. Jika ada masalah medis atau kebutuhan khusus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan agar jadwal makan tetap sesuai dan kucing senantiasa sehat, ya.

3. Tanda kucing terlalu banyak atau kurang makan

Untuk memastikan porsi makan kucing sudah sesuai, kamu perlu memperhatikan tanda-tanda fisik dan perilakunya. Berikut ini ciri-ciri yang bisa menunjukkan kucing terlalu banyak makan:

  • Berat badan meningkat dan tubuh terlihat semakin membulat
  • Lekukan pinggang tidak terlihat saat dilihat dari atas atau samping
  • Tulang rusuk sulit diraba karena tertutup lemak
  • Ada penumpukan lemak di area pinggul dan pangkal ekor
  • Sering muntah setelah makan karena porsi berlebihan atau makan terlalu cepat
  • Terlihat lebih malas, kurang aktif, dan mudah lelah.

Sementara itu, tanda kucing kurang makan bisa terlihat dari perubahan berikut:

  • Berat badan menurun dan tubuh tampak lebih kurus
  • Tulang rusuk terasa sangat menonjol saat diraba
  • Bulu terlihat kusam dan kurang sehat
  • Energi berkurang, tampak lemas atau kurang bersemangat
  • Sering mengemis makanan karena asupan nutrisinya belum tercukupi.

Sekarang kamu sudah tahu jawaban dari pertanyaan berapa kali kucing makan dalam sehari tidak bisa disamaratakan. Setiap tahap usia punya kebutuhan berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan frekuensi dan porsinya dengan tepat. Jadi, sudahkah jadwal makan kucingmu sesuai dengan anjuran usianya sekarang?

FAQ seputar berapa kali kucing makan dalam sehari

Berapa kali kucing dewasa sebaiknya makan dalam sehari?

Umumnya kucing dewasa cukup makan 1—2 kali sehari. Namun, banyak pemilik memilih 2 kali sehari agar pola makannya lebih teratur.

Apakah makanan basah dan kering punya frekuensi berbeda?

Iya. Makanan basah sebaiknya diberikan 2 kali atau lebih karena harus tetap segar, sedangkan makanan kering bisa 1—2 kali sehari atau disediakan sesuai jadwal.

Bagaimana tahu jadwal makan kucing sudah tepat?

Perhatikan berat badan, bentuk tubuh, dan energinya. Jika tetap aktif dengan berat badan ideal, berarti jadwal makannya sudah sesuai.

Referensi

"How Much to Feed a Kitten: A Kitten Feeding Chart By Age". Purina. Diakses Februari 2026.
"How often should you feed your cat?". Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses Februari 2026.
"Feeding your cat". Cats Protection. Diakses Februari 2026.
"From The Vet: 3 Ways To Tell If Your Cat Is Eating Too Much". I Heart Cats. Diakses Februari 2026.
"How Much Should I Feed My Cat? A Vet's Guide to Cat Food Amounts, Frequency & Tips". Whisker. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Science

See More