Kenapa Pohon Eukaliptus Rentan Terbakar? Ini Penjelasannya

- Daun eukaliptus mengandung minyak atsiri mudah menguap yang mempercepat penyebaran api dan membuat kebakaran sulit diprediksi serta sukar dipadamkan.
- Kulit batang eukaliptus yang tipis dan mudah terkelupas berperan sebagai bahan bakar alami, membantu api menjalar cepat ke berbagai arah.
- Tumpukan daun kering di bawah pohon membentuk lapisan mudah terbakar, sementara adaptasi alami eukaliptus membuatnya mampu tumbuh kembali setelah kebakaran.
Sekilas, pohon eukaliptus tampak tenang dengan daun hijau yang menjuntai dan aroma khas yang menenangkan. Namun, di balik tampilannya, ada karakter alami yang bikin pohon ini cukup “dekat” dengan api.
Fenomena ini sudah lama menjadi perhatian peneliti, terutama di wilayah seperti Australia yang sering dilanda kebakaran hutan. Nah, biar kamu paham kenapa pohon eukaliptus rentan terbakar, simak penjelasan berikut ini!
1. Kandungan minyak atsiri yang gampang menguap

Daun eukaliptus mengandung senyawa volatil berupa terpen yang mudah menguap dan terbakar. Saat suhu meningkat, senyawa ini berubah menjadi uap lalu menyelimuti area di sekitar pohon. Begitu ada percikan api, uap tersebut bisa langsung ikut tersulut.
Menurut riset CSIRO Australia (2008), kandungan minyak ini mempercepat intensitas kebakaran di hutan eukaliptus. Api bukan cuma menjalar di tanah, tetapi juga “meloncat” lewat fenomena spotting, yaitu percikan api yang terbawa udara. Kondisi ini menyebabkan kebakaran sulit diprediksi arahnya. Pemadaman pun akan lebih menantang daripada biasanya.
2. Kulit pohon yang mengelupas dan mudah terbang

Ciri khas lain dari eukaliptus terletak pada kulit batangnya yang tipis dan gampang terkelupas. Potongan kulit kering ini kerap menggantung atau jatuh ke tanah, menciptakan lapisan bahan bakar alami. Saat api muncul, serpihan ini bertindak seperti sumbu yang mempercepat penjalaran api ke area lain. Bahkan, angin ringan saja bisa membawa potongan kulit yang terbakar ke lokasi baru.
Berdasarkan laporan Parliament of Australia, kulit eukaliptus yang mengelupas berkontribusi besar terhadap penyebaran api secara vertikal dan horizontal. Api mampu naik dari permukaan tanah ke kanopi pohon dengan cepat. Tak heran jika kebakaran di hutan eukaliptus sukar diputus jalurnya.
3. Tumpukan daun kering yang jadi “karpet api”

Pohon eukaliptus dikenal rutin menggugurkan daunnya sepanjang tahun. Daun-daun ini menumpuk di tanah, lalu mengering dan membentuk lapisan tebal. Lapisan ini ibarat bahan bakar siap pakai. Sekali tersulut, api segera merambat tanpa banyak hambatan.
Menurut penelitian (Wang dkk. 2022; Younes dkk. 2024), serasah daun eukaliptus punya laju pembakaran tinggi. Struktur daunnya tipis, jadi cepat kering dan mudah terbakar. Sisa minyak di dalamnya pun belum hilang sepenuhnya, sehingga meningkatkan penyebaran api di permukaan tanah.
4. Sudah beradaptasi dengan api sejak lama

Pohon eukaliptus memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali setelah kebakaran melalui tunas baru di batang atau akar. Bahkan, panas dari api membantu membuka bijinya agar bisa berkecambah. Dengan kata lain, api justru menjadi bagian dari siklus hidupnya.
Ada banyak spesies eukaliptus yang berkembang di lingkungan yang sering mengalami kebakaran. Adaptasi ini membuatnya tetap bertahan, dan mendominasi seusai api padam. Ekosistem pun perlahan berubah, dengan eukaliptus kembali tumbuh di area yang sama. Siklus ini terus berulang, membentuk hubungan unik antara pohon dan api.
Pohon eukaliptus memang menawarkan beragam manfaat, mulai dari bahan baku industri hingga minyak esensial yang populer. Walau demikian, sifat alaminya menjadikannya elemen yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan.
Memahami karakter ini mendorong kita untuk lebih bijak ketika menanam, merawat, sampai mengelola kawasan yang didominasi eukaliptus. Dengan begitu, fenomena pohon eukaliptus rentan terbakar bisa ditekan tanpa harus mengabaikan manfaat yang dimilikinya.


















