Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Makanan Kucing?

Bolehkah Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Makanan Kucing?
ilustrasi kucing (unsplash.com/Zhen Yao)
Intinya Sih
  • Ikan sapu-sapu sering ditemukan di perairan tercemar Jakarta dan mengandung logam berat seperti timbal, merkuri, serta kadmium yang berpotensi membahayakan jika dikonsumsi terus-menerus.
  • Kucing yang mengonsumsi ikan tercemar logam berat dapat mengalami gangguan saraf, pencernaan, hingga risiko kematian akibat akumulasi zat beracun dalam tubuhnya.
  • Meskipun bisa dimasak, proses pengolahan tidak mampu menghilangkan logam berat sehingga ikan sapu-sapu dari perairan tercemar tidak direkomendasikan sebagai makanan kucing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Melimpahnya ikan sapu-sapu di perairan Jakarta dan sekitarnya membuat spesies ini kerap dianggap sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Tidak sedikit yang kemudian berpikir bahwa ikan sapu-sapu bisa dijadikan alternatif pakan, termasuk untuk kucing. Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai keamanan ikan ini jika dijadikan bahan konsumsi hewan, mengingat habitatnya yang sering berada di perairan tercemar.

Ikan sapu-sapu memang dikenal sebagai spesies yang mampu bertahan di lingkungan dengan kualitas air yang kurang baik. Hal tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kandungan yang mungkin terbawa dalam tubuhnya. Lalu, sebenarnya bolehkah ikan sapu-sapu diolah menjadi makanan untuk kucing? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini!

1. Kandungan nutrisi ikan sapu-sapu, aman atau tidak?

ilustrasi ikan sapu-sapu di daratan.
ilustrasi ikan sapu-sapu di daratan. (vecteezy.com/Ashiq Minna)

Di Indonesia, ikan sapu-sapu banyak ditemukan di perairan yang tercemar, seperti sungai atau saluran air kecil di wilayah perkotaan. Kondisi ini membuat kandungan dalam tubuh ikan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alami, tetapi juga lingkungan tempat hidupnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Al Azhar Indonesia yang terbit dalam jurnal International Biodiversity & Ecology Sciences Symposium pada 2019, ditemukan adanya kandungan logam berat dalam tubuh ikan sapu-sapu.

Logam berat seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd) terdeteksi pada beberapa bagian tubuh ikan invasif tersebut. Kandungan ini berasal dari lingkungan perairan yang telah tercemar limbah. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, logam berat tersebut berpotensi membahayakan kesehatan.

Oleh karena itu, meskipun ikan sapu-sapu memiliki kandungan protein, keamanannya sebagai bahan pakan kucing tetap perlu dipertimbangkan. Kandungan logam berat yang terdapat dalam tubuh ikan ini berisiko masuk ke dalam tubuh kucing dan dapat memengaruhi kesehatannya dalam jangka panjang. Dengan kondisi tersebut, ikan sapu-sapu tidak dapat dikatakan sepenuhnya aman untuk dijadikan makanan kucing.

2. Risiko kesehatan ikan sapu-sapu untuk makanan kucing

ilustrasi kucing sedang makan
ilustrasi kucing sedang makan (pexels.com/Dương Nhân)

Konsumsi ikan yang tercemar logam berat dapat menimbulkan risiko kesehatan serius pada kucing. Hal ini terutama berkaitan dengan kandungan merkuri dan timbal yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research pada 1977, kucing yang mengonsumsi ikan tercemar merkuri menunjukkan gejala gangguan sistem saraf.

Gejala tersebut meliputi gangguan koordinasi, perubahan perilaku, hingga kerusakan fungsi otak. Paparan logam berat ini bersifat akumulatif, artinya dapat menumpuk dalam tubuh seiring waktu. Akibatnya, dampak kesehatan tidak selalu langsung terlihat, tetapi bisa muncul dalam jangka panjang.

Selain itu, dilansir dari PetMD, paparan logam seperti timbal pada kucing juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, lemas, hingga kejang. Dalam kondisi yang lebih parah, keracunan logam berat bahkan dapat berujung pada kematian. Oleh karena itu, pemberian ikan yang berpotensi tercemar, termasuk ikan sapu-sapu, berisiko membahayakan kesehatan kucing jika dikonsumsi secara terus-menerus.

3. Bolehkah ikan sapu-sapu diolah? Ini yang harus diperhatikan!

ilustrasi ikan sapu-sapu
ilustrasi ikan sapu-sapu (pixabay.com/furbymama)

Pengolahan ikan sapu-sapu dengan baik dan benar tidak serta-merta membuatnya aman untuk dikonsumsi kucing. Secara umum, ikan memang bisa diberikan kepada kucing jika dimasak dengan benar. Namun, keamanan ikan sapu-sapu sangat bergantung pada asal dan habitatnya.

Mengutip dari U.S. Geological Survey, ikan ini secara alami berasal dari perairan di wilayah Amazon yang memiliki kondisi lingkungan berbeda dengan sungai perkotaan yang tercemar. Ikan sapu-sapu bahkan dikonsumsi di wilayah Amerika Latin, terutama jika berasal dari perairan yang relatif bersih.

Namun, kondisi tersebut tidak bisa disamakan dengan ikan sapu-sapu yang hidup di sungai tercemar seperti di perkotaan wilayah Jakarta dan sekitarnya. Proses memasak juga tidak bisa menghilangkan kandungan logam berat yang telah terakumulasi dalam tubuh ikan. Jadi, meskipun secara teori bisa diolah, ikan sapu-sapu dari perairan tercemar tidak direkomendasikan sebagai pakan kucing, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More