Jika berbicara tentang kota kuno paling menakjubkan di dunia, Petra di Yordania hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Kota ini terkenal karena bangunan-bangunannya yang dipahat langsung ke dinding tebing batu pasir berwarna merah muda. Dari kejauhan, fasad megah seperti Al-Khazneh atau Treasury terlihat seolah muncul begitu saja dari dalam gunung.
Banyak orang mengira Petra dibangun seperti kota kuno pada umumnya, dengan batu-batu yang disusun menjadi bangunan. Kenyataannya justru berbeda. Sebagian besar bangunan penting di Petra dipahat langsung dari tebing yang sudah ada. Lalu, mengapa masyarakat kuno memilih cara yang tampaknya jauh lebih sulit itu?
Ternyata keputusan tersebut bukan hanya soal estetika. Suku Nabatea, pendiri Petra, memanfaatkan kondisi alam, keamanan, perdagangan, dan teknologi pengelolaan air untuk menciptakan kota yang mampu bertahan di tengah lingkungan gurun yang keras.
