Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Petir Sering Menyambar Pohon Tertinggi?
ilustrasi petir (pexels.com/Matheus Rocha)
  • Pohon tinggi lebih sering tersambar petir karena ujungnya memperkuat medan listrik dan mudah terhubung dengan saluran listrik dari awan menuju tanah.
  • Kandungan air dan getah dalam batang membuat pohon hidup lebih menghantarkan arus listrik, sehingga meningkatkan peluang tersambar dibandingkan pohon kering.
  • Pohon yang berdiri sendiri di area terbuka lebih rentan disambar petir, sedangkan pohon di hutan memiliki risiko lebih kecil karena medan listrik terbagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hujan deras disertai badai petir, kita sering mendengar kabar tentang pohon besar yang tersambar petir. Bahkan, pohon tertinggi di suatu area hampir selalu menjadi sasaran. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, mengapa petir lebih sering menyambar pohon yang tinggi?

Jawabannya bukan karena petir "mencari" pohon, melainkan karena cara listrik bergerak di atmosfer mengikuti hukum fisika. Ketinggian pohon, kondisi lingkungannya, hingga kadar air di dalam batang semuanya memengaruhi peluang sebuah pohon tersambar petir. Mari, kita bahas lebih dalam mengapa petir sering menyambar pohon tertinggi!

1. Pohon yang lebih tinggi lebih berpeluang tersambar petir

Petir terjadi akibat perbedaan muatan listrik yang sangat besar antara awan dan permukaan bumi. Saat badai berlangsung, bagian bawah awan umumnya bermuatan negatif, sedangkan permukaan tanah menjadi bermuatan positif. Perbedaan muatan ini menciptakan medan listrik yang sangat kuat.

Ketika medan listrik semakin besar, terbentuklah saluran listrik dari awan yang bergerak menuju bumi, yang dikenal sebagai stepped leader. Pada saat yang sama, benda-benda tinggi di permukaan bumi, seperti pohon, menara, atau gedung, dapat menghasilkan aliran listrik kecil ke atas yang disebut upward streamer.

Semakin tinggi suatu objek, semakin kuat konsentrasi medan listrik di ujungnya. Akibatnya, pohon yang paling tinggi memiliki peluang lebih besar untuk "terhubung" dengan saluran listrik yang turun dari awan. Ketika kedua saluran tersebut bertemu, terjadilah sambaran petir. Dengan kata lain, pohon tertinggi bukan menarik petir, tetapi lebih mudah menjadi jalur yang dilalui petir menuju tanah.

2. Kandungan air membuat pohon lebih mudah menghantarkan listrik

Tidak semua pohon memiliki kemungkinan yang sama untuk tersambar petir. Salah satu faktor penting adalah kemampuan pohon menghantarkan listrik.

Pohon yang masih hidup umumnya mengandung banyak air dan getah di dalam batangnya. Air, terutama yang mengandung mineral, dapat menghantarkan arus listrik lebih baik dibandingkan kayu yang kering.

Selain itu, akar pohon yang berada di tanah lembap membantu menyalurkan arus listrik ke dalam tanah setelah petir menyambar. Sebaliknya, pohon yang sangat kering atau tumbuh di tanah yang kering mungkin tidak menjadi jalur listrik yang paling efektif sehingga petir bisa saja memilih objek lain di sekitarnya.

3. Pohon yang berdiri sendiri lebih rentan disambar

ilustrasi pohon (pexels.com/dumitru B)

Lokasi pohon juga berpengaruh besar terhadap risiko sambaran petir. Pohon yang berdiri sendirian di tengah lapangan, sawah, atau area terbuka jauh lebih rentan dibandingkan pohon yang berada di tengah hutan. Hal ini karena tidak ada objek lain dengan ketinggian serupa yang dapat membagi medan listrik.

Sebaliknya, di dalam hutan, banyak pohon memiliki tinggi yang hampir sama sehingga peluang sambaran petir tersebar di antara beberapa pohon. Tajuk pohon di sekitarnya juga dapat mengurangi dominasi satu pohon terhadap medan listrik. Inilah sebabnya para ahli selalu mengingatkan agar tidak berteduh di bawah pohon tunggal saat terjadi badai petir.

4. Mengapa pohon bisa pecah atau terbakar setelah disambar petir

Sambaran petir membawa arus listrik yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat. Ketika arus tersebut melewati batang pohon, air di dalam jaringan kayu dapat memanas hingga berubah menjadi uap hampir seketika.

Perubahan yang berlangsung sangat cepat ini menghasilkan tekanan tinggi di dalam batang sehingga kulit kayu bisa terkelupas, batang terbelah, bahkan pohon tampak seperti meledak. Pada beberapa kasus, panas dari sambaran petir juga dapat memicu kebakaran pada bagian batang atau dedaunan, terutama jika kondisinya cukup kering.

Kerusakan tidak selalu berhenti pada pohon. Arus listrik juga dapat merambat melalui akar menuju pagar, fondasi bangunan, atau benda logam di sekitarnya.

5. Bisakah pohon dilindungi dari sambaran petir

Untuk pohon yang memiliki nilai sejarah, estetika, atau ekonomi tinggi, para arboris terkadang memasang sistem penangkal petir khusus. Sistem ini menggunakan kabel penghantar berbahan tembaga yang dipasang dari bagian atas pohon hingga ke batang, lalu dihubungkan dengan batang pembumian (grounding rod). Dengan cara tersebut, arus petir memiliki jalur yang lebih aman menuju tanah sehingga risiko kerusakan pada pohon dapat dikurangi. Selain itu, penataan lanskap yang baik, seperti menjaga jarak pohon besar dari bangunan dan jaringan listrik, juga dapat membantu meminimalkan dampak sambaran petir terhadap lingkungan sekitar.

Jadi, petir memang lebih sering menyambar pohon tertinggi karena objek yang menjulang tinggi memperkuat medan listrik dan lebih mudah membentuk jalur yang menghubungkan awan dengan permukaan bumi. Namun, tinggi pohon bukanlah satu-satunya faktor. Kandungan air, kemampuan menghantarkan listrik, kondisi tanah, serta posisi pohon di lingkungan sekitarnya juga turut menentukan apakah sebuah pohon akan menjadi sasaran petir.

Karena itu, saat terjadi badai petir, hindari berteduh di bawah pohon tinggi, terutama jika pohon tersebut berdiri sendirian di area terbuka. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko terkena sambaran petir yang berbahaya.

Referensi

Bernheim. Diakses pada Juni 2026. Why Some Trees Are More Prone To Strikes
Cary Institute of Ecosystem Studies. Diakses pada Juni 2026. Why Some Trees Want To Be Struck by Lightning
Gora, E. M., Muller‐Landau, H. C., Cushman, K. C., Richards, J. H., Bitzer, P. M., Burchfield, J. C., Narváez, P., & Yanoviak, S. P. (2025). How some tropical trees benefit from being struck by lightning: evidence for Dipteryx oleifera and other large‐statured trees. New Phytologist, 246(4), 1554–1566. https://doi.org/10.1111/nph.70062
Hong Kong Observatory. Diakses pada Juni 2026. Does Lightning Always Strike The Tallest Object?
NPR. Diakses pada Juni 2026. Lightning Strikes Usually Kill Trees. This One Just Grows Stronger

Editorial Team

Related Article