Mengenal Thundersnow, Fenomena Petir di Tengah Badai Salju

Thundersnow adalah badai petir langka yang terjadi saat salju turun, terbentuk karena perbedaan suhu ekstrem antara udara hangat di permukaan dan udara dingin di atmosfer atas.
Suara guntur pada thundersnow terdengar lebih mendam dan hanya menjangkau radius sekitar tiga hingga lima kilometer karena butiran salju meredam gelombang suara.
Fenomena ini menampilkan kilatan petir berwarna biru atau ungu akibat pembiasan cahaya oleh kristal es, tapi juga membawa risiko whiteout, sambaran petir, dan kerusakan infrastruktur.
Terdapat sebuah fenomena badai di mana rintik hujan digantikan oleh butiran salju, tapi langit tetap dihiasi oleh kilatan petir yang menggelegar. Fenomena langka ini dikenal sebagai thundersnow, sebuah anomali cuaca yang menggabungkan karakteristik badai musim panas dengan dinginnya musim dingin.
Pada awal tahun 2026 ini, beberapa wilayah di belahan bumi utara melaporkan terjadinya thundersnow yang sangat intens akibat ketidakstabilan atmosfer yang tidak biasa. Banyak orang yang menyaksikannya merasa takjub sekaligus ngeri karena pemandangan ini tampak seperti adegan dalam film fantasi. Para ahli meteorologi pun terus memantau kejadian ini karena frekuensinya yang sangat sulit untuk diprediksi secara akurat. Ingin mengetahui lebih banyak terkait thundersnow atau petir salju? Mari kita bedah lebih dalam terkait fenomena petir salju berikut ini!
1. Apa itu petir salju?

Dilansir laman Fox Weather, thundersnow atau petir salju secara sederhana adalah badai petir yang terjadi dengan curah hujan berupa salju, bukan hujan air seperti pada umumnya. Fenomena ini terjadi ketika ada lapisan udara yang sangat dingin di bagian atas atmosfer, sementara di dekat permukaan tanah terdapat massa udara yang relatif lebih hangat dan lembap.
Ketidaksinkronan suhu ini menciptakan arus udara vertikal yang kuat sehingga memicu terbentuknya awan kumulonimbus di tengah musim dingin. Gesekan antara kristal es di dalam awan tersebut kemudian menghasilkan muatan listrik statis yang akhirnya dilepaskan dalam bentuk kilatan petir. Meskipun terdengar sederhana, kondisi atmosfer yang dibutuhkan untuk menciptakan fenomena thundersnow sangatlah rumit dan sulit terjadi. Oleh karena itu, thundersnow sering dianggap sebagai "unicorn" dalam dunia cuaca karena syarat terjadinya yang sangat rumit.
2. Karakteristik suara guntur yang unik dan mendam

Salah satu ciri paling khas yang membedakan thundersnow dari badai petir biasa terletak pada karakteristik suaranya yang terdengar sangat berbeda. Dilansir laman SKYbrary Aviation Safety, jika guntur di musim panas bisa terdengar menggelegar hingga radius belasan kilometer, guntur pada thundersnow memiliki jangkauan yang sangat terbatas.
Hal ini disebabkan oleh sifat fisik salju yang bertindak sebagai peredam suara alami atau acoustic dampener yang sangat efektif di atmosfer. Akibatnya, suara guntur yang dihasilkan hanya terdengar dalam radius sekitar tiga hingga lima kilometer saja dari pusat sambaran petirnya. Suara yang dihasilkan pun tidak tajam, melainkan terdengar lebih "mendam", berat, dan bergetar seperti suara dentuman dari kejauhan.
3. Kilatan petir yang berwarna biru atau ungu

Melansir laman Australian Broadcasting Corporation, pemandangan thundersnow sering kali dihiasi oleh kilatan petir yang terlihat berwarna unik seperti biru tua, ungu, atau terkadang sedikit kehijauan. Warna-warna ini bukanlah sekadar efek visual semata, melainkan hasil dari interaksi cahaya petir dengan partikel di udara yang sangat padat.
Saat petir menyambar, cahayanya harus menembus rimbunnya butiran salju dan kristal es yang sedang jatuh dengan sangat lebat dari langit. Kristal-kristal es ini berfungsi sebagai alat yang membiaskan cahaya putih petir dan mengubah spektrum warna yang tertangkap oleh mata kita. Warna biru atau ungu muncul karena panjang gelombang cahaya tersebut lebih mudah tersebar saat melewati partikel es dibandingkan warna merah atau kuning, sehingga memberikan efek yang sangat menawan sekaligus mengerikan.
4. Fenomena yang langka

Secara statistik, thundersnow merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi jika dibandingkan dengan total fenomena turunnya salju di seluruh dunia setiap tahunnya. Dilansir laman HowStuffWorks, tercatat hanya sekitar 0,07% dari seluruh peristiwa hujan salju yang disertai dengan aktivitas guntur dan petir.
Kelangkaan ini disebabkan karena atmosfer cenderung lebih stabil selama musim dingin, sehingga sulit bagi udara untuk bergerak naik secara vertikal dengan cepat. Bahkan di daerah yang memiliki musim dingin ekstrem sekalipun, penduduknya belum tentu bisa merasakan fenomena ini sekali dalam sepuluh tahun. Para ilmuwan sering kali kesulitan memprediksi kehadirannya karena kemunculannya yang sangat mendadak dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
5. Bahaya thundersnow

Di balik keindahannya yang memukau, thundersnow membawa risiko bahaya yang jauh lebih besar daripada badai salju biasa bagi keselamatan manusia. Dilansir laman SKYbrary Aviation Safety, munculnya petir menandakan adanya ketidakstabilan atmosfer, yang biasanya diikuti oleh intensitas jatuhnya salju yang sangat lebat secara mendadak.
Hal ini dapat memicu kondisi whiteout di mana jarak pandang berkurang drastis hingga hampir nol, yang sangat membahayakan bagi para pengemudi di jalan raya. Selain itu, kilatan petir di tengah salju tetap memiliki tegangan listrik yang mematikan dan dapat menyambar apa pun di permukaan tanah tanpa peringatan. Angin kencang yang menyertai badai ini juga sering kali menyebabkan kerusakan infrastruktur serta pemadaman listrik masal akibat beban salju yang berat pada kabel.
Meskipun bersifat langka, terdapat beberapa wilayah di dunia yang menjadi lokasi favorit bagi kemunculan thundersnow, seperti wilayah Great Lakes di Amerika Serikat dan pesisir Laut Jepang. Di tempat-tempat tersebut, udara dingin yang bertiup di atas perairan yang lebih hangat menciptakan uap air masif yang memicu terbentuknya petir di badai salju musim dingin. Jika Kamu beruntung berada di wilayah yang sedang mengalami fenomena ini, pastikan untuk menikmatinya dari tempat yang aman di dalam ruangan, ya!


















