spesimen T. rex SUE (commons.wikimedia.org/Zissoudisctrucker)
Tubuh seberat 8–10 ton membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar. Estimasi kebutuhan harian bervariasi, tetapi beberapa perhitungan menunjukkan konsumsi T. rex bisa mencapai puluhan ribu kilokalori per hari, tergantung tingkat aktivitas. Mangsa utama berupa herbivor besar, seperti Triceratops dan Hadrosaurus yang mempunyai daging, lemak, serta sumsum tulang yang kaya energi. Kemampuan menghancurkan tulang memberi keuntungan tambahan karena nutrisi tidak hanya berasal dari otot, tetapi juga dari bagian keras yang kaya mineral.
Sumsum tulang mengandung lemak padat energi sehingga membantu memenuhi kebutuhan metabolik tinggi selama fase pertumbuhan. Strategi ini menjelaskan bagaimana T. rex muda mampu berubah jadi raksasa dengan berat ratusan kilogram per tahun. Lingkungan pada akhir Periode Kapur di Amerika Utara relatif mendukung pertumbuhan predator besar karena keberadaan herbivor berukuran kecil begitu banyak. Ketika T. rex mencapai ukuran dewasa, hampir tidak ada pesaing dengan berat tubuh yang setara sehingga akses terhadap mangsa besar relatif stabil.
Mengapa T. rex bisa bertumbuh jadi raksasa berkaitan erat dengan kondisi lingkungan zaman purba yang memungkinkan predator mencapai ukuran ekstrem. Ukuran tubuh dalam evolusi bukan kebetulan, melainkan hasil penyesuaian terhadap kebutuhan bertahan hidup. Menurutmu, apakah faktor lingkungan sekarang masih memungkinkan hewan darat berkembang hingga berukuran sebesar T. rex pada masa mendatang?
Referensi
"How Did T. rex Get So Big?". American Museum of Natural History. Diakses Februari 2026.
"T. rex had huge growth spurts, but other dinos grew 'slow and steady'". Field Museum. Diakses Februari 2026.
"Why Tyrannosaurus rex was one of the fiercest predators of all time". National Geographic. Diakses Februari 2026.