Dunia satwa memang tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita terpukau, mulai dari perilakunya yang cerdik hingga keunikan fisik yang tak biasa. Salah satu pesona fauna yang paling mencuri perhatian adalah lipatan kulit di sekujur tubuh mereka. Bukan sekadar pemanis penampilan, lipatan kulit yang bergelombang ini ternyata menyimpan fungsi vital yang mendukung kelangsungan hidup mereka di alam liar, mulai dari pengatur tubuh hingga mekanisme pertahanan diri.
7 Hewan dengan Lipatan Kulit Paling Unik, Ada yang Bikin Gemas!

- Artikel menyoroti tujuh hewan dengan lipatan kulit unik, mulai dari anjing shar-pei hingga axolotl, yang masing-masing memiliki fungsi biologis penting di habitatnya.
- Lipatan kulit pada hewan-hewan tersebut berperan vital dalam menjaga kelembapan, mengatur suhu tubuh, hingga melindungi diri dari cedera atau kondisi ekstrem.
- Keunikan struktur kulit ini menunjukkan adaptasi evolusioner luar biasa dan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di bumi.
Bagi para pencinta hewan, penampakan kulit yang berkerut-kerut ini sering kali memicu reaksi yang beragam. Ada yang terlihat sangat menggemaskan mirip bantal selimut berjalan, tapi ada pula yang justru tampak gagah dan berwibawa layaknya memakai baju zirah kuno. Penasaran, apa saja satwa yang punya penampilan kulit eksentrik ini? Yuk, simak daftar tujuh hewan dengan lipatan kulit paling unik berikut ini!
1. Shar pei, anjing keriput yang ikonik

Chinese shar-pei merupakan ras anjing berukuran sedang asal Tiongkak kuno yang sangat ikonik karena memiliki kulit longgar dan lipatan kerutan yang mencolok. Dilansir laman Britannica, nama shar-pei memiliki arti “kulit pasir” dalam bahasa mandarin. Hal ini merujuk pada tekstur bulunya yang pendek dan sangat kasar. Ketika masih anjing kecil (puppy), tubuh satwa ini dipenuhi oleh lipatan kulit yang sangat banyak dan padat. Namun, seiring pertumbuhannya menuju dewasa, sebagian besar kerutan di tubuhnya akan berkurang dan mengencang secara alami, menyisakan lipatan kulit yang khas terutama pada area wajah, dahi, dan sekitar bahunya saja.
2. Kuda nil, lipatan kulit untuk menjaga kelembapan

Kuda nil memiliki struktur kulit yang sangat tebal tapi sangat sensitif terhadap paparan panas ekstrem di habitat aslinya. Satwa raksasa ini tidak memiliki kelenjar keringat konvensional seperti mamalia darat lainnya untuk mendinginkan suhu tubuh. Sebagai gantinya, mereka mengandalkan kelenjar subdermal khusus yang tersebar di sepanjang tubuh mereka untuk menyekresikan cairan kental berwarna merah-oranye. Dilansir laman Science News, cairan berminyak ini sering dijuluki “keringat darah” ini mengalir dan melapisi permukaan serta lipatan-lipatan kulit mereka, berfungsi sebagai sistem hidrasi alami agar jaringan kulit tetap lembap, kenyal, dan tidak mengalami pecah-pecah akibat dehidrasi.
3. Gajah, lipatan kulit sebagai pendingin alami

Lipatan dan kerutan pada kulit gajah merupakan salah satu bentuk adaptasi evolusioner yang sangat vital untuk menjaga stabilitas suhu tubuh mereka di tengah habitat yang panas. Sebagai mamalia raksasa, gajah memiliki kendala fisik karena hampir tidak memiliki kelenjar keringat yang dapat digunakan untuk mendinginkan diri secara biologis. Oleh karena itu, struktur kulit yang longgar dan penuh dengan kerutan ini menjadi sarana mekanis utama untuk menyebarkan serta melepaskan panas tubuh yang berlebih ke udara, menggantikan fungsi keringat yang absen. Berdasarkan catatan National Geographic, mekanisme pendinginan ini bekerja dengan cara menjebak air, lumpur, dan kelembapan di dalam celah-celah serta pada lipatan kulit mereka. Ketika gajah menyemprotkan air ke tubuhnya atau berkubang di dalam lumpur, struktur kerutan ini akan menahan cairan tersebut agar tidak langsung mengalir jatuh atau menguap dengan cepat.
4. Katak budgett, si blob yang menggemaskan

Katak budget (Lepidobatrachus laevis) memiliki penampilan yang sangat unik, jenaka, sekaligus menyerupai blob. Struktur tubuhnya cenderung bulat, pipih, dan didominasi oleh ukuran mulut yang sangat lebar sehingga sekilas tampak seolah seluruh tubuhnya hanyalah mulut. Katak berukuran 10-13 cm ini memiliki kulit berwarna cokelat lumpur atau abu-abu dengan bercak-bercak, serta posisi mata krim yang terletak tinggi di tengah kepala. Meski memiliki kaki yang pendek dan bukan perenang yang andal, kaki belakang mereka dilengkapi dengan selaput tipis dan struktur khusus berbentuk umbi (tubercle) yang berfungsi efektif seperti sekop untuk menggali lumpur atau tanah.
5. Walrus, lipatan kulit tebal di tubuh besar

Struktur kulit walrus dirancang secara spesifik sebagai sistem pertahanan fisik yang sangat kuat untuk menunjang kehidupan mereka di habitat yang keras. Kulit luar mamalia laut ini memiliki karakteristik tebal, bertekstur tebal, kasar, dan dipenuhi lipatan atau kerutan yang khas dengan ketebalan mencapai 2-4 cm. Bagian kulit paling tebal dan berlipat-lipat umumnya terkonsentrasi di area leher dan bahu, terutama pada walrus jantan dewasa. Struktur tebal ini bertindak seperti perisai pelindung alami yang efektif meminimalkan luka parah atau cedera fatal akibat tusukan gading sesama walrus jantan saat mereka terlibat dalam pertarungan sengit memperebutkan dominasi sosial maupun wilayah selama musim kawin.
6. Babi meishan, lipatan kulit di area leher dan tubuh

Salah satu contoh ras spesies babi yang memiliki lipatan kulit unik adalah meishan. Dilansir laman Oklahoma State University, ras babi ini merupakan salah babi domestik tertua di dunia yang berasal dari wilayah danau dan lembah di Tiongkok. Ras ini dilihat secara visual sangat ikonik dan mudah dikenali karena karakteristik fisik utamanya berupa wajah dan kulit tubuh yang sangat berkerut serta dipenuhi oleh lipatan kulit. Selain itu, babi ini memiliki daya tahan tubuh yang tinggi terhadap beberapa jenis penyakit dan mampu mencerna pakan berserat tinggi dengan sangat baik berkat adaptasi lingkungannya yang optimal.
7. Axolotl, lipatan kulit yang mendukung kehidupan air

Kulit axolotl merupakan salah satu organ sistem paling vital yang memiliki fungsi multidimensional untuk mendukung kelangsungan hidup mereka di lingkungan akuatik. Selain bertindak sebagai pelindung mekanis, struktur kulit yang tipis dan berpori ini memegang peran krusial dalam proses respirasi (pertukaran gas melalui kulit), pertahanan terhadap pathogen, regulasi suhu tubuh, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Agar proses pertukaran gas tersebut dapat berjalan secara efektif, kulit axolotl diselimuti oleh lapisan lender dan harus selalu berada dalam kondisi basah atau terendam air.
Lipatan kulit pada beberaoa hewan ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa alam selalu punya cetak biru yang jenius. Setiap kerutan dan lipatan kulit adalah bukti nyata bagaimana evolusi bekerja secara luar biasa. Mengenal sisi unik satwa seperti ini juga menjadi pengingat berharga bagi kita betapa kayanya keanekaragaman hayati di bumi. Menghargai keberadaan mereka menjadi tugas kita untuk memastikan bahwa keajaiban alami ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.


















