Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Parula Tropis, Burung Cantik Asal Benua Amerika

potret burung parula tropis (Setophaga pitiayumi), burung cantik asal Benua Amerika
potret burung parula tropis (Setophaga pitiayumi), burung cantik asal Benua Amerika (commons.wikimedia.org/Dario Sanches)
Intinya sih...
  • Burung parula tropis adalah burung kicau kecil dari Benua Amerika
  • Terdiri atas 14 subspesies yang tersebar di 7 kelompok wilayah
  • Pejantannya memiliki warna yang lebih cemerlang dan memiliki bentuk sarang yang unik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Burung parula tropis adalah burung kicau berukuran kecil dari "new world" yang merujuk pada istilah yang menggambarkan sebagian besar daratan di belahan bumi barat (western hemisphere), khususnya Benua Amerika yang diperkenalkan pada awal abad ke-16 oleh penjelajah Italia bernama Amerigo Vespucci. Memiliki nama ilmiah Setophaga pitiayumi, burung ini berasal dari family Parulidae yang merupakan keluarga burung kicau dengan warna bulu yang cantik. Distribusi habitatnya membentang dari ujung paling selatan Texas dan barat laut Meksiko, melalui Amerika Tengah hingga Argentina utara termasuk Trinidad dan Tobago.

Burung ini memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm serta memiliki penampilan menawan dengan bagian atas berwarna biru keabu-abuan dengan dua garis putih di sayapnya. Bagian bawahnya berwarna kuning cerah yang semakin gelap menjadi warna oranye di bagian dada. Pejantannya dibedakan oleh "topeng" hitam yang memanjang dari paruh hingga di belakang mata. Bagian nama ilmiahnya Pitiayumi, berasal dari bahasa Paraguay (Guarani) yang berarti "dada kuning kecil". Parula tropis bukanlah spesies burung yang bermigrasi tetapi menunjukkan pergerakan secara lokal.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai burung cantik asal Benua Amerika ini? Simak 5 fakta menariknya berikut ini yuk!

1. Berhabitat di wilayah hutan pegunungan rendah

Menurut laman Birda Species Guide, untuk habitatnya, burung parula tropis ini diketahui menyukai perbukitan dan wilayah hutan pegununungan rendah serta menghindari lembah daerah aliran Sungai Amazon. Ia berkembang biak di hutan sekunder dan juga di moderately disturbed forest atau hutan yang pernah mengalami peristiwa-peristiwa alami seperti banjir, kebakaran hutan, hingga tanah longsor yang kemudian secara alami mengganti vegetasinya. Hal tersebut menunjukkan ketahanan spesies burung parula tropis tersebut dalam bertahan hidup di lingkungan yang terfragmentasi.

Burung parula tropis ini terkenal dengan kemampuan adapatasinya di sejumlah tempat yang menjadi habitatnya. Sejumlah informasi menuliskan, di lereng timur Pegunungan Andes misalnya, burung parula tropis ini secara teratur ditemukan pada ketinggian sekitar 1.000 hingga 1.300 mdpl. Di tempat tersebut habitatnya merupakan campuran antara hutan primer, hutan sekunder pra-pegunungan dan bekas lahan terbuka di tepian hutan yang ditumbuhi oleh semak-semak. Di tempat campuran tersebut burung parula tropis diketahui mampu bertahan dan berkembang biak dengan baik.

2. Terdiri atas 14 subspesies yang dibagi ke dalam 7 kelompok wilayah

potret burung parula tropis yang difoto di negara Brazil
potret burung parula tropis yang difoto di negara Brazil (commons.wikimedia.org/Dario Sanches)

Menurut laman All About Birds, para ahli ornitologi mengklasifikasikan spesies burung parula tropis ke dalam 14 subspesies yang dibagi ke dalam 7 kelompok wilayah: yang pertama adalah kelompok subspesies "Meksiko timur laut" yang individu spesiesnya dapat ditemukan di wilayah Meksiko timur laut hingga wilayah Texas selatan. Yang kedua adalah kelompok subspesies "Meksiko barat" yqng dapat ditemukan di Sierra Madre Occidental, Meksiko. Kelompok subspesies ketiga adalah subspesies "Amerika tengah" yang tersebar luas dan individu spesiesnya dapat ditemukan dari Meksiko selatan hingga Kolombia barat laut.

Kemudian kelompok subspesies keempat yang dikenal dengan subspesies "Amerika selatan" yang individu spesiesnya dapat ditemui di sebagian besar Benua Amerika Selatan. Untuk ketiga kelompok subspesies terakhir adalah kelompok subspesies parula tropis yang hanya ditemukan terbatas di wilayah pulau-pulau berikut ini: Kepulauan Tres Marias, Pulau Socorro dan Pulau Coiba. Kelompok-kelompok subspesies parula tropis tersebut secara visual memiliki sedikit perbedaan dalam intensitas warna kuning-oranye di bagian bawah tubuhnya, warna abu-abu hingga biru di bagian atasnya, jumlah garis berwarna putih di sayapnya serta panjang ekornya.

3. Pejantannya memiliki warna yang lebih cemerlang

potret burung parula tropis yang difoto di wilayah Costa Rica
potret burung parula tropis yang difoto di wilayah Costa Rica (commons.wikimedia.org/Cephas)

Meski memiliki warna yang indah namun terdapat sedikit perbedaan warna tubuh antara burung pejantan dan betinanya. Dilansir laman Ebird, secara umum visual burung parula tropis jantan memiliki topeng berwarna hitam di matanya dan dada berwarna kuning-oranye yang lebih terang dibandingkan dengan burung betinanya. Burung-burung parula tropis dalam kelompok subspesies "Amerika selatan" dan sebagian besar kelompok subspesies lainnya memiliki 2 garis putih di sayapnya (wingbars)

Untuk burung betinanya, sebenarnya juga memiliki pola warna yang sama dengan pejantannya hanya saja secara keseluruhan terlihat tidak secerah warna burung pejantannya (warnanya sedikit lebih kusam) serta tak memiliki topeng hitam di matanya seperti yang terdapat di burung pejantannya. Bagian dadanya berwarna oranye namun tidak secerah warna bulu dada burung pejantannya.

4. Memiliki bentuk sarang yang unik

potret tumbuhan epifit bernama lumut spanyol (Tillandsia usneoides) yang menjadi bahan sarang burung parula tropis
potret tumbuhan epifit bernama lumut spanyol (Tillandsia usneoides) yang menjadi bahan sarang burung parula tropis (commons.wikimedia.org/Gh5046)

Menurut laman Birds of The World, mereka membangun sarang berbentuk kubah yang unik di atas pohon di rumpun tumbuhan epifit atau tumbuhan yang tumbuh di atas tumbuhan lain terutama lumut Spanyol (Tillandsia usneoides). Selama musim kawin, di dalam sarang tersebut biasanya burung betinanya bertelur sebanyak 2 butir telur. Masa inkubasi telur hingga menetas berlangsung selama 12 hingga 14 hari dan pengeraman merupakan tugas utama burung betinanya.

Pada kelompok subspesies yang berada di Pulau Socorro, musim kawin terjadi pada musim panas, dan pada bulan November, anak-anak burung parula tropis tersebut sudah mulai tampak dewasa. Makanan utama parula tropis terdiri atas serangga, laba-laba dan terkadang buah beri hutan. Di sejumlah lokasi, Parula tropis seringkali terlihat mencari makan bersama kelompok spesies burung lain meskipun hal tersebut seringkali hanya sebuah kebetulan.

5. Memiliki kerabat yang memiliki tampilan visual sangat mirip

potret burung northen parula (Setophaga americana), saudara burung parula tropis yang secara tampilan visual sangat mirip
potret burung northen parula (Setophaga americana), saudara burung parula tropis yang secara tampilan visual sangat mirip (ommons.wikimedia.org/Dan Pancamo)

Burung parula tropis ini memiliki kerabat dekat yang tampilan visualnya sangat mirip dengannya, ialah burung northern parula (Setophaga americana). Menurut laman Birda Species Guide, sebelumnya keduanya dianggap sebagai satu spesies yang sama namun penelitian data genetik terbaru menunjukkan bahwa burung northern parula dan burung parula tropis adalah spesies burung yang berbeda namun merupakan kerabat yang berasal dari genus yang sama yaitu genus Setophaga.

Untuk membedakannya secara visual, burung parula tropis tak memiliki semacam topeng berbentuk bulan sabit berwarna putih di matanya seperti yang terdapat pada burung northern parula dan variasi pada tingkat pewarnaan dada yang tidak berwarna kuning sepenuhnya pada burung northern parula. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengklasifikasikan Parula tropis dan northern parula dengan status Least Concern yang artinya tak terancam punah di alam serta menunjukkan populasinya yang stabil di seluruh wilayah dengan sebarannya yang luas.

Semoga informasi ini dapat menambah wawasan kamu mengenai salah satu spesies burung kicau cantik asli dari Benua Amerika, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Kecerdasan Buatan (AI) dalam Militer Amerika Serikat

07 Jan 2026, 21:06 WIBScience