Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Nalanda, Universitas Kuno yang Sengaja Dibakar hingga Hangus
Nalanda (pexels.com/Charles Ag. Tegart)
  • Nalanda adalah universitas kuno di India yang berdiri sejak abad ke-3 SM-13 M, menjadi pusat pembelajaran besar dengan ribuan pelajar dari berbagai negara Asia.

  • Catatan peziarah seperti Xuanzang dan Yijing menggambarkan sistem pendidikan Nalanda yang teratur, ujian masuk ketat, serta kehidupan akademik para biksu yang disiplin dan mendalam.

  • Nalanda hancur akibat serangan Turki pada akhir abad ke-12; perpustakaannya dibakar habis, banyak biksu terbunuh, tapi warisan intelektualnya tetap berpengaruh hingga kini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nalanda dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran paling berpengaruh dalam sejarah Asia Selatan. Reruntuhannya berada di Bihar, India timur laut, dan kini menjadi situs arkeologi penting yang memperlihatkan jejak lembaga pendidikan, biara, kuil, stupa, serta karya seni kuno.

Daya tarik Nalanda tidak hanya terletak pada usianya yang sangat tua, tetapi juga pada kisah kehancurannya. Pusat ilmu yang pernah menarik pelajar dari berbagai wilayah Asia ini akhirnya ditinggalkan setelah penyerangan pada abad ke 13. Berikut lima fakta menarik tentang Nalanda yang membuatnya tetap dibahas hingga sekarang.

1. Nalanda termasuk pusat belajar tertua di Anak Benua India

Nalanda (pexels.com/Shayek Parvez)

Menurut UNESCO, Nalanda Mahavihara merupakan sisa arkeologis dari lembaga monastik dan skolastik yang berasal dari abad ke 3 SM-13 M. Situs ini mencakup stupa, tempat pemujaan, vihara sebagai bangunan hunian dan pendidikan, serta karya seni dari stuko, batu, dan logam.

UNESCO juga menjelaskan bahwa Nalanda menonjol sebagai universitas paling kuno di Anak Benua India. Lembaga ini menjadi tempat transmisi pengetahuan secara terorganisasi selama sekitar 800 tahun, sehingga perannya tidak hanya berkaitan dengan agama, tetapi juga tradisi pendidikan yang berkembang panjang.

2. Nalanda berkembang pesat pada masa Gupta dan Pala

Nalanda (commons.wikimedia.org/Slbhushan)

Dilansir dari Britannica, penggalian besar yang dilakukan Archaeological Survey of India menunjukkan bahwa dasar kompleks biara Nalanda berasal dari periode Gupta pada abad ke 5 Masehi. Britannica juga mencatat bahwa Nalanda terus berkembang sebagai pusat pembelajaran pada masa Dinasti Pala dari abad ke 8 hingga abad ke 12.

Berdasarkan penjelasan situs resmi Nalanda University, universitas kuno ini disebut didirikan di Nalanda oleh Kaisar Kumaragupta pada tahun 427 Masehi. Sumber sama juga menyebut Nalanda diyakini memiliki sekitar 2.000 pengajar dan 10.000 pelajar, serta menarik cendekiawan dari China, Korea, Jepang, Tibet, Mongolia, Sri Lanka, dan Asia Tenggara.

3. Pelajar asing meninggalkan catatan penting tentang kehidupan Nalanda

Nalanda (commons.wikimedia.org/Bholi.aman)

Britannica menjelaskan bahwa peziarah China Xuanzang pernah tinggal di Nalanda pada abad ke 7. Ia meninggalkan catatan yang jelas tentang bidang studi dan kehidupan komunitas di sana. Peziarah China lain, Yijing, juga memberi catatan terperinci tentang kehidupan para biksu di Nalanda.

Melansir The Metropolitan Museum of Art, Xuanzang menggambarkan adanya ujian masuk yang ketat dan kurikulum yang luas. Catatan semacam ini membuat Nalanda sering dipahami sebagai lembaga yang memiliki sistem belajar teratur, bukan sekadar tempat tinggal para biksu.

4. Perpustakaannya menjadi bagian paling legendaris

Nalanda (unsplash.com/Raju Kumar)

Menurut EBSCO, salah satu kebanggaan besar Nalanda adalah perpustakaannya. Perpustakaan itu disebut sebagai salah satu perpustakaan Buddha kuno terbesar dan paling sering digunakan. EBSCO menjelaskan bahwa perpustakaan Nalanda terdiri dari tiga bangunan, salah satunya memiliki sembilan lantai dan menyimpan karya langka serta teks suci.

The Metropolitan Museum of Art juga menyebut Nalanda terkenal memiliki perpustakaan yang berisi naskah di atas daun lontar yang telah dipersiapkan. Para biksu dari Tibet belajar dan menerjemahkan teks semacam itu, lalu membawa banyak naskah kembali ke Tibet, tempat sebagian tradisi pengetahuan itu dapat bertahan.

5. Kehancurannya dikaitkan dengan serangan pada akhir abad ke 12

Nalanda (commons.wikimedia.org/Slbhushan)

Dilansir dari EBSCO, Nalanda menghadapi kehancuran besar pada tahun 1193 ketika terjadi serangan Turki yang dipimpin Bakhtiar Khalji. EBSCO menyebut perpustakaan dan bangunan lain dibakar hingga rata dengan tanah, sementara banyak biksu terbunuh dan tradisi pengetahuan yang terkait dengan Nalanda tercerai berai.

Britannica menulis bahwa Nalanda kemungkinan dijarah dalam serangan Muslim di Bihar sekitar tahun 1200 dan tidak pernah pulih. UNESCO juga mencatat bahwa lembaga ini berhenti berfungsi pada abad ke 13, sementara perannya sebagai pembentuk tradisi pendidikan tetap terlihat dalam pengaruhnya terhadap mahavihara lain dan tradisi debat di biara Tibet.

Kisah Nalanda memperlihatkan bagaimana sebuah pusat ilmu dapat menjadi sangat berpengaruh selama berabad abad, lalu runtuh akibat perubahan politik dan kekerasan sejarah. Reruntuhannya kini menjadi pengingat bahwa pengetahuan tidak hanya hidup melalui bangunan, tetapi juga melalui catatan, naskah, tradisi belajar, dan warisan budaya yang terus diteliti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article