Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Negara dengan Sistem Pemadam Kebakaran Hutan Terbaik Dunia
Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Palmer)
  • Australia, Amerika Serikat, Kanada, Portugal, dan Spanyol menonjol lewat sistem pemadaman kebakaran hutan yang menggabungkan koordinasi lembaga, kesiapsiagaan, pemantauan, serta pengerahan sumber daya.
  • Australia mengandalkan koordinasi federal-negara bagian dan armada udara; Amerika Serikat memakai pusat lintas lembaga serta level kesiapsiagaan untuk menyesuaikan kru, pesawat, dan peralatan.
  • Kanada berbagi personel serta peralatan antardaerah dan internasional; Portugal menyiapkan personel, kendaraan, sarana udara, serta deteksi; Spanyol mengoordinasikan dukungan pusat dengan pemerintah daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan menjadi tantangan besar bagi banyak negara, terutama wilayah yang menghadapi musim kering, suhu tinggi, dan vegetasi mudah terbakar. Penanganannya tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan sistem pemantauan, koordinasi, armada udara, perencanaan, serta pembagian sumber daya antardaerah.

Beberapa negara telah membangun sistem pemadaman yang melibatkan banyak lembaga dan dapat mengerahkan sumber daya ketika kebakaran berkembang menjadi bencana besar. Berdasarkan kemampuan koordinasi, kesiapsiagaan, dukungan udara, serta mekanisme pengerahan sumber daya yang dijelaskan oleh lembaga resmi, berikut lima negara dengan sistem yang menonjol.

1. Australia

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Palmer)

Australia memiliki sistem penanganan kebakaran hutan yang melibatkan pemerintah federal, negara bagian, dan teritori. Menurut National Emergency Management Agency, negara bagian dan teritori bertanggung jawab atas kesiapan krisis, sementara pemerintah bekerja sama melalui National Aerial Firefighting Centre. Lembaga ini mengoordinasikan pemadaman udara.

Sistem ini memungkinkan sumber daya pemadam kebakaran digunakan bersama saat risiko meningkat. AFAC atau Australasian Fire and Emergency Service Authorities Council juga memiliki National Resource Sharing Centre yang membantu pengerahan sumber daya lintas negara bagian maupun secara internasional. Sementara itu, National Aerial Firefighting Centre mengatur penggunaan sumber daya udara.

2. Amerika Serikat

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Karsten Winegeart)

Amerika Serikat memiliki National Interagency Fire Center yang menjadi pusat koordinasi berbagai lembaga dalam menangani kebakaran hutan. Pusat ini mempertemukan lembaga federal dan negara bagian untuk menyediakan dukungan informasi, logistik, kebijakan, serta pengambilan keputusan. Dukungan tersebut digunakan dalam operasi kebakaran hutan di seluruh negeri.

Sistem tersebut juga memiliki mekanisme untuk mengatur kesiapsiagaan. National Multi Agency Coordinating Group menetapkan tingkat kesiapsiagaan dari level 1-5 dengan mempertimbangkan aktivitas kebakaran, cuaca, kondisi bahan bakar, dan ketersediaan sumber daya. Dengan demikian, pengerahan kru, pesawat, dan peralatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Kanada

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Palmer)

Kanada mengandalkan koordinasi antarlembaga melalui Canadian Interagency Forest Fire Centre atau CIFFC. Lembaga ini dimiliki dan dijalankan oleh badan pengelola kebakaran hutan dari pemerintah federal, provinsi, dan teritori untuk meningkatkan kesiapan, keselamatan, serta kemampuan respons terhadap kebakaran hutan.

Salah satu kekuatannya adalah sistem berbagi sumber daya. Selama musim kebakaran, CIFFC beroperasi tujuh hari dalam seminggu untuk mengoordinasikan petugas dan peralatan antardaerah serta dengan mitra internasional. Mekanisme ini memungkinkan kebutuhan sumber daya di satu wilayah dibantu oleh wilayah lain ketika situasi kebakaran meningkat.

4. Portugal

Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Malachi Brooks)

Portugal menghadapi kebakaran pedesaan sebagai salah satu risiko besar sehingga memiliki perangkat khusus untuk mengatur pencegahan dan pemadaman. Menurut Autoridade Nacional de Emergência e Proteção Civil, Dispositivo Especial de Combate a Incêndios Rurais atau DECIR menjadi bagian dari sistem nasional yang mengatur perencanaan, koordinasi, dan komando operasi kebakaran.

Pada 2026, DECIR menyiapkan hingga 15.149 personel dalam 2.596 tim, didukung 3.463 kendaraan dan 80 sarana udara ketika risiko kebakaran meningkat.. Sistem tersebut juga terhubung dengan mekanisme pemantauan dan deteksi kebakaran yang mencakup pengawasan bergerak, pengawasan video hutan, pengawasan udara, serta jaringan pos pengamatan nasional.

5. Spanyol

Ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Vladyslav Dukhin)

Spanyol membagi tanggung jawab penanganan kebakaran hutan antara pemerintah daerah dan pusat. Menurut Ministerio para la Transición Ecológica y el Reto Demográfico, komunitas otonom bertanggung jawab atas pertahanan kebakaran hutan, sedangkan pemerintah pusat mengoordinasikan penanganan dan memberi dukungan sumber daya.

Dukungan mencakup pesawat pemadam, Brigade Refuerzo en Incendios Forestales atau BRIF, tim pencegahan, serta unit analisis dan perencanaan. Program nasional mendorong koordinasi antardaerah melalui latihan bersama, sehingga sumber daya beberapa komunitas dapat bekerja dalam satu operasi menghadapi kebakaran kompleks.

Sistem pemadam kebakaran hutan membutuhkan kesiapan personel, pemantauan, koordinasi, dan pengerahan sumber daya yang terorganisasi. Berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi yang dapat berubah dengan cepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article