Comscore Tracker

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnya

Tidak sekotor yang kamu pikirkan dan jelas tak sebersih itu

Pernahkah kamu berpikir, mengapa kita mudah jatuh sakit setelah kehujanan di jalan? Tak sedikit orang yang menjadi demam, batuk, hingga pilek setelah kehujanan. Mau tahu kenapa?

Usut punya usut, ternyata air hujan tidak sebersih yang kita pikirkan, yang beberapa orang gunakan juga untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum. Apa saja komposisi zat yang ada dalam tetesan air hujan? Ketahui hasil risetnya di sini!

1. Ada berbagai jenis kontaminan dalam air hujan

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyaalphacoders.com

Jangan coba-coba minum air hujan langsung yang jatuh dari langit! Sebab, tetesan air hujan tidak semurni yang kita pikirkan! Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hujan bisa membawa berbagai jenis kontaminan.

Bahkan, menurut studi berjudul "Health Risks Associated with Consumption of Untreated Water from Household Roof Catchment Systems" yang diterbitkan di "Journal of the American Water Resources Association" pada tahun 2007, air hujan bisa membawa bakteri, parasit, virus, dan bahan kimia lain yang bisa membuat kita sakit. Air hujan juga dikaitkan dengan wabah penyakit tertentu.

2. Bisa jadi, air hujan mengandung debu, kotoran, dan jelaga

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyatenor.com

Dengan minum air hujan langsung dari langit, kita berisiko jatuh sakit. Ini bergantung pada lokasi, seberapa sering hujan, dan bagaimana cara kita mengumpulkan dan menyimpan air hujan.

Menurut CDC, debu, asap, dan jelaga di udara bisa larut dalam air hujan. Bisa dibayangkan betapa kotornya?

Apabila kita menadah air hujan, mungkin ada bahan kimia berbahaya yang larut dalam air, seperti asbes, timbal, dan tembaga. Ini berasal dari atap, talang, pipa, hingga bak penyimpanan.

3. Ada kemungkinan air hujan mengandung bakteri dan protozoa!

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyalivescience.com

Masih dari studi berjudul "Health Risks Associated with Consumption of Untreated Water from Household Roof Catchment Systems", ternyata ada keterkaitan antara konsumsi air hujan yang terkontaminasi dengan risiko penyakit tertentu.

Penyakit yang dimaksud ialah diare akibat bakteri Salmonella dan Campylobacter, pneumonia bakterial akibat Legionella, diare karena protozoa Giardia dan Cryptosporidium, hingga botulisme akibat Clostridium.

Padahal, menadah air hujan sekarang dijadikan sumber air minum alternatif di berbagai negara. Air hujan ini perlu disterilisasi dulu sebelum dikonsumsi.

4. Merebus air hujan bisa membunuh kuman, tetapi tidak menghilangkan bahan kimia

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyatenor.com

Apa yang bisa dilakukan untuk mensterilkan air hujan? Menurut CDC, menambahkan yodium atau klorin ke air tidak melindungi dari bahan kimia dan beberapa parasit sangat toleran terhadap klorin, sehingga dirasa kurang efektif.

Bagaimana dengan merebus? Merebus air bisa membunuh kuman, tetapi tidak menghilangkan bahan kimia. CDC menyarankan untuk memakai first flush diverter atau pengalih aliran pertama yang fungsinya untuk menghilangkan air pertama yang keluar dari sistem dan bisa menghindari beberapa kontaminan.

Untuk mencegah nyamuk bertelur di tempat penyimpanan air hujan, disarankan untuk menambahkan sekat ke saluran masuk air atau mengosongkan tempat penyimpanan setiap beberapa hari sekali.

Baca Juga: 7 Cara Menemukan Air kalau Kamu Tersesat di Hutan, Pahami dengan Baik!

5. Air hujan harus disaring sebelum diminum

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyathelist.com

Di sisi lain, menurut Rainwater Tanks Direct, walau tidak terlihat kotor, air hujan kemungkinan mengandung bakteri, debu, dan serangga! Sehingga, sangat direkomendasikan untuk menyaring air hujan sebelum meminumnya.

Tetapi, air hujan dianggap lebih bersih dari air pasokan umum, seperti sumber air tanah atau sumur dan air permukaan sumber seperti danau atau sungai. Air hujan mempunyai tingkat polusi, jamur, serbuk sari, dan kontaminan lain yang lebih rendah.

6. Biarkan air hujan yang ditampung mengendap selama beberapa saat

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyanypost.com

Ada beberapa pertimbangan untuk memastikan keamanan air hujan yang akan diminum. Misalnya, hindari minum air hujan di dekat situs radioaktif seperti Chernobyl atau Fukushima. Begitu pula dengan air hujan yang lokasinya tak jauh dari pabrik kimia.

Selain itu, jangan minum air hujan yang mengalir dari atap atau tanaman karena berpotensi mengandung bahan kimia beracun dan partikel kotor dari permukaannya. Dan jangan lupa untuk mengendapkan air hujan selama beberapa saat agar partikel berat dan materi kotor bisa tenggelam ke dasar terlebih dahulu, saran dari Rainwater Tanks Direct.

7. Untuk menurunkan risiko sakit, gunakan air hujan untuk menyiram tanaman atau mencuci barang saja

Seberapa Kotor atau Bersih Air Hujan? Ini Hasil Risetnyasmartgardenguide.com

Disarankan menggunakan air hujan untuk menyiram tanaman atau mencuci barang saja untuk menurunkan risiko sakit, apalagi bagi seseorang yang punya sistem imun lemah. Hindari penggunaan air hujan untuk minum, memasak, dan menggosok gigi.

Air hujan bisa digunakan untuk mandi asalkan disaring dahulu dan jangan sampai air masuk ke mulut atau hidung, CDC menegaskan. Khusus untuk keperluan konsumsi, lebih baik gunakan air keran PDAM atau air kemasan.

Nah, itulah penjelasan mengenai seberapa kotor air hujan dan bagaimana cara mengolahnya agar layak minum. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga: 7 Fakta Hujan di Indonesia, Apakah Intensitasnya Tertinggi di Dunia?

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya