Comscore Tracker

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Banget

Apa yang bisa diperbuat untuk menyelamatkan hewan liar?

Baru-baru ini, kebakaran hutan terjadi di California, Oregon, dan bagian lain di wilayah barat Amerika Serikat. Kebakaran ini menghanguskan jutaan hektar lahan dan mengirimkan asap tebal yang menyesakkan napas pada kota-kota di sekitarnya.

Ternyata, kebakaran hutan tidak hanya merugikan manusia, tetapi juga hewan liar yang tinggal di sana! Seberapa parah dampaknya?

1. Hewan berusia tua dan sangat muda tidak bisa menyelamatkan diri

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangetamp.abc.net.au

Dilansir dari laman National Forest Foundation, sebagian besar hewan yang mati dalam kebakaran hutan adalah hewan berusia tua atau sangat muda. Mereka tidak bisa bergerak cepat untuk menghindari api. Tetapi, mayoritas kematian hewan liar terjadi setelah api padam. Mengapa?

Ini karena mereka kehilangan habitat dan sumber makanan yang habis dilalap api. Selain itu, kebakaran hutan menciptakan area terbuka baru. Ini menciptakan peluang bagi spesies invasif untuk tumbuh di sana, biasanya adalah rerumputan atau semak belukar.

2. Kebakaran hutan menyebabkan satwa liar bermigrasi ke pemukiman penduduk

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangetnationalgeographic.com

Dampak selanjutnya, kebakaran hutan menyebabkan satwa liar berpindah untuk menghindari api dan mencari habitat baru. Tak jarang, mereka mencari makanan di dekat pemukiman manusia. Mereka tak punya pilihan lain.

Migrasi ini membuat hewan liar berkeliaran di daerah padat penduduk dan menimbulkan konflik. Contohnya, rusaknya lahan pertanian oleh hewan, khususnya gajah yang menjadi masalah besar di Mozambik, jelas World Wide Fund For Nature (WWF) di situs resminya.

3. Hewan bisa mati karena menghirup asap yang mengandung bahan kimia berbahaya

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangettheprint.in

Tidak semua hewan terbakar hidup-hidup karena terperangkap dalam kebakaran hutan. Sama seperti manusia, hewan ini mati lebih cepat karena sesak napas, bukan karena panas. Bahkan, burung kecil yang terbang rendah bisa mati karena menghirup asap atau kelelahan, ungkap National Forest Foundation.

Menurut The Environmental Protection Agency (EPA), asap kebakaran hutan tersusun dari karbon dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida, materi partikulat, uap air, dan ribuan senyawa lainnya.

Pada manusia, asap kebakaran hutan bisa menyebabkan sakit kepala, tenggorokan gatal, batuk, hidung meler, iritasi sinus, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, dan pneumonia, jelas Ministry of Health Ontario, Canada.

4. Api bisa melukai hewan liar dan menyulitkannya untuk melarikan diri

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangetphys.org

Mengacu pada peristiwa kebakaran hutan Fort McMurray di Kanada pada tahun 2016, ditemukan banyak satwa liar yang terbakar. Ada sekitar 10 burung hantu bertanduk besar (Bubo virginianus) yang dibawa ke klinik. Bulunya hangus dan kulitnya terbakar api.

Apabila tidak diselamatkan manusia, kecil kemungkinan mereka akan selamat. Luka yang dialami oleh hewan liar akibat kebakaran hutan akan menghambat mobilitas mereka dan menyulitkannya untuk kabur.

Baca Juga: 7 Kebakaran Hutan Paling Parah yang Pernah Terjadi di Dunia, Ngeri!

5. Hewan yang lambat kemungkinan besar akan mati

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangetrollingstone.com

Menurut Mark Graham, seorang ahli ekologi, diperkirakan hampir setengah miliar hewan telah mati akibat kebakaran hutan. Contohnya di New South Wales, Australia, diperkirakan 8.000 koala atau sekitar sepertiga populasi koala di wilayah tersebut tewas akibat kobaran api, dikutip dari situs Rolling Stone.

Koala adalah hewan yang bergerak lambat, sehingga sulit bagi mereka untuk melarikan diri. Apalagi, koala memakan eucalyptus, tanaman yang daunnya mengandung minyak yang sangat mudah terbakar. 

Sementara, menurut Mazeika Sullivan, profesor madya di Ohio State University’s School of Environment and Natural Resources, mengatakan pada National Geographic bahwa hewan lambat seperti kungkang dan pemakan semut mungkin akan mati karena tidak bisa keluar dari wilayah yang terbakar dengan cepat.

6. Ada hewan yang berusaha menyelamatkan diri, tetapi berakhir mati terpanggang

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangetstandard.co.uk

Hewan liar ini pasti berusaha untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. Hanya saja, terkadang cara yang mereka pilih salah. Misalnya, mamalia kecil seperti landak atau tupai akan merespons bahaya dengan memanjat pohon dan menuju ke cabang teratas. Padahal, ini justru bisa membahayakan mereka.

Ada juga hewan yang berendam di air, tetapi cara ini tidak selalu berhasil. Sementara, hewan yang tidak bisa memanjat akan menggali lubang di tanah. Sayangnya, mereka akan mati jika tidak menggali cukup dalam dan berakhir terpanggang di liang, ujar laman Reducing Suffering menjelaskan. Kasihan, ya?

7. Hewan yang kuat dan bisa bergerak cepat kemungkinan akan selamat

7 Dampak Kebakaran Hutan pada Hewan Liar, Miris Bangetthenewsminute.com

Ciri-ciri tertentu mungkin bermanfaat di tengah kebakaran hutan. Menurut Mazeika Sullivan di laman National Geographic, hewan besar dan bisa bergerak cepat seperti jaguar, puma, dan burung akan selamat di situasi seperti ini.

Di sisi lain, ancaman juga mengintai hewan yang tinggal di sungai kecil seperti amfibi. Meski bisa hidup di air, mereka tetap butuh mengambil napas. Sementara, pasokan oksigen terbatas saat kebakaran hutan. Selain itu, api bisa mengubah kimiawi air dan membuatnya tidak layak ditinggali dalam kurun waktu tertentu.

Tetapi, berbeda dengan perairan yang besar dan luas seperti danau. Tempat ini aman, setidaknya untuk jangka pendek. Air di danau juga bisa menyelamatkan hewan-hewan yang dehidrasi akibat kebakaran hutan.

Nah, itulah sekilas gambaran mengenai dampak kebakaran hutan bagi hewan liar yang tinggal di sana. Semoga kebakaran hutan tidak terjadi lagi, ya!

Baca Juga: Bahaya, 7 Zat Beracun Ini Terkandung dalam Asap Hasil Kebakaran Hutan

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya