Comscore Tracker

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!

Apakah bisa dilihat dari Indonesia?

Ada banyak peristiwa langit yang bisa kita saksikan di akhir tahun ini. Salah satunya adalah hujan meteor Geminid yang puncaknya akan terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Desember 2019. Tetapi, menurut laman Earth Sky, hujan meteor ini masih bisa disaksikan hingga Minggu (15/12).

Mau tahu fakta-fakta menarik seputar hujan meteor Geminid? Kapan waktu yang tepat untuk melihatnya dan apa saja yang harus kita siapkan? Temukan jawabannya di sini!

1. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah pukul 2 pagi

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!cbc.ca

Hujan meteor Geminid akan memuncak di tanggal 13-15 Desember 2019. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah pukul 2 pagi dan harus ditonton di bawah langit yang benar-benar gelap, jauh dari pencahayaan buatan. Menurut laman Earth Sky, Sabtu (14/12) diprediksi akan menghasilkan meteor terbanyak.

2. Paling banyak terlihat di belahan bumi utara, tetapi bisa disaksikan di belahan bumi selatan

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!bbc.co.uk

Hujan meteor Geminid punya karakteristik tersendiri, yakni meteor yang 'jatuh' cenderung tebal, putih dan cepat, ungkap laman Earth Sky. Pada puncak hujan meteor, kamu bisa menyaksikan 50 meteor atau lebih per jam. Meteor ini mudah dilihat dari belahan bumi utara, tetapi bisa juga disaksikan dari belahan bumi selatan. 

3. Diperkirakan, hujan meteor Geminid berusia hampir 200 tahun

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!skyandtelescope.com

Pengamatan pertama pada hujan meteor Geminid dilakukan pada tahun 1833 di Sungai Mississippi, Amerika Serikat. Apabila dihitung, usianya hampir 200 tahun! Hujan meteor Geminid adalah salah satu yang paling dinanti-nanti sepanjang tahun karena meteor yang jatuh bersinar terang dan cepat, terang laman Space.com.

4. Dinamakan demikian karena berasal dari rasi bintang Gemini

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!space.com

Asal usul nama hujan meteor ini tercipta karena berasal dari rasi bintang Gemini. Cara menemukan Gemini di belahan bumi utara adalah melihat rasi bintang Orion di langit barat daya. Letak Gemini adalah di sebelah kiri atas rasi bintang Orion. Meski meteor berasal dari Gemini, hujan meteor ini bisa terlihat di seluruh langit, jelas laman Space.com.

Baca Juga: 5 Fakta tentang Badai Meteor Leonid, Terjadi Setiap 33 Tahun Sekali!

5. Dikaitkan dengan asteroid 3200 Phaethon

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!rt.com

Hujan meteor Geminid dikaitkan dengan asteroid 3200 Phaethon, objek yang terletak di dekat bumi. Ini adalah asteroid yang mengalami tabrakan dengan objek lain di masa lalu dan menghasilkan partikel yang berjatuhan dan menciptakan hujan meteor, tutur laman Space.com. Asteroid ini akan mengorbit matahari setiap 1,4 tahun sekali.

6. Apakah bisa terlihat di Indonesia?

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!danstronomy.co.uk

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah hujan meteor ini bisa dilihat di Indonesia? Jawabannya, tentu bisa. Menurut laman In The Sky, hujan meteor ini tidak bisa dilihat sebelum pukul 20:02 dan mencapai puncaknya pada pukul 02:00. Lalu, hujan meteor ini tidak akan terlihat mulai pukul 05:12. Kamu masih punya kesempatan untuk melihatnya!

7. Tidak perlu memakai teropong untuk melihat hujan meteor

Mengenal Hujan Meteor Geminid, Puncaknya Terjadi di 14 Desember 2019!almanac.com

Jika kamu memang ingin melihat meteor, pergilah ke tempat di mana tidak ada cahaya buatan dari lampu. Akan sulit untuk melihat hujan meteor ini di kota besar karena terlalu banyak polusi cahaya. Jika sudah menemukan tempat yang tepat, temukan tempat yang nyaman untuk melihatnya. Tidak perlu memakai teropong, dengan mata saja cukup!

Nah, itulah 7 fakta menarik seputar hujan meteor Geminid yang perlu kamu ketahui. Apakah kamu tertarik untuk menontonnya langsung?

Baca Juga: Fenomena Hujan Meteor Alpha Monocerotids Terjadi 22 November 2019

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono
  • Wendy Novianto

Just For You