Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Pelarian Hewan Paling Dramatis, Ada Orangutan dari Kalimantan
ilustrasi rakun (pixabay.com/Micha)
  • Ada 10 pelarian hewan dramatis, dari sapi yang berenang ke pulau hingga penguin Humboldt yang kabur 82 hari sebelum tertangkap kembali.

  • Orangutan Kalimantan bernama Ken Allen empat kali kabur dari Kebun Binatang San Diego pada 1985–1987, hingga dijuluki Houdini Berbulu dan menjadi selebritas lokal.

  • Sejumlah pelarian berdampak luas: rakun di Jepang merusak pertanian dan spesies asli, sementara kuda nil Escobar berkembang menjadi lebih dari 50 ekor di Kolombia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sejak pertama kali manusia berinteraksi dengan hewan, manusia acap kali memenjarakan hewan, memakannya, dan bahkan memperbudak dalam berbagai bentuk. Tapi perbudakan itu, seringkali adalah hubungan yang baik dan saling menguntungkan. Namun, beberapa hewan yang ditangkap dan dikurung sebenarnya tidak nyaman. Bisa saja mereka rindu akan kebebasan hingga akhirnya melarikan diri. Bisa juga naluri bertahan hidupnya yang menjadi alasan tersebut.

Contohnya burung liar yang dikandangi, beberapa dari mereka lepas dari kandang karena mendambakan hidup yang bebas dan rindu mengepakkan sayapnya di langit. Nah, meskipun sebagian hewan bisa ditangkap kembali setelah lepas, tapi beberapa hewan ini punya cerita menarik dan unik saat melarikan diri dari kandang mereka. Nah, berikut ini adalah kisah-kisah pelarian hewan paling dramatis.

1. Sapi yang kabur dari rumah jagal

ilustrasi sapi (pixabay.com/Avelino Calvar Martinez)

Seperti yang dilaporkan oleh The Independent, seekor sapi yang ingin dibawa ke rumah jagal pada awal tahun 2018, tidak mau masuk ke truk pengangkut. Ia justru melarikan diri dengan menerobos pagar logam. Dalam pelariannya tersebut, sapi itu menabrak seorang pegawai peternak hingga salah satu lengannya patah.

Sapi itu pun berlari ke Danau Nysa di dekatnya. Lucunya, ia berenang sejauh 30 meter untuk sampai ke salah satu pulau tak berpenghuni di danau tersebut. Kejadian ini hanya beberapa bulan setelah seekor sapi yang punya keberanian serupa di Polandia Timur melarikan diri dari peternakannya untuk hidup bersama kawanan bison di hutan perbatasan Belarusia.

2. Sepasang kapibara yang sedang jatuh cinta melarikan diri dari kebun binatang

ilustrasi kapibara (pixabay.com/Lukas Wittsieker)

Dijuluki Bonnie dan Clyde saat melarikan diri, dua kapibara muda ini viral pada awal tahun 2017 karena kabur saat dipindahkan ke Kebun Binatang High Park di Toronto. Kisah pelarian itu menjadi berita utama di seluruh dunia. Penduduk setempat pun menggunakan tagar #CapybaraWatch terkait informasi terbaru keberadaan mereka.

Kedua kapibara ini akhirnya ditangkap dan dikembalikan dengan selamat setelah lebih dari sebulan menghilang. Yang kedua ditangkap dua minggu setelah yang pertama. Nah, kabar bahagianya, dua kapibara ini memiliki tiga anak setahun kemudian.

3. Penguin Humboldt yang kabur dengan memanjat tembok setinggi 3 meter lebih

ilustrasi penguin Humboldt (pixabay.com/Silke)

Seekor penguin Humboldt yang dikenal dengan sebutan Penguin 337 ini menjadi salah satu makhluk paling terkenal di Jepang setelah melarikan diri dari Tokyo Sea Life Park pada awal tahun 2012, seperti yang dilaporkan oleh The Guardian. Rupanya, penguin kecil yang gigih itu memanjat dinding batu setinggi 3,7 meter sebelum menyelinap lewat pagar kawat berduri ke dunia luar. Berita pelariannya menghebohkan Jepang.

Tokyo Sea Life Park sendiri menerima 30 laporan penampakan penguin yang terkonfirmasi, sebagian besar berada di Teluk Tokyo. Penguin 337 berhasil menghindari penangkapan oleh penjaga pantai Jepang pada suatu waktu. Namun, penguin tersebut akhirnya ditangkap lebih dari 8 kilometer jauhnya dari Tokyo Sea Life Park, atau tepatnya 82 hari setelah melarikan diri.

4. Hilangnya kura-kura dari kebun binatang yang bikin panik warga Jepang

ilustrasi kura-kura raksasa (pixabay.com/minka2507)

Seperti yang dilansir Time, Abuh, kura-kura raksasa, menjadi terkenal di Kebun Binatang Shibukawa, Jepang, pada Agustus 2017. Petugas kebun binatang terkejut saat mengetahui kalau kura-kura tersebut hilang. Pihak kebun binatang meminta penduduk setempat untuk mencari tahu keberadaan hewan bercangkang keras seberat 45 kilogram tersebut.

Kura-kura berusia 35 tahun itu memang diizinkan berkeliaran bebas di sekitar kebun binatang. Namun, hal ini menjadi malapetaka karena ternyata kura-kura ini cukup cerdik untuk melarikan diri secara diam-diam. Padahal, ini adalah pelarian kedua Abuh dalam kurun waktu satu bulan, lho. Abuh akhirnya ditemukan dua minggu kemudian di semak-semak sekitar 152 meter dari kebun binatang. Ternyata Abuh pintar bersembunyi, ya!

5. Pelarian tiga kanguru lewat lubang yang digali rubah dan babi

ilustrasi tiga kanguru (commons.wikimedia.org/Neb)

Pada Agustus 2012, seperti yang dilaporkan oleh CBS News, tiga ekor kanguru melarikan diri dari kandang mereka di sebuah kebun binatang Jerman lewat lubang yang digali oleh rubah yang masuk di dekat pagar kandang. Salah satu kanguru berhasil melarikan diri hingga sejauh itu, tetapi dua kanguru lainnya berhasil melarikan diri lebih jauh lagi dari kebun binatang lewat lubang yang digali babi hutan di pagar luar. Namun, kanguru-kanguru itu segera ditangkap kembali.

6. Pelarian dua ekor lama yang diliput langsung oleh stasiun televisi

ilustrasi lama (pixabay.com/Manfred Richter)

Bahkan hewan yang kelihatan paling tenang sekalipun merasa rindu dengan kebebasan. Pasalnya, pada Februari 2015, dua lama dibawa ke Arizona. Namun, kedua lama pemberani ini kabur, seperti yang ditulis BBC. Saat dua lama itu menyusuri lalu lintas dan menghindari para pengejar, sebuah stasiun televisi lokal merekam aksi tersebut secara langsung dari helikopter.

Banyak orang yang menyaksikan pelarian hewan tersebut bersorak dan tertawa. Tagar #llamawatch dan #teamllama trending di media sosial. Sangking viralnya, ada lebih dari 3.000 cuitan per menitnya. Namun, dua lama itu berhasil ditangkap.

7. Orangutan yang jago melarikan diri

Ken Allen, si orangutan (youtube.com/cbs8sandiego)

Ken Allen, si orangutan dari Borneo, Kalimantan, ternyata punya bakat melarikan diri sejak usia yang sangat muda, lho. Jadi, ia pun sudah profesional ketika dibawa ke Kebun Binatang San Diego pada tahun 80-an. Orangutan ini berbeda dengan kebanyakan orangutan, karena sudah empat kali kabur pada tahun 1985 hingga 1987. Ia pun terkenal di wilayah tersebut.

Pelarian pertamanya terjadi dengan memanjat tembok dan berjalan di jalan umum kebun binatang. Petugas kebun binatang pun meningkatkan keamanan di kandangnya, tetapi ia melarikan diri lagi beberapa minggu kemudian. Tidak lama setelah itu, pelarian ketiganya terjadi ketika ia melemparkan linggis kepada orangutan bernama Vicki, yang menggunakannya untuk membuka jendela dan membiarkannya keluar.

Familiar banget kan, seperti di film Planet of the Apes. Nah, sehingga penjaga kebun binatang harus menambahkan lebih banyak pengamanan. Tetapi dua tahun kemudian, pelarian keempat dan terakhirnya yang sukses, terjadi ketika ia berjalan melintasi parit kering di luar kandangnya setelah pompa air tersumbat. Sayangnya, ia meninggal karena kanker pada tahun 2000.

Dijuluki Houdini Berbulu, Ken pun menjadi selebriti pada saat itu. Beberapa orang mengaku pernah berfoto dengannya selama salah satu pelariannya, kaos dan stiker mobil bergambar dirinya dijual, dan sebuah klub penggemar didirikan.

8. Kawanan babun yang melarikan diri dengan naik ke tong besar untuk memanjat tembok

ilustrasi babun (commons.wikimedia.org/H01)

Babun bukanlah kera, tetapi keempat babun yang berjiwa bebas ini agaknya mengikuti jejak Ken Allen pada April 2018. Sebab, mereka kabur dari laboratorium penelitian biomedis di San Antonio. Dikutip CNN, kelompok babun tersebut menjungkirbalikkan tong yang ditempatkan di kandang mereka untuk pengayaan dan rekreasi. Tong biru besar itu digunakan untuk memanjat keluar dari pilar terbuka berbentuk lingkaran.

Salah satu dari mereka ketakutan dan kembali sebelum berhasil menembus perimeter, tetapi tiga lainnya nekat. Salah satunya bahkan berhasil sampai ke jalan terdekat, tapi para penangkap hewan mengejar mereka. Mereka semua berhasil ditangkap kembali dengan aman dalam waktu setengah jam, dan tong biru itu pun disingkirkan agar pelariannya tak terulang kembali.

9. Pelarian rakun-rakun di Jepang yang membawa malapetaka

ilustrasi rakun (pixabay.com/Micha)

Beberapa kisah pelarian hewan dikenang bukan karena menggemaskan, atau cara pelarian mereka. Tidak, beberapa kisah pelarian hewan terkenal karena keadaan sosial budaya dan kerusakan ekologis yang ditimbulkannya. Kerusakannya bahkan bergema puluhan tahun kemudian.

Pernah nonton anime terkenal berjudul Rascal the Raccoon? (1977). Sangking terkenalnya anime itu, banyak orang yang menyukai karakter rakun dan bahkan mengimpor rakun asli sebagai hewan peliharaan. Begitulah yang terjadi.

Bertahun-tahun setelah anime itu ditayangkan, setidaknya 1.500 rakun dikirim ke Jepang setiap bulannya, seperti yang dikutip Atlas Obscura. Hewan-hewan liar ini akhirnya melarikan diri atau sengaja dilepaskan dan mulai menimbulkan masalah di sekitarnya. Saat ini, rakun-rakun tersebut berkembang biak, menghancurkan tanaman dan menyebabkan kerugian ratusan ribu dolar per tahun akibat kerusakan pertanian, mencuri makanan dari pedagang, membuat kerusakan pada kuil-kuil bersejarah, serta mulai menginvasi spesies asli.

Pelajaran di sini adalah bahwa hewan liar bukanlah hewan peliharaan yang baik. Itu sebabnya, sebuah kartun tidak seharusnya memengaruhi keputusan dalam hidup.

10. Kaburnya empat kuda nil milik kebun binatang kartel Pablo Escobar

ilustrasi kuda nil (pixabay.com/Monika Neumann)

Pada awal tahun 80-an, kartel Pablo Escobar membangun kebun binatang umum di perkebunannya yang berisi berbagai macam hewan eksotis yang diselundupkannya ke negara Kolombia. Di antara hewan-hewan tersebut terdapat empat kuda nil yang diperolehnya dari kebun binatang California, tiga betina, dan satu jantan yang sangat lincah. Ketika pemerintah Kolombia menyita perkebunan tersebut pada awal tahun 90-an dan sebagian besar hewan dipindahkan, kuda nil tersebut ditinggalkan di sana, dan akhirnya mereka melarikan diri lewat pagar dan masuk ke Sungai Magdalena di dekatnya.

Saat ini, lebih dari 50 kuda nil berkeliaran di pedesaan Kolombia, semuanya keturunan dari pejantan asli milik Pablo Escobar, seperti yang dikutip The New Yorker. Para ahli menyatakan kekhawatiran mereka tentang kuda nil yang mengganggu ekosistem setempat atau menjadi bahaya bagi manusia.

Pelarian binatang memang bisa saja terjadi, karena memang habitat mereka adalah di luar ruangan. Namun, rusaknya habitat banyak hewan memaksa hewan-hewan ini dipindahkan ke kebun binatang. Itulah sebabnya, ada perasaan ingin bebas dari hewan-hewan ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article