Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan dengan Cara Unik Saat Melindungi Telurnya di Alam Bebas

4 Hewan dengan Cara Unik Saat Melindungi Telurnya di Alam Bebas
ilustrasi penyu (pexels.com/Richard DeFazio)
  • Buaya membangun sarang, menjaga telur dari predator, lalu membantu anak keluar saat menetas setelah mendengar suara dari dalam telur.
  • Maleo mengubur telur di tanah berpemanas alami, sedangkan penyu laut menyembunyikannya dalam pasir dan mengandalkan lokasi sarang sebagai perlindungan utama.
  • Beberapa burung kukuk menitipkan telur bercorak mirip telur inang di sarang burung lain agar dierami, sementara anaknya dapat menyingkirkan pesaing demi makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi sebagian hewan, telur merupakan tahap kehidupan yang sangat rentan karena calon anak belum bisa memproteksi dirinya sendiri dari risiko predator dan perubahan lingkungan. Tidak heran apabila berbagai spesies kerap mengembangkan strategi berbeda untuk menjaga telur agar tetap aman hingga menetas.

Cara yang ada seolah menunjukkan bahwa perilaku reproduksi hewan tidak hanya berkaitan untuk menghasilkan keturunan, namun juga tentang bagaimana induk meningkatkan peluang anaknya untuk bisa bertahan hidup. Satu hal menarik adalah setiap spesies memiliki mekanisme perlindungan diri yang dapat disesuaikan dengan habitat, bentuk tubuh dan ancaman yang akan dihadapinya.

  1. 1. Buaya menjaga sarang dan membantu anak

    ilustrasi buaya (pexels.com/RatuL CR♠️)
    ilustrasi buaya (pexels.com/RatuL CR♠️)

    Buaya membuat sarang dari tanah, pasir, tumbuhan lain yang bisa membantu dalam menjaga telur selama masa perkembangan berlangsung. Setelah bertelur, induk betina biasanya akan berada di sekitar sarang dan bisa menjadi sangat waspada terhadap hewan yang berpotensi memangsa telurnya.

    Perlindungan buaya tidak berhenti pada saat telur mulai menetas karena anak buaya bisa mengeluarkan suara dari dalam telur yang menarik perhatian induknya. Induk tersebut nantinya akan membantu untuk membuka atau membongkar bagian sarang, sehingga anaknya akan lebih mudah pada saat keluar.

  2. 2. Burung maleo mengubur telur di tanah yang hangat

    ilustrasi burung maleo
    ilustrasi burung maleo (iucnsos.org)

    Burung maleo memiliki cara reproduksi yang sangat menarik karena telurnya akan dikubur di dalam tanah yang memiliki sumber panas alami. Panas tersebut bisa berasal dari aktivitas geotermal atau pasir yang memperoleh paparan sinar Matahari sehingga bisa membantu menghangatkan telur tanpa harus dierami secara langsung oleh induknya.

    Strategi ini ternyata dapat membuat telur berada di tempat yang relatif sulit ditemukan secara langsung oleh Predator dari permukaan. Setelah berhasil menetas, anak maleo harus menggali jalan keluar dari dalam tanah dan kemudian berusaha hidup secara mandiri tanpa perawatan secara intensif dari induknya.

  3. 3. Penyu laut menyembunyikan telur di dalam pasir

    ilustrasi penyu
    ilustrasi penyu (pexels.com/Laurent Quer)

    Penyu laut menggali lubang di pantai untuk menyimpan telurnya, sehingga telur berada di bawah permukaan pasir dan tidak terlihat secara langsung. Setelah bertelur, induk biasanya akan menutup lubang tersebut dengan pasir sebelum kembali ke laut, sehingga lokasi sarang menjadi lebih sulit dikenali oleh predator.

    Satu hal menarik adalah penyu laut tidak menjaga telur secara langsung setelah meninggalkan pantai, sehingga perlindungan utamanya justru berasal dari tempat dan cara telur tersebut disimpan. Suhu pasir juga berperan penting dalam proses perkembangan embrio, bahkan pada beberapa jenis penyu justru bisa mempengaruhi jenis kelamin dari anak yang berkembang.

  4. 4. Burung kukang menyembunyikan telur di sarang yang sulit dijangkau

    ilustrasi burung cuckoo
    ilustrasi burung cuckoo (britannica.com)

    Burung cuckoo memiliki strategi reproduksi yang berbeda karena beberapa spesies yang justru tidak mengerami telur secara langsung, melainkan menitipkannya di sarang burung lain. Induk kukuk biasanya memilih sarang yang paling sesuai kemudian meletakkan telurnya di sana agar telur tersebut dapat dierami oleh burung inang.

    Satu hal menarik adalah beberapa spesies kukuk memiliki telur dengan warna atau pola yang menyerupai telur burung inangnya, sehingga sulit untuk dikenali. Setelah berhasil menetas, anak telur kukuk pada beberapa spesies justru bisa mengeluarkan telur atau anak burung lain dari sarang untuk bisa memperoleh lebih banyak makanan dari indung angkatnya.

    Berbagai hewan di atas seolah memiliki strategi berbeda untuk meningkatkan peluang telur dan anaknya bertahan hidup hingga mencapai tahap berikutnya. Hewan-hewan di atas seolah memiliki caranya tersendiri dalam memproteksi telurnya dengan baik. Keunikan tersebut menunjukkan bahwa alam sudah menyediakan beragam cara bagi hewan untuk melindungi generasi berikutnya sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More