Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sering Tertukar, Ini 5 Perbedaan Anjing Laut, Singa Laut, dan Walrus

Sering Tertukar, Ini 5 Perbedaan Anjing Laut, Singa Laut, dan Walrus
Anjing laut (unsplash.com/Amy Asher)
Intinya Sih
  • Anjing laut, singa laut, dan walrus sama-sama termasuk pinniped, tapi berbeda keluarga ilmiah: phocid, otariid, dan odobenid dengan ciri fisik serta habitat khas masing-masing.
  • Perbedaan utama terlihat dari telinga, bentuk kepala, dan sirip; anjing laut tanpa telinga luar, singa laut punya daun telinga kecil, sedangkan walrus memiliki gading panjang mencolok.
  • Cara bergerak dan perilaku sosialnya juga beda; anjing laut lebih soliter dan menggeliat di darat, sementara singa laut serta walrus bisa berjalan dengan sirip dan hidup berkelompok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Anjing laut, singa laut, dan walrus sering bikin bingung karena sama sama terlihat seperti mamalia laut bertubuh besar dengan sirip. Menurut NOAA Ocean Service, anjing laut dan singa laut, bersama walrus, termasuk pinniped, yaitu kelompok mamalia laut berkaki sirip. Karena bentuk tubuhnya mirip dan sama sama hidup di antara laut serta daratan, ketiganya memang mudah tertukar.

Meski begitu, memahami perbedaannya penting agar kamu tidak menyamakan semua pinniped sebagai satu jenis hewan yang sama. Ada perbedaan pada keluarga ilmiah, telinga, sirip, cara bergerak, sampai perilaku sosialnya. Jadi, apa saja yang bisa dilihat untuk membedakan anjing laut, singa laut, dan walrus?

1. Kelompok ilmiahnya tidak sama

Anjing laut
Anjing laut (pexels.com/Wolfgang Krzemien)

Anjing laut sering disebut true seals atau earless seals, merupakan hewan yang masuk dalam keluarga phocid. Berdasarkan penjelasan The Marine Mammal Center, hewan dalam keluarga ini mudah dikenali dari telinga dan siripnya. Mereka punya lubang telinga, tetapi tidak memiliki daun telinga luar.

Singa laut berbeda karena termasuk keluarga otariid, kelompok yang juga dikenal sebagai eared seals. The Marine Mammal Center menjelaskan bahwa otariid memiliki daun telinga luar dan sirip depan yang besar. Sementara itu, walrus berada dalam kelompok odobenid. Menurut Britannica, walrus adalah mamalia besar mirip anjing laut yang hidup di laut Arktik dan dikenal dengan nama ilmiah Odobenus rosmarus.

2. Telinga dan bentuk kepala jadi petunjuk cepat

Singa laut
Singa laut (unsplash.com/David Vives)

Telinga anjing laut tidak terlihat seperti daun telinga kecil di sisi kepala. Dilansir dari NOAA Ocean Service, true seals atau anjing laut tidak memiliki telinga luar dan hanya punya lubang kecil di sisi kepala. Smithsonian Ocean juga menyebut cara termudah membedakan anjing laut dan singa laut adalah melihat bagian telinganya.

Pada singa laut, daun telinga kecil masih terlihat jelas. Sedangkan walrus punya pembeda yang lebih mencolok. Britannica menjelaskan bahwa walrus tidak memiliki telinga luar, tetapi punya kepala membulat, mata kecil, moncong pendek dan lebar, serta kumis kaku yang disebut vibrissae. Kedua jenis kelamin walrus juga memiliki gading panjang yang sebenarnya merupakan gigi taring atas.

3. Sirip menentukan cara bergerak di darat

Singa laut
Singa laut (pexels.com/Shad Meeg)

Anjing laut punya sirip depan yang lebih kecil. Menurut NOAA Ocean Service, sirip belakang anjing laut selalu mengarah ke belakang dan tidak bisa dilipat ke bawah tubuh. Akibatnya, anjing laut tidak bisa berjalan seperti singa laut. Saat berada di darat, mereka biasanya bergerak dengan menggeliat atau menyeret tubuhnya memakai perut. The Marine Mammal Center menyebut gerakan ini sebagai galumphing.

Singa laut lebih mudah bergerak di darat karena siripnya bisa menopang tubuh. Dilansir dari The Marine Mammal Center, singa laut dapat mengarahkan keempat siripnya ke bawah tubuh, lalu berjalan dengan bertumpu pada sirip tersebut. Walrus juga bisa melakukan hal yang mirip. Britannica menjelaskan bahwa walrus dapat memutar sirip belakangnya ke depan sehingga bisa merangkak menggunakan keempat anggota geraknya.

4. Cara berenangnya juga berbeda

Walrus
Walrus (unsplash.com/Jay Ruzesky)

Saat berenang, anjing laut lebih mengandalkan sirip belakang. Anjing laut menggerakkan sirip belakangnya ke kiri dan kanan seperti ekor ikan untuk mendorong tubuh di air. Smithsonian Ocean menjelaskan bahwa beberapa pinniped, termasuk anjing laut, mengandalkan bagian belakang tubuh untuk menghasilkan dorongan.

Singa laut justru mengandalkan sirip depan. Smithsonian Ocean menjelaskan bahwa singa laut berenang dengan gerakan menyapu sirip depan, lalu merapatkannya ke tubuh sehingga bentuk tubuhnya lebih ramping di air. Walrus tidak punya gaya berenang khas singa laut. Smithsonian Ocean memasukkan walrus ke kelompok yang tidak memakai gerakan sirip depan seperti clap pada singa laut.

5. Pola sosial dan tempat berkumpulnya tidak sama

Walrus
Walrus (unsplash.com/Francesco Ungaro)

Anjing laut cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di air. Menurut NOAA Ocean Service, anjing laut umumnya lebih cocok hidup di air daripada di darat. Sumber yang sama juga menjelaskan bahwa anjing laut lebih kurang sosial dibanding singa laut dan sering hidup soliter di alam liar, lalu berkumpul di darat terutama saat musim kawin.

Singa laut lebih sering berkumpul dalam kelompok besar. NOAA Ocean Service menyebut kelompok singa laut dapat disebut herds atau rafts dan bisa berjumlah sangat banyak. Walrus juga dikenal sosial, tetapi konteks tempatnya berbeda. Britannica menjelaskan bahwa walrus hidup berkelompok, kadang berjumlah seratus atau lebih, dan sering berada di pantai atau tepi lapisan es untuk beristirahat.

Anjing laut, singa laut, dan walrus memang masih satu kelompok besar sebagai pinniped, tetapi masing masing punya ciri yang berbeda. Jadi, ketiganya bukan versi berbeda dari hewan yang sama, melainkan mamalia laut dengan karakter ilmiah yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa

Related Articles

See More