Kucing Himalaya. (commons.wikimedia.org/Eladperez)
Banyak orang mengira seluruh kucing berbulu panjang berwajah pesek merupakan kucing Persia. Kenyataannya, pola warna bulu menjadi petunjuk paling sederhana untuk membedakan kedua ras tersebut tanpa perlu melihat silsilahnya. Kucing Persia hadir dalam jumlah variasi warna yang sangat banyak. Ras ini dapat ditemukan dalam warna putih, hitam, abu-abu, krem, cokelat, merah, perak, emas, hingga kombinasi beberapa corak sekaligus. Sebagian memiliki motif tabby berupa garis-garis halus, sedangkan sebagian lain mempunyai warna solid yang merata dari kepala hingga ekor.
Kucing Himalaya memiliki pola warna yang jauh lebih spesifik. Sebagian besar tubuhnya berwarna terang, umumnya putih gading atau krem, sedangkan area wajah, telinga, kaki, dan ekor berwarna lebih gelap. Pola tersebut dikenal sebagai color point. Istilah color point merujuk pada konsentrasi warna yang hanya muncul pada bagian tubuh tertentu karena area tersebut memiliki suhu lebih rendah dibandingkan bagian tubuh lainnya. Itulah alasan wajah dan ekor kucing Himalaya tampak lebih gelap daripada bagian badan. Akibat pola warna yang relatif seragam, dua ekor kucing Himalaya sering terlihat sangat mirip meskipun berasal dari indukan berbeda. Situasi tersebut jarang terjadi pada kucing Persia karena variasi warnanya jauh lebih luas.