Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Fenomena Strawberry Moon Juni 2026, Kapan Puncaknya?

Fenomena Strawberry Moon Juni 2026, Kapan Puncaknya?
ilustrasi bulan purnama (pexels.com/Jack Biddinger)
Intinya Sih
  • Fenomena Strawberry Moon akan mencapai puncak pada 30 Juni 2026 pukul 06.57 WIB, menampilkan bulan purnama terang.

  • Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat khusus, cukup di lokasi minim polusi cahaya dengan cuaca cerah agar keindahan bulan terlihat maksimal.

  • Strawberry Moon dinamai dari musim panen stroberi, berjenis micromoon sehingga tampak sedikit lebih kecil, tapi tetap memukau karena efek ilusi optik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Langit malam pada penghujung Juni 2026 akan dihiasi oleh salah satu fenomena astronomi yang menarik untuk disaksikan, yaitu Strawberry Moon. Bulan purnama ini dikenal karena memiliki nama unik dan telah lama dikaitkan dengan berbagai tradisi serta penanda musim di beberapa budaya dunia.

Fenomena Strawberry Moon Juni 2026 menjadi momen yang dinantikan oleh para pengamat langit karena menawarkan pemandangan purnama yang terang dan memukau. Meski namanya identik dengan stroberi, fenomena ini tidak membuat Bulan berubah warna menjadi merah muda.

Kapan waktu puncak Strawberry Moon Juni 2026 dan bagaimana cara mengamatinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut!

Table of Content

1. Kapan fenomena Strawberry Moon Juni 2026?

1. Kapan fenomena Strawberry Moon Juni 2026?

Fenomena Strawberry Moon 2026 akan mencapai fase purnama penuh pada 29 Juni 2026 pukul 23.57 UTC. Jika dikonversi ke waktu Indonesia bagian barat (WIB), puncak fase purnama tersebut terjadi pada 30 Juni 2026 pukul 06.57 WIB. Pada waktu tersebut, Bulan berada tepat pada fase penuh sehingga seluruh sisi yang menghadap Bumi tampak terang karena menerima cahaya Matahari secara maksimal.

Meski puncak fenomenanya terjadi pada pagi hari di Indonesia, Strawberry Moon tetap bisa diamati dengan baik pada malam 29 Juni hingga malam 30 Juni 2026 setelah Matahari terbenam. Bahkan, Bulan biasanya masih terlihat hampir penuh selama beberapa hari sebelum dan sesudah puncaknya. Karena itu, kamu tidak harus menunggu tepat pada waktu puncak untuk menikmati keindahan Strawberry Moon di langit malam.

2. Cara mengamati Strawberry Moon

Cara mengamati Strawberry Moon
ilustrasi mengamati langit dengan teleskop (pexels.com/Thirdman)

Strawberry Moon dapat diamati dengan mata telanjang tanpa memerlukan teleskop atau peralatan khusus. Agar pengalaman melihat bulan purnama ini lebih nyaman dan maksimal, kamu bisa melakukan beberapa persiapan berikut:

  • Periksa prakiraan cuaca dan kondisi tutupan awan di daerahmu sebelum mengamati
  • Pilih lokasi yang memiliki pandangan langit terbuka dan minim polusi cahaya
  • Datang setelah Matahari terbenam saat Bulan mulai terlihat di langit
  • Kenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca setempat
  • Gunakan losion atau semprotan antinyamuk jika mengamati di area terbuka
  • Bawa tikar, selimut, sleeping bag, atau kursi santai agar lebih nyaman saat mengamati
  • Hindari cahaya lampu yang terlalu terang agar mata lebih mudah beradaptasi dengan kondisi malam
  • Jika tersedia, gunakan teropong atau teleskop untuk melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.

3. Fakta Strawberry Moon

Strawberry Moon memiliki sejarah panjang, nama unik, hingga beberapa karakteristik menarik yang membuatnya berbeda dari purnama pada bulan lainnya. Berikut beberapa fakta menarik tentang Strawberry Moon.

  • Namanya berasal dari musim panen stroberi

Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi suku-suku asli Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama Juni dengan musim panen stroberi liar. Nama ini kemudian diadopsi oleh para pemukim Eropa dan terus digunakan hingga sekarang sebagai sebutan untuk bulan purnama yang muncul pada bulan Juni.

  • Tidak berwarna merah muda

Meski namanya Strawberry Moon, Bulan tidak akan berubah menjadi warna merah muda seperti stroberi. Saat diamati, Bulan umumnya terlihat putih, kekuningan, atau oranye, terutama ketika berada dekat cakrawala akibat pengaruh atmosfer Bumi.

  • Menjadi micromoon pada 2026

Strawberry Moon 2026 termasuk micromoon, yaitu bulan purnama yang terjadi ketika Bulan berada relatif lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, ukuran tampaknya sedikit lebih kecil dibandingkan bulan purnama rata-rata, meskipun perbedaannya tidak terlalu terlihat dengan mata telanjang.

  • Bisa tampak sangat besar di langit

Meskipun termasuk micromoon, Strawberry Moon sering terlihat sangat besar saat terbit atau terbenam. Hal ini disebabkan oleh moon illusion, yaitu ilusi optik yang membuat Bulan tampak lebih besar ketika berada dekat cakrawala dan dikelilingi objek seperti pohon, gedung, atau pegunungan.

Itulah informasi lengkap seputar fenomena Strawberry Moon Juni 2026, mulai dari waktu puncak, cara mengamati, hingga fakta-fakta menarik lainnya. Jangan sampai melewatkan kemunculannya di akhir bulan nanti, ya.

FAQ seputar fenomena Strawberry Moon Juni 2026

Kapan puncak fenomena Strawberry Moon Juni 2026?

Strawberry Moon mencapai puncak fase purnama pada 30 Juni 2026 pukul 06.57 WIB.

Apakah Strawberry Moon bisa dilihat dari Indonesia?

Ya, fenomena ini dapat diamati dari Indonesia pada malam 29 Juni hingga 30 Juni 2026 jika cuaca cerah.

Perlukah teleskop untuk melihat Strawberry Moon?

Tidak perlu. Strawberry Moon dapat dinikmati dengan mata telanjang tanpa alat khusus.

Referensi

"Strawberry Moon Will Soon Light Up the Night Sky. When To Look Up". USA Today. Diakses Juni 2026.
"Full Moon June 2026: When To See The ‘Strawberry Micromoon’ Rise". Forbes. Diakses Juni 2026.
"June 2026 Strawberry Moon: Time, Dates, and Facts". Almanac. Diakses Juni 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More